Merindukan Cinta Suami

Merindukan Cinta Suami
Bab. 42 membujuk ALIN


__ADS_3

“Mas Dery?”


“Alin..” Raka langsung melengos saat tahu yang datang adalah orang yang sudah mengahancurkan hidup adik nya.


“Ada perlu apa mas?” tanya Alin dengan nada yang masih tenang, ia tetap harus bersikap sopan dengan mantan suami nya ini karena ada di kembar diantara nya.


Dery bergeming, Sudah lama ia tidak bertemu dengan Alin, sekarang mantan istrinya itu jauh lebih cantik seperti nya. Wajah nya juga tidak terlihat seperti umur 38 tahun. Ia masih awet muda seperti masih memasuki usia 30 tahunan.


Dery tersadar, ia langsung menangis didepan Alin. Ia ingin meraih tangan Alin, namun wanita itu secepat nya menghindar. Jelas Alin merasa tak nyaman Dery seperti itu, mereka bukan suami istri lagi, dan lagi sudah 8 bulan mereka berpisah.. Dan batu hari ini Dery menampakkan batang hidung nya. Apa terjadi sesuatu dengan Renata? batin Alin dalam hati.


“Maafin mas Lin, mas udah salah sama kamu.. Mas lebih memilih Renata daripada kamu dan anak-anak. Ibu sakit, dan dia rindu ingin bertemu dengan kalian semua..” ucap Dery lagi, kali ini dia sudah kembali dalam mode dimana dia masih begitu manis pada Alin, Dery berharap dengan begitu...Alin akan memaafkan diri nya.


“Sudahlah mas, aku dan kamu sudah berakhir, jangan ungkit itu lagi! dan juga .. kalau kami niatnya kesini mau ketemu anak-anak, mereka gak ada mas!”


“Kemana? mas juga kangen mereka, Lin.”


“Kamu lupa? anak-anak masuk pesantren setelah lulus kemarin, aku juga udah kirim pesan ke kamu kan? tapi kamu gak merespon sama sekali!”


Dery tercenung, Si kembar masuk pesantren tapi dia tidak ingat sama sekali? apa Alin pernah mengirimi nya pesan? ‘Ah.. aku sibuk kemarin-kemarin.. ’ Dery mengotak Atik hp nya dan benar saja, ada pesan Alin 5 bulan yang lalu belum di baca nya.


“Maaf Lin, kemarin-kemarin mas sibuk.. merek mondok dimana?”


“Mereka mondok di Al-Ikhsan! kalau kamu mau ketemu mereka, datang saja kesana! Maaf mas, bukan maksud mau mengusir.. Tapi mas Raka baru pulang dari Singapura.. Kami mau masuk dulu!”

__ADS_1


“Ada mas Raka di dalam?”


“Ada..” Alin langsung kembali kedalam mobil nya, namun belum sampai kaki nya melangkah kedalam mobil, tangan Alin sudah dicekal oleh Dery.


“Lin, tunggu.. mas mau bicara berdua sama kamu..!”


“Bicara apa mas?”


“Sebentar saja! mau ya..” rengek Dery, Alin langsung melirik kakak nya, Tapi Raka justru menaikan bahu nya, menandai ia menyerahkan semua nya pada Alin, sebenar nya malas sekali Alin meladeni Dery lagi. Tapi ia juga penasaran apa yang ingin Dery katakan pada nya.


“Baiklah, kita bicara di teras depan saja!” Dery sumringah, ia masih yakin sekali kalau Alin pasti akan luluh pada nya lagi.


Saat ini mereka sudah ada diteras rumah Alin, Raka sendiri langsung masuk kedalam rumah.


“Lin, Renata selingkuh dari mas.. Dia selingkuh dengan Eko,” cicit Dery pelan.


“Lalu.. hubungannya dengan ku apa mas? kenapa kamu menyampaikan ini ke aku?”


“Mas minta maaf, atas kebodohan yang sudah mas lakukan ke kamu dan anak-anak. Mas akan turuti kalau saat ini kamu menyuruh mas menceraikan Renata, Kita kembali bersama ya Lin.. Kita rujuk lagi demi anak-anak!”


