
Pagi hari, suasana kantor Dery sudah riuh. Hari ini mereka akan menyambut kedatangan Bos baru mereka, menggantikan bos lama Abi Arrasyid.
Dery datang dengan raut wajah yang sulit dibaca, wajah nya kusut dan sepertinya sejak tadi malam dia tidak tidur dengan baik.
“Kusut amat muka Lo Der!” tanya Abian salah satu teman Dery dikantor.
“Biasalah, pikiran gue lagi ruwet banget!” jawabnya, Dery langsung duduk berhadapan dengan Bian, dan dia langsung memesan kopi.
“Gue liat akhir-akhir ini Lo gak fokus, jangan sampai ketidakfokusan elo berakibat fatal, ini bos baru Der, bukan pak Abi yang sering ngasih toleransi!”
Dery memijit Tengkuk nya yang mulai terasa berat. Memang akhir-akhir ini masalah nya dengan Alin merusak konsentrasi nya. Ketidakberdayaan Alin dirumah, serta semua nya yang harus Dery siapkan sendiri membuat suasana nya jadi nano-nano. Apakah dia perlu meminta Renata untuk pindah kerumah nya?
“Iya gue tahu, Dahlah.. Santai aja!”
“Lo ada masalah?”
“Biasalah soal rumah tangga,”
“Lo berantem sama Alin?”
“Gue cerai!” Jawab Dery, Bian langsung menyemburkan kopinya.
“Apaan sih Lo Bi! Jorok banget,” protes Dery tak terima, semburan kopi itu tepat mengenai celana Dery.
“Sory sory.. gue kaget soal nya! Lo beneran cerai? Boong kan Lo!”
“Gue serius, ngapain gue bohong.. ”
__ADS_1
“Gimana ceritanya?”
Akhirnya dengan berat hati Dery menceritakan seluruh kejadian yang sebenarnya, tapi ada juga yang Dery lebih-lebihkan agar dia tidak terlihat bersalah didepan sahabat nya Bian.
“Jadi.. Renata itu istri kedua elo?” Dery mengangguk mantap, mungkin.. inilah saatnya orang-orang tahu kalau dirinya dan Renata akan menikah secara sah sebentar lagi.
“Astaga Dery! Lo parah sih.. masa perempuan spek bidadari kayak Alin Lo tinggali sih! Malah milih Renata yang suka tebar pesona sama cowok-cowok sini!”
“Hah! Jangan seudzon Lo.. mana mungkin Renata begitu, mungkin kalian mikir kesana karena belum tahu kalau dia itu istri gue sekarang, dia cinta pertama gue Bi,”
“Tapi sikap Lo salah Der, istri mana yang mau dimadu, gue rasa enggak ada! Meskipun Alin udah nemeni elo belasan tahun, tetep aja Lo khianatin dia, parah sih.. gue gak nyangka Lo kayak gini!” Bian kesal dengan sikap Dery yang sok paling bener disini, selama ini dia lah yang jadi panutannya untuk tetap harmonis dengan istri dan anak. karena Bian dan istrinya itu menikah karena perjodohan. Tapi sepenuh hati Bian menerima nya.
“Lo tahu kan cinta pertama itu sulit dilupakan. Dan gue salah satunya.. Meskipun Alin yang selama ini nemeni gue, tapi rasa gue ke Renata masih ada.. Apa gue salah memperjuangkan cinta gue Bi? Lagian Renata juga setuju kok kalau jadi istri kedua, gue bakal bersikap adil sama mereka berdua, tapi Alinnya aja yang sok-sokan gak mau.. dia pikir jadi single parent itu enak, banyak cacian sana sini!” Dery masih membela diri, dan dia masih merasa kalau dirinya tak salah, ia sudah berusaha bersikap adil . Tapi Alin lah yang keras kepala tak memikirkan anak-anak mereka. Hanya memikirkan keegoisan dirinya sendiri. Itulah pemikiran Dery selama ini.
Abian geleng-geleng kepala. Ia merasa gemas dengan tingkah Dery seperti ini.
Dery terbelalak mendengar jawaban Abian, bukannya jelas-jelas Alin lah yang salah. Bukannya poligami boeleh dilakukan? Asal adil dalam segala hal, dan menurutnya dirinya sudah adil. Hanya Alin saja yang jual mahal sok bisa cari nafkah sendiri.
“Jadi menurut Lo gue yang salah? Poligami itu boleh dilakuin BI, inget itu!”
