Merindukan Cinta Suami

Merindukan Cinta Suami
Bab.38 kerja sama Dery dan Zayn


__ADS_3

Angin berhembus cukup kencang, sejak menjelang Maghrib tadi memang sepertinya akan turun hujan. Alin menatap langit yang hitam pekat itu. Wanita yang usia nya sudah diatas 30 tahun itu memeluk tubuh nya sendiri. Meskipun saat ini ia sedang mengenakan gamis bunga-bunga khas rumahan, dipadu dengan jilbab instan yang lumayan lebar membalut tubuhnya.. Tetap saja ia masih berasa dingin.


Ia menghirup udara yang menurutnya mampu menenangkan pikirannya dari kemelut masalah nya. Entah bagaimana kehidupan nya setelah ini, akan kah ia menua sendirian dan hanya ditemani anak-anak nya.. Atau ia mencoba membuka hati untuk laki-laki baru?


“Alin..” Raka datang menghampiri adik nya dibalkon, sebagai kakak dia tahu betul apa yang sedang dirasakan adik nya. Raka berpikir, kalau mungkin hanya dirinya saja yang gagal dalam membina rumah tangga, tapi ternyata adik nya juga merasakan hal yang sama, apalagi orang yang menyakiti mereka berdua adalah orang yang sama.


“Eh mas...belum tidur?”


“Serius kamu nanya gini? masih jam 8 loh .. ya kali mas sikembar yang tidur cepet!”


“Eh... iya juga ya..” Alin garuk-garuk kepala dengan ke konyolan dirinya sendiri.


“Kamu lagi mikirin apa?” tanya Raka sembari menyesap teh hangat ditangannya.


“Entahlah mas, ambigu banget pikiran aku tuh..”


“Kenapa gitu?”


“Aku masih mikirin , apa aku bisa besarin anak-anak sendirian, maksud aku tuh.. bukan soal materi nya kak, tapi ke moral mereka sih.. aku takut banget aku gak bisa!” Raka paham maksud Alin seperti apa. Meskipun dia sendiri belum punya anak, tapi melihat teman-teman yang lainnya justru bisa memberikan pelajaran tersendiri untuknya.


“Bisa, banyak kok diluaran sana yang besarin anak-anak mereka sendiri tanpa suami.. Kalau memang kamu mau hidup sendiri, tapi beda lagi kalau kamu mau buka hati kamu untuk orang baru.. orang itu harus menerima Rafa dan Rafi, Lin..”


Alin mengusap wajah nya. Disaat seperti itu ponsel Raka berdering. Raka sedikit menjauh untuk mengangkat ponsel nya.


“Halo, gimana?” tanya Raka dengan suara dipelankan sedikit.


(Aman pak, saya udah kasih tipis-tipis ke suami nya..)


“Bagus!” Raka menutup teleponnya dan kembali mendekat pada adik perempuannya itu.


“Siapa mas?”


“Temen mas, udah masuk yuk.. gak bagus anginnya buat kesehatan'.”


Saat mereka hendak melangkahkan kaki dari balkon, bisa mereka lihat ada deru mobil yang memasuki pekarangan rumah milik orang tua nya itu.

__ADS_1


“Siapa ya mas? aku gak ngerasa ngundang siapa-siapa loh!”


“Kayak nya mobil nya Za deh, tadi dia bilang kan mau kesini!”


“Za?” Alin mengerutkan kening nya.


“Zayn!” jawab Raka lalu dia langsung turun segera untuk menyambut teman nya.


“Assallamuallaikum!”


“Wallaikumsallam, gue kira Lo gak datang Za!”


“Gue udah janji, mana mungkin ingkar!” Raka langsung mempersilahkan Zayn untuk duduk, ia juga meminta pada Alin untuk membuat kan mereka minuman, dirumah itu memang belum ada pembantu. Rencana nya besok baru Alin akan mulai mencari orang untuk bersih-bersih, dan masak.


Alin datang dengan nampan berisi dua gelas kopi hangat. Zayn menatap Alin lekat, dia hampir tak berkedip sama sekali. Jika memakai pakaian rumahan seperti ini, Alin terlihat lebih cantik yang pastinya tanpa polesan make up.


“Silahkan diminum, pak Zayn.”


