Menyelesaikan Masalah Dan Permasalahan Remaja

Menyelesaikan Masalah Dan Permasalahan Remaja
Keempat Orang itu....


__ADS_3

Pukul 06:32


“Dadah, hati-hati dijalan anak-anak kesayangan ku” ucap Tsuki-san.


Kami berempat mulai pergi sekolah hari ini dengan jalan kaki.


Mulai berjalan dipinggir hutan lalu menuruni anak tangga.


Suasana tempat ini dipagi hari terasa segar.


Keindahan alam yang tiada tara ini membuatku menjadi tenang.


“Kamiel sudah ada di depan katanya” ucap Fubuki-kun.


“Kalau begitu harus cepat, aku tidak mau dia menunggu lama” ucap Kanaeru-san berlari.


“Woii tunggulah, memangnya satu menit tanpa dia bisa mati apa” ucap Fubuki-kun yang ikut berlari.


Kamiel? Siapa dia?


“Ayo, Meijima-san, kamu ingin liat kan Kamiel-san itu seperti apa” ucap Ryuusei-kun yang tau aku penasaran.


Aku dan Ryuusei-kun pun berlari.


Setelah sampai di perempatan kami menemukan sosok pria tinggi yang tampan dengan rambut bewarna silver dan hitam dia seperti model dengan tampilan seragam sangat fashionable.


Aku bisa merasakan auranya sepertinya dia keluarga Korime juga.


“Kenapa kalian lama sekali, aku lapar tau” ucap cowok bernama Kamiel itu.


“Kamiel aku merindukanmu, satu hari tanpamu rasanya bisa membuatku mati” ucap Kanaeru-san yang mulai terlihat seperti cewek melankolis.


Aku baru tau jika Kanaeru-san bisa se alay ini.


“Ayo buruan pergi ke sekolah bukannya malah pacaran” ucap Fubuki-kun yang duluan jalan.


Lalu Kamiel ini melihatku dengan tatapan sayu nya.


“Gadis aneh ini siapa?” ucap Kamiel melihat ke arah Ryuusei-kun dengan nada santai sambil menunjukku.


Gadis aneh? Aku kah?


“Dia yang di ceritakan oleh Tsuki-san saat itu, mulai hari ini dia tinggal dengan kami” ucap Ryuusei-kun menjelaskan.


“Perkenalkan namaku Rien Meijima, mohon kerja samanya Miel-san” ucapku.


“Miel-san! ” ucap Ryuusei-kun dan Kanaeru-san barengan.

__ADS_1


“Wehh, gadis seimut ini yang akan mengawal kita. Yoshh aku mulai semangat” ucap Miel-san dengan wajah bersinar.


“Jangan sekali-kali menggoda Meijima-san” ucap Ryuusei-kun marah.


“Kamiel jangan tertipu oleh cewek ini, kamu kan hanya milikku seorang” ucap Kanaeru-san yang ingin dimanja.


“Tentu saja Kanaeru sayang, tapi dibandingkan kamu dia lebih imut loh” ucap Miel-san yang mengerjai Kanaeru-san.


“Bodoh, hanya aku milikmu” ucap Kanaeru-san.


Lalu mereka berdua saling berpegangan tangan.


Jadi mereka berdua ini pacaran ya.


“Woii para orang lelet cepetlah nanti terlambat!!” ucap Fubuki-kun yang emosi.


“Ayo cepat nanti si iblis itu bisa murka” ucap Ryuusei-kun.


Ternyata keempat orang yang akan ku kawali itu adalah Ryuusei-kun, Fubuki-kun, Kanaeru-san dan Kamiel-san.


Mereka bukan orang bahaya yang seperti aku pikirkan.


Hanya saja harus ada cara untuk bisa akrab dengan mereka.


Di sekolah....


Aku bisa membaca pikirannya.


Ternyata mereka memiliki fangirl yang sudah ada di depan sekolah untuk bisa menemui mereka.


Tidak heran sih keluarga Korime ini wajahnya seperti seorang artis.


