
Aku dan Mei-san sedang menunggu Shouyo-senpai dan Azumi-senpai di gerbang sekolah.
Tititttttt.....
Lalu ada klakson mobil berbunyi.
“Heh?? Mobil?” ucapku kaget.
“Ayo masuk” ucap Azumi-senpai.
“Sejak kapan kalian membawa mobil?” ucapku terheran-heran.
“Cihh, kamu itu emang bodoh yaa, setiap hari Toruu-san memang selalu membawa mobilnya yang terparkir di belakang rumah dekat sekolah agar tidak memerlukan biaya parkir” ucap Mei-san yang kemudian masuk kedalam mobil itu.
Memangnya hal seperti itu bisa?
Aku pun ikut masuk dan duduk bersebelahan Mei-san.
“Yoshh kencangkan sabuk pengaman kalian!”
Astaga!! Dia pasti mau ngebut.
“Tunggu dulu senpai!!” ucapku panik.
“Heh?? Kenapa?” ucap Shouyo-senpai.
“Apakah Shouyo-senpai punya sim?” tanyaku
Lalu Shouyo-senpai dan Azumi-senpai tertawa.
“Tenang saja Toruu-kun sudah berumur 18 tahun dan memiliki sim aktif, makanya dia berani membawa mobil” ucap Azumi-senpai menjelaskan.
“Syukurlah kalau begitu”
“Cihh membuat malu saja” ucap Mei-san memberikan tatapan menjijikan padaku aku pun merasa malu.
“Yoshh aku akan ngebut sekarang!!”
Lalu mobil Shouyo-senpai melaju dengan cepat.
Tak sampai 10 menit kami pun sampai.
Lalu kami semua turun kecuali Shouyo-senpai yang hendak memakirkan mobilnya.
“Tadaaa!!! Restoran mewah sekaligus tempat karaoke” ucap Azumi-senpai semangat.
“Terdengar biasa saja” Mei-san memberi penilaian jelek kepada Azumi-senpai.
“Berisik kamu Reita!! Yang sedang ditraktir lebih baik diam saja!” ucap Azumi-senpai kesal.
“Ya... Ya... Sekarang lebih baik kita masuk” ucap Mei-san yang duluan masuk.
“Dasar anak itu! Nee Takuya-kun jangan salah paham, dia itu memang seperti memiliki kepribadian ganda” Azumi-senpai memberikan senyuman kepadaku.
“Aku tau itu jadi tidak masalah bagiku”
“Baguslah kamu mau mengertinya” Azumi-senpai melemparkan senyum manisnya padaku.
Aku dan Azumi-senpai pun masuk.
Restorannya benar-benar mewah dan elegan, dan kami kesini hanya memakai seragam sekolah. Aku pun jadi malu.
__ADS_1
“Lebih baik kita makan di ruang karaoke saja!!” ucap Azumi-senpai.
“Yoshhh ide bagus Maida-san” Mei-san kemudian menjadi semangat.
Kami pun masuk ke ruang karaokenya.
Tidak lama Shouyo-senpai masuk.
“Aku sudah memesan beberapa makanan Jepang yang enak” ucap Shouyo-senpai.
“Sambil menunggu lebih baik kita karaoke-an dulu!!” Ucap Azumi-senpai sambil melihat ke arah aku dan
“A-aku lebih baik duduk saja” ucap Mei-san.
“Bukankah tadi kamu semangat mau karaoke” ucapku mengejeknya.
“Berisik lebih baik kamu diam saja” ucap Mei-san.
“Ayoo Reita kamu kan bisa nyanyi” ucap Azumi-senpai sambil memberikan mic kepada Mei-san.
“Anuu... Ba-baiklah” ucap Mei-san ragu-ragu.
“Baiklah kita putar lagu diamond no jundo” ucap Azumi-senpai.
“Wahh itu lagu favorit aku” ucap Shouyo-senpai.
“Takuyaa dengarkanlah lagu dari Reita Meijima” ucap Azumi-senpai melihat ke arahku wajahku pun memerah.
“Heh?? Maida-san aku malu” Mei-san pun mengeluarkan pipi merahnya itu.
Lagu pun di putar.
Dan suaranya yang lembut benar-benar enak didengar.
Aku tidak menyangka dia bisa menyanyi ternyata.
Lalu diikuti oleh Azumi-senpai dengan suara nyaringnya.
“Nee Danpachi-san, bukankah dua cewek disana benar-benar memukau” ucap Shouyo-senpai memuji mereka.