“Boleh memang, tapi Lo yakin bisa adil? Gue rasa Lo pasti akan lebih condong kesalah satunya, apalagi Lo bilang kalau Lo cinta sama Renata? Terus Alin.. Apa Lo gak cinta sama dia?”
“Gue sayang sama Alin! Gue adil kok.. ”
“Itu menurut Lo.. pasti menurut Alin Lo lebih condong ke Renata, begitu juga sebaliknya.. Poligami itu berat Der, jangan coba-coba deh.. memang boleh tapi kita dituntut harus adil.. dan kalau berat sebelah Lo sendiri yang susah nantinya! Pilihan Alin tepat,”
“Tapi gue yakin dia juga selingkuh! Buktinya dia mantap banget mau cerai dari gue, karena sebelum nya dia takut banget kehilangan gue Bi, entah dapet keberanian darimana sampai dia melangkah sejauh itu!” kekeuh Dery. Ia masih berusaha meyakinkan Abian untuk ada dipihak nya.
__ADS_1
“Kalau hati yang udah lo sakiti, perempuan lemah pun akan jadi berani! Hah! Terserah Lo lah.. gue cuma ingetin aja.. Lo berhasil kayak gini juga berkat do‚a Alin selama ini kan.. kalau Lo ganti istri, bisa aja rezeki Lo juga beda nantinya!” Abian bangkit dari duduk nya, tiba-tiba ia merasa malas kalau harus duduk dengan Dery. Ia kesal karena Dery merasa tak salah sama sekali. Lebih baik dia pergi dari sana.
Abian langsung menuju ruang rapat, tempat seluruh karyawan dikumpulkan. Dery mengikuti dari belakang. Dalam hati ia masih kesal dengan Abian yang terang-terangan membela mantan istrinya itu.
Suasana yang tadinya riuh kini mendadak diam begitu Direktur utama mereka tiba yaitu Abi Arrasyid.
“Selamat pagi semuanya.. ”
“Pagi pak..” jawab semua karyawan serentak.
“Tujuan saya mengumpulkan kalian semua disini tentu sudah tahu bukan.. Saya ingin memperkenalkan CEO baru perusahaan ini, yang tak lain adalah anak sulung saya sendiri, Zayn Arrasyid! Zayn masuklah..” kata pak Abi mempersilahkan anak nya untuk memasuki ruangan rapat.
Zayn masuk dengan pandangan lurus kedepan, banyak bisik-bisik dari karyawan wanita, mereka terpesona dengan paras Zayn yang begitu tampan, wajah nya persis seperti laki-laki dari timur tengah sana. Garis wajah nya tegas dengan rambut yang tumbuh sejajar disekitar rahang pipi nya. Alis nya tebal serta bulu mata yang lentik. Ditambah dengan bola mata nya yang berwarna abu kejhijauan serta hidung yang mancung.
Renata juga dibuat ternganga oleh ketampanan Zayn yang luar biasa itu. Dery memang tampan, tapi wajaah Dery khas wajah Indonesia. Sedangkan bos nya.. wajah-wajah pangeran impian semua wanita.
Tapi sejurus kemudian, kekaguman Renata berhenti, ia ingat kalau laki-laki ini yang ia bersa Alin waktu itu. ‘Gawat! Kalau sampai pak Zayn mengingatku, dia akan tahu dong kalau aku sudah menikah!! Semoga dia tak ingat.’
Dery seperti tak asing dengan CEO barunya ini. Ia mencoba mengingat-ingat dimana mereka pernah bertemu.
‘Dia kan.. Hakim anggota diperceraian ku dengan Alin!’ Dery masih tak percaya ternyata Bos nya hakim yang memutuskan pernikahan nya dipengadilan, ia berharap bos nya tidak mengingat dirinya.
‘Yang cerai kan banyak! Semoga aja pak Zayn gak inget sama aku!’ lirih nya dalam hati.
“Selamat pagi.. perkenalkan nama saya Zayn Arrasyid, mulai sekarang kita akan bekerja sama dalam satu perusahaan, saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik! Untuk pak Abian Dan Pak Dery! Saya tunggu diruangan saya 15 menit lagi.. saya perlu data-data karyawan disini, beserta laporan keuangan 3 bulan terakhir! Baiklah.. kita bisa mulai bekerja sekarang!” Zayn mengakhiri perkenalan nya dan menatap lurus ke arah Dery.
“Jadi kau bekerja disini, Dery!” gumam nya pelan.
__ADS_1