“Teringat dulu sejak aku kelas 10 sama seperti kalian memiliki fangirl, tapi aku justru sangat semangat sekali karena aku bisa memanfaatkan mereka. Seperti mengerjakan pr untukku, aku selalu ditraktir makan oleh mereka, dan juga para cowok selalu iri dengan ku dan aku sangat menyukai nya. Kenapa kalian tidak melakukan hal sama seperti aku” ucap Miel-san yang membuat Kanaeru-san melongo.


“Jadi kamu selingkuh denganku!” ucap Kanaeru-san marah.


“Kan aku memanfaatkan mereka” ucap Miel-san bohong.


Aku tau dia bohong tapi aku lebih memilih diam.


“Kamu bodoh apa! aku tidak seperti dirimu yang haus perhatian justru karena ini lah aku malas sekali sekolah, aku kan sudah bilang untuk datang kesekolah pagi-pagi sekali tapi jalan kalian itu malah lelet banget” ucap Fubuki-kun kesal.


“Aku juga tidak suka situasi ini, apalagi saat kemarin itu, tampak brutal cewek disini” ucap Ryuusei-kun ketakutan.


“Jadi ini alasan kalian pulang lebih awal kemarin” ucapku.


“Yahh mau bagaimana lagi” ucap Ryuusei-kun.

__ADS_1


Aku ingin sekali membantu mereka.


“Tenang saja biar aku yang akan mengurusnya” ucapku dengan pedenya.


“Aku tidak yakin kamu bisa” ucap Kanaeru-san.


“Te-tenang saja serahkan saja padaku ok” ucapku.


“Boleh aku meminta tanda tanganmu di telapak tanganku ini” ucapku ada Ryuusei-kun.


“Untuk apa? ” ucap Ryuusei-kun bingung.


“Kasih aja, nanti juga kalian tau” Ryuusei-kun mengekuarkan alat tulis dari tasnya lalu mulai menandatangani di telapak tanganku.


“Terimakasih” ucapku lalu pergi menuju sekolah.


Memang banyak sekali gadis yang tengah berdiri di depan sekolah ini.


Aku mulai membaca pikiran mereka satu-satu, ternyata memang benar ini seperti menunggu kedatangan idola mereka, apalagi kebanyakan mereka mengidolakan Ryuusei-kun.


Aku harus mengeluarkan para rombongan ini untuk ke kelasnya masing-masing bukan berada diluar seperti ini.


“Maaf apakah kalian sedang menunggu Ryuusei si cowok imut itu? ” ucapku bersikap ramah.


“Heh? kenapa memangnya? semua juga memang sedang menunggu dia tau” ucap gadis itu dengan sewotnya.


“Tadi aku baru menyapanya di dalam sekolah, pasti Ryuusei si cowok imut itu sudah berada di kelasnya” ucapku.


“Heh?? bohong! jika dia sudah sampai menuju kelasnya kenapa daritadi aku tidak melihat dia melewati depan sekolah ini” ucap gadis itu.


“Aku tidak bohong kok, buktinya aku bisa mendapatkan tanda tangan spesial dari Ryuusei-kun” ucapku dengan nada imut.


“Apa?!!!! Dia mendapatkan tanda tangan si pangeran, ayo kita cari!! ” ucap mereka semua yang pergi berlari.


Akhirnya mereka semua pergi.


“Woahh, hebat sekali” ucap Miel-san yang memujiku.


“Tidak aku sangka Meijima-san bisa secerdik ini” ucap Ryuusei-kun tersenyum.


“Ya ya, jika ada cewek brutal lagi panggil aja si cewek kuncir aneh ini” ucap Fubuki-kun yang masuk kedalam duluan.


“Aku akui kamu sangat berbakat, berbakat menipu orang” ucap Kanaeru-san yang membuatku kesal karena terus dihina olehnya.


“Setidaknya aku bisa melakukannya kan” ucapku tersenyum sinis padanya.


Kanaeru-san pun mengabaikanku.

__ADS_1


Hufttt, kalau aku terus-terusan sama Kanaeru-san dan Fubuki-kun bisa gila, karena tidak bisa menahan rasa kesalku.


__ADS_2