
“Apa??” Renata memekik dengan suara yang cukup kuat.
“Mas Abian yang bilang? kata nya dia sahabat kamu, kok bisa sih dia gini mas!” Renata mulai meninggi kan suara nya, ia tak bisa bayangkan kalau saja Dery jatuh miskin, dan dia akan terlantar jadi nya. Apa guna nya dia merebut Dery dari Alin kalau ujung-ujungnya dia kembali ke setelan awal setelah dibuang oleh orang yang menjadikannya simpanan selama ini.
“Ya aku juga gak tahu kenapa dia begitu, intinya saat ini dia ada dipihak Alin,”
Baru saja Dery mengatupkan bibir nya, ponsel nya berdering tanda pesan masuk. Dari nomor tak dikenal. Begitu Dery membuka nya mata nya membeliak sempurna. Namun ia tak bersuara. Sebuah foto yang menampilkan wanita dengan tanpa busana sedang berada diatas tubuh seorang pria. Namun ia tak bisa melihat dengan jelas siapa wanita itu, karena hanya menampakkan rambut panjang nya saja, seperti nya foto nya diambil dari arah belakang.
Namun jiwa Dery terusik dengan caption yang dibubuhkan pengirim asing itu.
[Kalau kau penasaran dengan wajah perempuan ini, sabar bos.. setiap hari aku akan mengirimkan nya padamu, hingga wajah nya terlihat jelas!]
‘Siapa ini?’ batin Dery.. tidak menampik ia merasa penasaran dengan foto itu.
*
Waktu kian merangkak naik, Alin sedang disibukkan dengan status baru nya menjadi CEO Hars. Sedangkan Raka masih sering bolak balik Singapura untuk melihat keadaan disana. Sikembar juga sudah masuk ke dalam pesantren milik keluarga Yudhistira.
Sedangkan Dery, setiap hari ia selalu menerima gambar dari pengirim yang tidak dikenal. Gambar itu ia kumpulkan seperti puzzle yang menguak sebuah teka teki.
Dan Renata, karena kehidupan Dery yang semakin hari semakin pelit, ia lebih sering menghabiskan waktunya diluar rumah.
Hingga tibalah suatu pagi, saat Dery sedang pergi bekerja untuk menangani suatu proyek, tanpa sengaja ia melihat Renata sedang berada dalam mobil teman sekantornya, Eko. dulu jabatan Eko lebih rendah dari dirinya sebelum ia diturunkan jadi kepala proyek. Tapi sekarang, jelas jabatan Eko jauh lebih tinggi.
‘Renata dengan Eko?’ ingin sekali Dery mengikuti kemana Renata pergi, namun niat itu ia urungkan kan, mengingat Zayn menyuruhnya untuk lekas memeriksa apakah bahan-bahan tambahan sudah tiba dilokasi apa belum.
Rasa penasaran menjalari tubuh dan pikirannya. Pikirannya tak fokus saat bekerja, jelas bayangan Renata dengan Eko duduk bersama dalam satu mobil menjadi tanda tanya besar.
__ADS_1
Meskipun gaji Dery tidak sebesar sebelum nya, tapi ia tetap berusaha menuruti permintaan Renata yang luar biasa itu. setiap bulan selalu ada saja pengeluaran yang membengkak, hingga tabungannya benar-benar menipis.
“Halo, Bu?” Dery yang sedang berada di proyek menerima panggilan dari ibunya.
(Der.. Ini uwak, ibumu masuk rumah sakit baru saja.. kamu cepet kesini ya.. Uwak gak punya uang buat nyelesein administrasi awal, kalau enggak ibumu gak bisa dipindahkan keruang rawat!) ujar kakak dari ibunya, yaitu pak Manto.
“Ibu masuk rumah sakit Wak? sejak kapan?”
(Baru aja.. lagian kamu juga sebagai anak gimana sih, udah berbulan-bulan loh kamu gak jengukin ibumu.. lupa kalau masih punya ibu ya?)
“Iya maaf Wak, Dery sibuk.. Yaudah Dery kesana sekarang ya..”
(Ya sudah, cepet ya.. )
Sambungan ponsel ditutup, Dery langsung berpamitan pada Pak Suryo untuk melihat keadaan Ibu nya.. Sejak perpisahan nya dengan Alin, Dery memang sama sekali tak pernah mengunjungi Ibunya, pun Renata.. sama sekali tak mengingatkan dirinya tentang hal itu.