“Terimakasih ya Lin, oh ya.. kalau diluar jam kerja, jangan panggil Pak lah.. santai aja.”


“Masa nama aja sih mas, yaudah karena pak Zayn ini seusia mas Raka , aku panggil mas aja ya..”


“Begitu lebih baik!”


Setelah mengantarkan minuman, Alin langsung kembali kedalam kamar anak-anak nya untuk mengecek keadaan Rafi. Sehabis shalat isya tadi, Rafi langsung tertidur.. Mungkin rasa sakit nya semakin terasa, sedangkan Rafa masih belajar. Sebentar lagi ujian Nasional, jadi Rafa belajar agar mendapatkan nilai yang baik dan membanggakan Uminya..


Kembali pada Zayn dan Raka.


“Gue udah turunin jabatan Dery, sesuai yang kita bicarakan tempo hari!”


“Bagus! Renata?”


“Renata udah resign, meskipun gue marah sama.dia, tapi kalau dia gak ngelakui kesalahan gue gak bisa pecat dia gitu aja.. jadi gue kasih mereka pilihan, sesuai prediksi gue pasti Renata yang bakal mundur!” Zayn menyenderkan pundak nya pada sofa disana. Pria matang dengan wajah khas pemuda timur tengah itu mulai mencicipi kopi buatan Alin, gadis yang dulu pernah menolak nya sebelum mereka bertemu.


Bagi Zayn, setelah papa nya menjodohkan dirinya dengan Alin, dia langsung setuju tanpa penolakan, sebab Zayn memang sudah menyukai Alin sejak ia masih duduk di kelas 6 SD.. Saat itu Alin yang masih kelas 2 SD sangat manis menurut nya. Apalagi sifat manja nya pada Raka membuat laki-laki itu gemas.

__ADS_1


“Gue yakin Dery gak akan tahan dengan jabatan dia yang sekarang!” sahut Raka.


“Bisa jadi, gaji dia jelas turun drastis kan.. Dan kalau bener Renata itu seperti yang elo bilang, gue yakin 100 persen dia bakal ninggalin Dery, kita tinggal hitung mundur aja!”


“Bener, tapi gue tetep kasih kejutan buat Dery hari ini, perlahan..”


“Maksud Lo..”


Raka tersenyum tipis,mata nya menyipit menatap Zayn. Sebagai teman lama.. tentu Zayn tahu apa maksudnya.


*


Dirumah Dery, pria itu nampak kusut setelah sampai dirumah. Ia meletakkan asal tas kerja nya dan membanting dirinya diatas Sofa.


“Papa..” Nimas datang dengan boneka pikacu kesukaan nya mendekati Dery, disusul dengan Renata dibelakang nya.


“Sudah pulang mas!”


“Hemm.. aku pusing banget Ren, bisa tolong bikinin kopi?”


“Kopi sama gula nya habis mas,”


“Kok bisa habis? kemarin bukannya kamu minta uang buat belanja bulanan?” dulu saat keuangan dipegang alih oleh Alin, ia tak pernah sedikitpun mendengar tentang kebutuhan dapur yang habis. Entah bagaimana cara nya wanita itu mengaturnya, tapi Dery selalu terima beres saja.


“Ya.. hari ini kan aku udah gak kerja lagi, jadi uang nya aku pake buat shoping mas, kebetulan tadi ada make up keluaran terbaru, aku langsung beli aja!” Dery memijit pelipisnya.


“Harus nya kamu utamakan dulu kebutuhan rumah kita Ren,”


“Kok kamu jadi gitu sih mas, kita udah sepakat loh tadi!”


“Iya tapi kamu tahu gak, aku bukan direktur keuangan lagi disana, jabatan ku turun Ren.. jadi kepala proyek! kamu tahu sendirilah gaji kepala proyek berapa, hanya 8 JT setiap bulan.. tolong ya kurangin gaya kamu yang kayak biasa nya.. karena gaji aku udah gak cukup!”


“Ya gak bisa gitu lah mas, ini nih Masalah nya kalau aku berhenti kerja!”


“Gak ada hubungannya sama kamu berhenti kerja, pak Zayn nurunin jabatan aku karena aku ketahuan ambil sisa dana proyek Jogja! dan Abian yang bocorin semuanya!”

__ADS_1


“Apa!”


__ADS_2