“Iyaa kamu benar” aku pun tersenyum sambil melihat ke arah Mei-san dengan menyanyi sambil malu-malu.
“Andai saja kalian juga berpacaran” ucap Shouyo-senpai.
“Heh!! Tidak mungkin sih kalau itu” ucapku langsung menolak.
“Saat ini kamu mengatakan tidak, tapi tidak tau nanti”
Aku pun tersentuh mendengar Shouyo-senpai berbicara seperti itu. Tapi aku sangat yakin dengan kepribadian Mei-san seperti itu sangat sulit untuk mendapatkan hatinya.
Aku pun masih mendengar suara lembut dari mereka berdua itu.
Dan tak lama kemudian makanan pun telah siap dan segera di sajikan di meja.
“Wahh akhirnyaa yang kutunggu-tunggu telah datang” ucap Azumi-senpai.
Menu yang disajikannya yaitu berupa tempura, oden, karaage dan juga kare.
“Enak sekali oden ini” ucap Shouyo-senpai sangat menikmati makanannya.
“Kamu benar Toruu-kun, di musim dingin seperti ini makan oden adalah yang terbaik” ucap Azumi-senpai.
__ADS_1
Kami semua menikmati makanan ini dan benar-benar sangat puas.
Setelah itu semua makanan sudah ludes habis, kami benar-benar dalam perut kekenyangan, tapi aku merasa senang bisa menghabiskan waktu bersama mereka.
Lalu kami mulai berkaraoke lagi dan kali ini dengan lagu yang semangat.
Aku diajak oleh Shouyo-senpai untuk menari bersama.
“Ayoo pegang tanganku Danpachi-san” ucap Shouyo-senpai.
Aku pun memegang tangan Shouyo-senpai dan mulai menari.
Aku sangat malu.
“Kalian benar-benar cocok” ucap Azumi-senpai.
“Ahh tunggu aku harus memotret kalian dengan kemesraan ini” ucap Mei-san yang menunjukkan sifat fujoshinya.
“Oii jangan sembarangan memotretku!” ucapku pada Mei-san.
“Tidak apa Danpachi-san, bukankah kamu ingin melihat Meijima-chan bahagia?” ucap Shouyo-senpai yang terlihat seperti menikmati.
Aku menuruti perkataan Shouyo-senpai, dan kami menari dengan semangat.
“Wahhh ini benar-benar langka, Takuya menunjukan sifat gay nya” ucap Mei-san yang tampak senang.
“Nanti kirimin padaku Reita, aku juga mau untuk foto wallpaper hpku” ucap Azumi-senpai.
Aku benar-benar menyerah dengan mereka kali ini😢
Dan juga untuk pertama kalinya aku sebahagia ini, bisa tertawa lepas dan juga mendapatkan teman yang sangat asik disini.
Tak terasa malam pun sudah larut kami kembali kedalam mobil, Mei-san tiba-tiba saja tertidur pulas, dia pasti lelah setelah menyanyi tadi hahaha.
Kami semua benar-benar merasa lelah, Toruu-kun juga sudah tertidur di bangku belakang sebelah Mei-san.
Dan yang akan menyetir mobil kali ini Azumi-senpai.
Aku pun duduk di depan bersama Azumi-senpai.
“Nee Takuya-kun, bisa bicara dulu sebentar diluar” ucap Azumi-senpai.
“Heh??” aku bingung, karena kali ini Azumi-senpai menampakkan wajah yang serius.
“Baiklah” aku pun keluar dari mobil dan mengikuti Azumi-senpai.
Kami sampai di jembatan layang, melihat pemandangan mobil-mobil melaju disana.
“3 bulan lagi aku dan Toruu-kun lulus sekolah di SMA itu dan kami berencana untuk kuliah di luar negeri bersamaan. Jadi, kami untuk waktu yang lama tidak akan ada berada di Jepang untuk menemani Reita” ucap Azumi-senpai sambil melihat pemandangan di depannya.
“Aku yakin dia pasti akan kesepian” ucapku dengan wajah sedih.
“Kamu mau tau rahasia besar yang selama ini Reita pendam?” Azumi-senpai membalikan tubuhnya ke arahku.
Aku sangat terkejut mendengar Azumi-senpai berbicara seperti itu, ternyata Mei-san mempunyai rahasia besar dalam hidupnya. Tapi kenapa Azumi-senpai membongkarnya padaku?
...****************...
🎵Now Playing : Kana Nishino - Best Friend
__ADS_1