Dery melajukan mobil nya dengan kencang, hingga ia sampai dirumah sakit yang dimaksud Uwak nya dalam waktu 45 menit.
“Dery.. Itu Ibumu ada didalam.. kamu selesai kan dulu Administrasi awal nya ya..”
“Iya tapi Ibu sakit apa Wak,”
“Ibumu kan punya diabetes, itu kaki nya ada luka terus busuk, Uwak juga baru tau tadi pagi, karena bude mu yang bilang!”
“Astaghfirullah..” Dery mengusap wajah nya gusar, sebagai anak ia merasa bersalah karena terlalu abai pada ibunya sendiri, padahal dulu, sewaktu ia masih hidup bersama Alin, meskipun tanpa dirinya, Alin tetap pergi untuk menjenguk ibunya dengan anak-anak, tapi sekarang... ia ingin langsung melihat keadaan Ibunya namun Uwak nya menyuruh untuk menyelesaikan administrasi awal dulu..
Dery langsung mengiyakan kata Uwak nya , setelah itu ia baru bisa melihat keadaan Ibunya.
__ADS_1
“Bu..” wanita yang umur nya sudah tak muda lagi itu langsung membuka mata nya. Wajah nya Pucat dan terlihat begitu lemah.
“Dery.. Ya Allah nak..” Ibu dan anak tersebut langsung saling berpelukan.
“Kamu kemana saja? ibu kangen sama kamu, sama si kembar juga!” mencelos hati Dery mendengar ucapan ibunya.
“Maaf Bu, Dery sibuk.. Dery sampai lupa ngabarin ibu, aku sama Alin udah pisah Bu, udah hampir 6 bulan yang lalu..” jawab Dery agak pelan, ia melirik kaki ibunya yang kata nya membusuk. Benar kaki ibu nya sebelah kiri sudah dibalut perban. Dari kulit yang terlihat memang seperti nya luka nya cukup parah.
“Bu kenapa bisa begini? sejak kapan ada luka itu Bu?”
“Sudah hampir sebulan ini, ibu gak tahu kenapa bisa langsung separah itu, awal nya hanya tergores pas ibu ke kamar mandi, semakin hari luka nya membengkak terus mengeluarkan nanah seperti itu.. rasanya ibu sudah gak kuat Der!”
“Ya Allah Bu..”
“Kata dokter tadi, kaki ibumu harus di amputasi Der...supaya gak menjalar kebagian yang lainnya.”
“Diamputasi Wak..” lemas rasanya seluruh persendian tulang Dery, selain Memikirkan bagaimana biaya nya. Dery juga merasa kasihan dengan Ibunya, setelah ini pasti ibunya tak bisa tinggal sendirian.
“Dery.. Ibu pengen ketemu sikembar.. Ibu kangen banget Der..”
“Dery usahakan ya Bu, sejak kami pisah.. Dery sama sekali gak pernah denger kabar mereka, meskipun setiap hari Dery anterin Nimas disekolah yang sama, tapi 3 bulan yang lalu mereka sudah lulus, Dery juga gak tahu mereka sekolah dimana sekarang!”
Bu Salma mengangguk, ia mengerti Akun pasti merasakan sakit yang luar biasa setelah tahu anak nya menikah lagi. Tapi sebagai ibu.. dia juga tidak kuasa menolak permintaan Dery untuk merestui nya menikah dengan wanita yang ia cintai.
Setelah bicara dengan dokter siap biaya operasi ibunya, Dery masih memiliki beberapa tabungan dan aset, mungkin dia akan menjual mobil nya dan mengganti mobil nya dengan yang lain, yang tentu harga nya lebih murah. Setelah itu ia berjanji untuk membawa ibunya tinggal bersama dengannya.
Saat ia dalam perjalanan pulang, tanpa sengaja ia melihat mobil Eko yang baru saja meninggalkan rumah nya. Begitu ia masuk tak didapati Renata disana, suara gemercik air dikamar mandi menandakan kalau wanita itu sedang berada dikamar mandi.
__ADS_1
Dery melirik ke arah tempat tidur yang berserakan.
“Renata!”