
“Sebenar nya..” Kalimat Putra menggantung di tenggorokan.
“Sebenar nya kenapa?”
__ADS_1
“Lupain aja lah.. oh ya.. berkas dari perusahaan pak Zayn sudah aku terima dan periksa, semua nya oke sih.. tinggal kami baca ulang lagi aja.. siapa tahu ada yang tidak kena dihati kamu.. katakan saja, biar kita bisa rundingkan kembali,”
Mas Zayn.. aku ingat malam ini aku memintanya datang kerumah.. tapi aku belum bicara apapun sama anak-anak. Kira-kira apa tanggapan mereka ya?
__ADS_1
“Eh iya..”
“Malah ngelamun, kamu denger gak aku ngomong a...
__ADS_1