
(Ilustrasi dari Maida Azumi, Reita Meijima dan Hiba Tatsuya)
...****************...
STORY OF MAIDA AZUMI
6 tahun yang lalu
“Ibu sebenarnya kita mau ketemu siapa?” ucap Maida.
“Kamu mau melihat keponakanmu kan?” ucap ibunya.
Maida terlihat senang mendengar mereka akan berkunjung kerumah keponakannya.
Maida Azumi saat ini berusia 11 tahun, dia bersama ibunya pergi ke Tokyo untuk berkunjung kerumah keponakannya itu.
Saat tiba disana, dia melihat bahwa rumahnya itu sangat besar sekali lebih dari rumahnya dan untuk pertama kalinya dia juga bisa melihat keponakannya itu.
Saat masuk kedalam rumahnya, pelayan disana menyambut ramah kedatangan mereka.
“Ibu dimana keponakannku itu?” ucap Maida.
“Kamu duduk dulu saja biar ibu mencarinya” ucap ibunya yang kemudian meninggalkan Maida.
Maida duduk diam dan itu membuat dia bosan disini, jadi dia berkeliling melihat rumah besar itu.
Saat melihat-lihat, dia dikejutkan dengan suara tangisan.
Lalu dia menuju sumber suara itu.
Di balik pintu dia melihat seorang anak kecil tengah menangis, lalu dia menghampiri anak itu.
“Heii kamu tidak apa-apa?” ucap Maida kepada gadis kecil itu.
Gadis itu menggelengkan kepalanya.
“Apakah kamu anak pemilik rumah ini?” ucap Maida lagi.
Gadis itu mengangguk menandakan 'iya'
Maida pun senang ternyata gadis ini adalah keponakannya.
“Siapa namamu?” ucap Maida.
“Reita” ucap gadis kecil itu.
“Aku Maida Azumi, kita berdua bersudara Reita-chan” ucap Maida kegirangan.
“Heh?” Reita bingung.
Lalu mereka berdua berjalan-jalan disekitar rumah ini.
“Tadi kamu menangis kenapa Reita?”
“Ayahku tadi memarahi ibu jadi aku ikut nangis” ucapnya murung.
“Kenapa dia memarahi ibumu?”
“Aku tidak tau, mereka memang selalu seperti itu setiap hari”
Maida pun merasa kasihan kepada Reita lalu memeluknya.
“Tidak apa, aku ada disini menemanimu” ucap Maida sambil memeluk Reita.
“Maida-san, kenapa kamu kesini?” ucapnya.
“Aku bersama ibuku kesini untuk bertemu denganmu”
“Kenapa kamu mau bertemu denganku?” ucap Reita bingung lagi.
“Hahahaha.... kamu ini kenapa sih karena kita belum pernah bertemu sama sekali jadinya ibu mengenalkan kamu padaku” ucap Maida tertawa.
Lalu terdengar suara seperti orang yang tengah bertengkar.
Maida pun menemukan ibunya lalu menghampirinya.
“Ibu... Ibu... Aku menemukan Reita dia keponakanku kan?” ucapnya senang.
“Maida!! Ayo pergi!!” ucap ibunya yang tiba-tiba emosi.
“Kenapa? Padahal aku baru saja kenalan dengannya” Maida pun sedih.
“Aku mendapatkan hak asuh Reita jadi kamu jangan ikut campur urusanku!!” ucap seorang wanita yang tiba-tiba marah.
“Tapi kamu tidak pernah mengurusnya makanya aku yang akan membawa Reita” ucap Ibu Maida.
Lalu Maida bersama ibunya pergi.
Maida melihat wajah Reita yang menangis kembali.
Setelah 3 bulan berlalu mereka bertemu kembali dirumah besar itu.
Maida dengan buru-buru langsung mencari Reita dan menemukannya didalam kamarnya.
“Maida-san” ucap Reita.
__ADS_1
“Aku datang mau bertemu denganmu lagi” dia pun tersenyum.
Lalu dia melihat banyak sekali buku dan coretan kertas membuat Maida penasaran.