Alin menatap lekat wajah laki-laki yang pernah amat sangat menyakitinya dulu. Lupa kah dia kalau dulu dia begitu memuja Renata? sampai-sampai ia rela bersimpuh di kaki Alin, agar Alin mau menerima Renata menjadi madu nya. Lupa kah dia kalau dulu ia diabaikan karena sudah merasa bahagia bersama istri kedua nya itu?


“Kenapa selalu anak-anak yang kamu jadikan alasan untuk memenuhi keinginan mu mas?”

__ADS_1


“Maksud nya apa, Lin? mas bersungguh-sungguh minta maaf, mas sadar sekarang semua yang terjadi pada mas, itu karena kesalahan yang mas perbuat pada kalian! Meskipun anak-anak tidak memperlihatkan kesedihan mereka tentang perpisahan kita, tapi aku yakin mereka tetap menginginkan kita bersatu kembali, Lin.. mas yakin seratus persen, mereka bahagia kalau kita rujuk kembali!”


“Kamu sadar dengan ucapan mu barusan, mas?”


“Mas sadar, kamu kenapa sih Lin..”


“Kalau kamu sadar, aku ingatkan lagi.. Kita sudah berpisah 8 bulan yang lalu mas, dan kamu meminta rujuk lagi karena Renata sudah ketahuan menduakan kamu,.begitu? kamu lupa seberapa besar dulu kamu mencintai Renata? kamu mengabaikan aku, mengabaikan anak-anak demi keluarga baru kamu itu?? dan apa tadi? kamu bilang anak-anak akan bahagia kalau kita rujuk?? bahkan dulu yang meminta aku untuk cerai dari kamu itu mereka, mas!”


Dery tersentak kaget, kedua putra nya yang meminta Alin bercerai dari nya? ia tahu memang kesalahan nya sangat besar. Tapi setiap orang pasti punya kesalahan kan?


“Jangan mengada-ada Lin, mana mungkin anak-anak meminta orang tua nya bercerai!”


“Gak mungkin memang, tapi begitulah kenyataannya! anak-anak jengah dengan sikap kamu yang terlalu condong pada Renata dan anak nya. Mereka punya mata yang bisa melihat dengan jelas bagaimana perlakuan mu ke mereka mas! jadi jangan salah kan didikan ku, atau mereka yang mulai tidak bisa menghormati kamu sebagai Abi mereka!”


“Lin.. mas tahu kesalahan mas begitu besar, mas minta maaf.. Bukan nya setiap orang pernah melakukan kesalahan? Lagian ibu sakit Lin, kaki ibu akan diamputasi.. mas gak tahu sampai dimana batas usia nya, Ibu kangen sama kamu dan anak-anak!”


Alin mengambil nafas pelan, lalu membuang nya dengan pelan juga. Kalau dia bisa memilih, ingin sekali dia egois dan tidak mau tahu dengan keluarga mantan suami nya. Tapi Sikembar?? ibunya Dery nenek mereka satu-satunya.. Jahat kalau sampai Alin melarang anak-anak nya mengunjungi nenek mereka.


“Aku udah maafin kamu mas, tapi bukan berarti aku lupa dengan semua nya, bahkan semua itu masih tercetak jelas di pikiran ku! aku gak bisa untuk rujuk sama kamu.. belajar lah menerima masalah tanpa mencari pelarian! soal anak-anak.. Aku akan coba telepon pengurus disana untuk meminta izin apakah boleh mengajak mereka menjenguk Ibu.. Sekarang sudah larut, mas pulang lah.. gak baik kita berlama-lama hanya berdua saja!” usir Alin dengan nada halus, Alin merasa tak nyaman berlama-lama dengan Dery begini. Apalagi tadi Zayn baru saja melamar nya, kalau sampai dia tahu..


‘Kenapa aku memikirkan mas Za disaat seperti ini?’ batin Alin sendiri.


Dery nampak melihat ke kiri dan kanan. Ia masih ingin berlama-lama dengan Alin, tapi Alin sudah menyuruh nya pulang.

__ADS_1


“Baiklah.. mas pulang.. mas masih berharap kamu memikirkan kata-kata mas barusan Lin, pikirkan dengan baik dan benar.. Apa kebaikan-kebaikan yang kita dapat kalau kita kembali bersama..”


__ADS_2