
"Kamu.." suara Alin tercekat di tenggorokan, ia tak menyangka, kalau pimpinan tempat mantan suami nya bekerja adalah laki-laki yang pernah ia temui di mall waktu itu, serta hakim yang membantunya memputus perceraiannya.
"Ya.. ini aku Ralin!" Kata Zayn, ia tahu Alin masih bingung.
"Hai Za! Apa kabar?" Kini giliran Raka yang bersuara, ia menjabat tangan Zayn lalu memeluk nya seperti mereka adalah teman lama yang baru bertemu setelah sekian lamanya.
"Kabar baik.. Ya beginilah!"
"Masih bujangan kah??"
"Jangan mengejek ku Ka, aku pernah menikah.. Kau tahu itu kan?"
"Iya aku tahu, kau masih ingat dengan Alin rupanya?"
Zayn nampak kikuk dan canggung, saat Raka membahas Alin, memang jauh dilubuk hatinya ia masih begitu mengingat Alin, gadis yang menolak nya 15 tahun yang lalu. Bahkan sebelum mereka bertemu.
"Kebetulan, aku lah hakim anggota yang menangani kasus perceraian nya,"
"Really?" Zayn mengangguk.
"Ternyata mas mengenal pak Zayn?" Tanya Alin.
"Jelas kenal dong, dia ini temen mas sejak kami masih SD.."
"Oh ya.."
"Sudahlah.. mari kita bahas pekerjaan dulu, baru setelah itu kita lanjutkan mengobrolnya."
"Baiklah.. oh ya.. perkenalkan ini orang yang selama ini memegang kendali perusahaan kami, Putra. Dan kebetulan baru hari ini Alin bergabung disana," ujar Raka, ia juga memperkenalkan Putra pada Zayn.
POV Alin
__ADS_1
Setelah membahas pekerjaan selama kurang lebih satu jam. Pak Zayn memanggil staff nya yang akan ikut berkontribusi atas kerja sama ini. Dia adalah Derry Dirgantara , dan Abian Mahesa. Saat mendengar nama mas Dery disebut, jantung ku seperti ditarik dari tempat nya. Kenapa lagi-lagi aku harus berurusan dengan nya?? Apalagi Renata juga akan ada disana.
"Bu Alin.." panggil pak Putra, seperti nya ia peka jika saat ini aku sedang gelisah menanti mas Dery masuk.
"Iya pak.."
"Bersikap santai lah.. buktikan padanya kau jauh lebih baik setelah lepas dari nya.." bisik pak Putra padaku. Aku mengangguk setuju, dan saat aku mengalihkan pandanganku agar aku bisa menepis rasa gugup. Ekor mata ku tak sengaja menatap pak Zayn yang entah sejak kapan sudah memandang ku. Saat mata kami bertemi, ia buru-buru mengalihkan pandangannya ketempat lain.
Apa itu hanya perasaan ku saja atau..
Sepertinya pak Zayn mengenalku lebih dari sebatas hakim saja.
Selang beberapa menit kemudian, suara pintu ruangan pak Zayn diketuk. Dan muncullah mas Dery serta mas Abian. Ya aku juga kenal dengan Abian sahabat baik dari manatan suami ku.
Kulihat, mas Dery nampak terkejut dengan kehadiran ku disana. Rahang nya mengeras, sepertinya dia sedang marah. Tapi apa peduliku?? Dia sekarang bukan siapa-siapa. Hanya mantan suami dan Ayah dari anak-anak ku saja.
"Selamat siang pak Dery, pak Abian.. perkenalkan ini klien baru kita.. Bapak Raka Dwi Harsono, Ibu Ralin Ayuningtyas Harsono serta Bapak Putra Yudistira. Mereka semua perwakilan dari Hars Company.
Sepanjang meeting, kulihat mas Dery berulang kali mencuri pandang dengan ku, ada kilat amarah disana. Dan setelah setengah jam meeting kami selesai.
"Selamat bekerja sama pak Zayn, Pak Abian dan pak Dery!" Ucapku pada mereka bertiga.