“Kamu sedang apa Reita?” ucap Maida.
“Belajar” ucapnya.
“Heh?? Bukannya kalau belajar itu di sekolah?”
“Sekolah?” Reita melihat Maida kebingungan.
“Aduhh sebenarnya kamu itu berapa tahun sih, sekolah aja gak tau”
“9 tahun”
“Hehhh??” Maida pun kaget.
“Kenapa?” ucap Reita.
“Cihh, padahal kamu sudah sebesar itu harusnya sudah sekolah”
“Aku tidak sekolah aku belajar disini bersama pembantuku” ucap Reita.
“Ohh kamu homeschooling”
“Homo?”
“Cihh, Homeschooling jadi sekolah dirumah”
“Begitu ya, maaf aku tidak tau”
“Biar aku yang akan mengajarimu” ucap Maida.
Lalu dia membaca buku yang ada dihadapan Reita.
Lalu mereka belajar bersama.
“Terimakasih Maida-san” ucap Reita.
Wajah Maida memerah karena tersipu.
“Tentu aku kan kakakmu disini”
“Ngomong-ngomong, kenapa kamu homeschooling?” ucap Maida penasaran.
“Aku tidak boleh keluar rumah jadinya ibu memutuskan aku untuk diam dirumah dan belajar dirumah juga”
“Hah?? Memangnya seperti itu bisa membuat kamu pintar apa?” ucap Maida kesal.
“Iya dia ibuku” ucap Reita.
“Maida-san, apakah aku terlihat seperti anak pembawa sial?” ucap Reita yang tiba-tiba mengatakan hal mengejutkan.
“Kenapa kamu mengatakan hal itu!!” Maida pun memarahi Reita.
“Ibu selalu mengatakan hal itu saat kesal”
Lalu Maida mengetahui bahwa dia sedang dalam Toxic Parents.
“Tidak, tidak ada orang pembawa sial di dunia ini. Ibumu sudah berkata kasar padamu”
“Suatu saat aku akan membawamu keluar dan menuju dunia yang indah ini” kata-kata terlontarkan begitu saja oleh Maida.
Lalu mereka melanjutkan belajarnya itu.
Dan kemudian ada anak laki-laki datang menuju kamarnya.
Heh adiknya? Pikir Maida
“Hiba-kun” ucap Reita menghampiri anak laki-laki itu.
“Dia temanku Hiba-kun” ucap Reita mengenalkan anak itu padanya.
“Salam kenal Hiba Tatsuya” ucap anak laki-laki itu.
“Maida Azumi” ucap Maida.
Dia tidak tau bahwa Reita memiliki teman juga.
“Kalian sering bermain?” ucap Maida.
“Jika ada luang aku selalu datang kesini membuat Meijima-chan bahagia” ucap Hiba.
“Oii, kalian masih kecil jangan berpacaran” ucap Maida dengan memancarkan pipi merah, karena menurutnya anak laki-laki itu begitu tampan dan serasi dengan Reita yang sangat imut.
“Pacaran?” ucap Reita tidak tau.
“Ahahahaa lupakan saja, ayo kita main lagi”
Sejak saat itu Maida tidak pernah berkunjung lagi ke tempat Reita karena dia pindah rumah dari Tokyo ke Ueno.
Maida pun sudah berumur 14 tahun kali ini dan masih memikirkan Reita saat itu.
Apakah dia baik-baik saja?
Dia berencana membawa Reita untuk tinggal bersamanya dan satu sekolah juga dengannya.
__ADS_1
Dia pun berangkat dari stasiun menuju Meguro.
Setelah sampai rumah itu benar-benar tidak berubah sama sekali.
Dia pun mencoba masuk ke rumah itu mulai dari mengetuk pintu.
Lalu yang membuka pintu itu adalah Reita.
“Reita!!” ucap Maida senang bisa melihat Reita kembali setelah sekian lamanya.
“Heh?? Maida-san?” ucap Reita.
Lalu mereka berpelukan dan suasana pun menjadi haru ketika mereka berdua menangis.
“Apakah kamu baik-baik saja?” ucap Maida.
“Ada banyak masalah disini, ibuku pergi dan sekarang aku sendiri” ucap Reita.
“Kalau begitu ayo masuk dulu” ucap Reita lagi.
Kemudian mereka berdua duduk diruang tamu.
“Lalu bagaimana dengan rumah ini?” ucap Maida.
“Ibu bilang dia akan kembali dengan suami barunya untuk mengambil rumah ini” ucap Reita murung.
“Kalau begitu ikut aku saja! Kamu sudah mau masuk SMP kan? Jika begitu kamu bisa satu sekolah denganku di Meguro” ucap Maida ragu-ragu.
“Heh?? Jika aku bersamamu nanti kamu kerepotan olehku”
“Tidak masalah, aku memang berniat membawamu pergi daripada harus terkurung dirumah ini!!” ucap Maida dengan tegas.
“Sebenarnya aku sangat ingin sekali pergi ke luar, tapi aku takut” ucap Reita.
“Ayolah aku ada disini, sekarang kamu bisa membawa barangmu dan kita pergi” Maida pun mengulurkan tangannya kepada Reita.
“Baiklah!!” Reita pun menyetujui. “Tapi aku harus mengirimi pesan kepada ibu dan ayah”
“Baiklah” ucap Maida.
Sementara itu mereka berhasil keluar.
Dan pertama kali dalam hidupnya Reita Meijima bisa keluar dari rumah besar itu.
“Wahhh segarnyaa” ucap Reita.
“Sudah kubilang dunia ini indah kamu harus menjelajah dan pergi ke luar”
Mereka pun pergi dengan bebas.
Akhirnya sampai di rumah Maida
“Wahh rumahnya minimalis sekali, aku suka” ucap Reita.
“Hahaha, biasa saja rumah ini pemberian ibuku” ucap Maida sombong.
“Ibumu sangat baik sekali ya Maida-san” ucap Reita.
“Ehh, tidak juga. Ibuku selalu sibuk dan tahun depan dia akan ke luar negeri untuk bekerja karena perusahaannya pindah” ucap Maida menjadi malu.
“Walaupun ibumu dan ibuku adik kakak tapi mereka tidak pernah akur” ucap Reita.
“Tentu saja kita tidak boleh seperti mereka” ucap Maida kemudian memeluk Reita.
Mereka pun saling bercanda ria.
Dan Maida mulai mengenalkan manga fujoshinya kepada Reita.
“Tadaaa!! Manga favoritku, kamu harus membacanya dan menjadi fujoshi sejati!!” ucap Maida yang membawa Reita ke jalur sesat.
“Heh?? Fujoshi”
Lalu Reita membacanya, awalnya dia sangat kaget karena menampilkan cowok vs cowok sedang berperang di ranjang lalu dia pun ketagihan membacanya.
“Astagaaa dia ini benar-benar cepat belajarnya” ucap Maida yang senang.
“Nee Maida-san, bolekah aku pinjam semua manga fujoshimu?” ucap Reita dengan wajah merah seperti sedang mabuk.
“Tentu saja!! Akan ku cecoki kamu dengan manga berkulitas mesum ini!!”
“Yataaaa!!!”
Mereka pun menjadi gila saat itu.
Hari demi hari pun berlalu.
Reita mulai sekolah di SMP di distrik Meguro prefektur Tokyo.
Sambil sekolah dia pun bekerja paruh waktu untuk membeli sebuah buku fujoshinya itu dengan Maida.
Reita pun memutuskan untuk meninggalkan rumah Maida dan pindah menuju apartemen kecil di Meguro, karena orang tuanya tau dia sekarang sudah bersekolah jadi ayahnya setiap bulan memberi uang 400.000 yen (sekitar 45 juta rupiah) yang di transfer ke Reita untuk kebutuhannya.
Karena merasa cukup dia pun tinggal sendiri didalam apartemen atau kadang juga Maida mampir kerumahnya.
----------------------OFF-----------------------
__ADS_1