"Sama-sama, Bu! Semoga kerja sama kita berjalan lancar dan sukses!" Jawab Pak Zayn dengan lengkungan senyum menghiasi wajah nya. Akupun membalas nya dengan lengkungan senyum yang sama.
Setelah nya kami langsung keluar, tapi saat kaki ku akan meninggalkan ruangan pak Zayn. Dery menarik paksa tangan ku. Tentu saja rasanya sakit.
"Apa-apaan kamu! Lepas!" Titahku pada nya. Enak saja dia menarik ku didepan umum seperti ini.
"Kamu yang apa-apaan, selama ini kamu udah bohong sama aku Lin, Aku pontang panting cari kerjaan dulu nya, tapi kamu malah diam aja padahal Hars Company milik keluarga mu!!" Ohh jadi ini yang dia permasalahan kan? Aku bersyukur papa melarang mas Raka memberi tahuku. Kalau tidak entah apa yang akan dia perbuat dengan selingkuhannya itu.
Aku mengangkat sudut bibirku. Kulihat kali ini mas Raka dan Putra diam. Seolah memberikan aku ruang untuk menyelesaikan masalahku sendiri.
__ADS_1
"Lalu kenapa kalau Hars Company milik keluarga ku? Aku juga gak berharap kamu bisa sukses lewat jalur papa ku! Tapi sekarang kita bukan siapa-siapa lagi mas! Jadi berhenti mengurusi hidup ku!" Ucapku.
"Enggak ! Aku gak terima kamu beginiin...kalau memang Hars Company itu milik mu, aku minta harga Gono gini! Kalau enggak aku bakal ambil hak asuh Kembar!!"
"Ngawur kamu ya?? Aku baru bergabung disana hari ini? Dan kamu mau minta pembagian harta Gono gini? Gak waras kamu mas!"
"Terserah!! Aku gak mau tahu Lin, aku gak terima kamu bohongin kayak gini!" Imbuhnya lagi. Semakin kesini kenapa aku jadi ilfeel sama sikap nya. Kenapa selama 15 tahun ini aku hanya melihat sikap nya yang penyayang saja? Ternyata banyak sisi brengsek yang dia pendam juga.
"Terserah kamu lah mas , aku gak ada waktu untuk ngeladeni mantan yang makin kesini makin kesono." Malas sekali menjawab ocehannya kali ini. Aku melangkah kan kaki ku untuk kembali bergabung bersama dengan Kakak dan rekan ku. Namun saat kaki ku hampir meninggalkan nya. Tangan ku kembali dicekal dengan sangat kuat. Kali ini benar-benar sangat kuat hingga aku meringis kesakitan.
"Kau mau pergi kemana, selesaikan dulu masalah kita!" Ujar nya dengan mata yang memerah menahan amarah.
"Lepasin tangan Alin, atau gue buat tangan lo patah!" Rupanya mas Raka jengah juga hanya jadi penonton saja. Aku tak habis pikir dengan mas Dery. Ini tempat umum, tapi dia berani berteriak dan menahan ku disini? Memalukan!
"Patahkan saja tangannya mas!" Sahut ku kesal, mas Dery membulat kan mata nya. Mungkin ia terkejut melihat aku segarang ini, tidak seperti biasanya.
Perlahan cekalan tangannya melemah, aku manfaatkan untuk segera lepas dari sana. Namun saat aku hampir sampai pada mas Raka, gerakan cepat tangan mas Raka berhasil memberi mas Dery pukulan telak tepat dihidung nya.
Bugh!
"Aw!" Mas Dery langsung terhuyung kebelakang sambil memegangi hidung nya.
"Berani lo lo sentuh Alin lagi gue habisin tangan lo!" Teriak mas Raka.
"Ya ampun mas!" Kulihat Renata lari dengan kecepatan yang sedang mengahampiri suami nya.
"Renata?" Ucap mas Raka lirih.. mas Raka juga kenal dengan Renata?
Mendengar namanya disebut Renata pun berbalik dan menatap Raka beberapa detik.
"RAKA.."
__ADS_1