Merindukan Cinta Suami

Merindukan Cinta Suami
Bab.45 Tak tahu malu


__ADS_3

Laki-laki berpikir pakai logika, sedangkan perempuan berpikir menggunakan hati dan perasaan.


Alin keluar dari rumah sakit dengan rasa marah dan benci yang membunca, ia kesini bukan berarti ia masih mau kembali dengan Dery, tapi laki-laki yang sudah jadi mantan suami nya itu memiliki tingkat pemikiran yang praktis, dengan mudah nya dia mengatakan kalau Alin masih mencintai nya.


Alin terus berjalan tanpa melihat kekiri dan kanan, kedua putra nya hanya diam tak bereaksi, bukan mereka ingin begitu, tapi mereka ingin memberikan ruang tersendiri untuk ibu nya menenangkan amarah nya sendiri.


‘Jangan salahkan aku jika suatu hari nanti aku membenci mu, Bi!’ batin Rafa dalam hati, amarah yang sedikit demi sedikit hadir dalam hati anak itu, seperti nya sebentar lagi akan meluap.


‘Cukup, Bi.. apa yang aku pelajari dari mu.. takkan aku lakukan suatu hari nanti terhadap keluarga ku!’ Raffi ikut bermonolog dalam hati.


Braaak!!


“Awww...” Alin meringis kesakitan saat ia sadar menabrak seseorang.


“Maaf Lin, aku sengaja berdiri didepan mu, karena sejak tadi aku panggil, kau tidak menoleh sama sekali, ada apa?” ujar Zayn. Alin mendongak untuk memastikan siapa laki-laki yang mengatakan itu.


“Mas Za?”


“Om Zayn..” ucap Alin dan sikembar bersamaan.


“Wah kompak banget ibu anak ini ya.. kalian kesini ada yang sakit kah? atau kamu yang sakit, Lin?” ujar Zayn. Karena dia memperhatikan sejak tadi Alin sibuk dengan pikirannya sendiri, kedua anak nya juga sama.. apa ada yang terjadi dengan mereka? batin Zayn dalam hati.


“Bukan kami yang sakit mas, tapi nenek nya anak-anak..”


“Ibunya Dery?” Alin mengangguk.


“Terus habis berkunjung kenapa muka kalian pada masam begini, hmm?” Zayn kembali menelisik wanita yang telah ia pinang tersebut, meski Alin belum menjawab Ya, tapi ia tetap peduli dengan Alin dan anak-anak nya.

__ADS_1


Andai Alin sudah menerima pinangan nya, pasti hidup nya bahagia, punya istri sebaik Alin dan anak-anak yang tampan seperti Rafa dan Raffi.. Tapi Zayn juga harus siap kalau-kalau Alin akan menolak dirinya.


“Gak apa-apa mas.. lupain aja.. mas sendiri ngapain disini?”


“Oh.. Mas lagi mengunjungi temen.. ”


“Tapi waktu itu kita juga ketemu disini kan, waktu Raffi terserempet motor, apa orang itu masih orang yang sama, yang kamu jenguk mas?” tanya Alin penasaran, ia jadi bertanya-tanya ada urusan apa Zayn dirumah sakit? kenapa setiap dia kesana, selalu ada tidak sengaja bertemu dengan Zayn?


‘Kenapa seperti nya kau menyimpan misteri mas? atau semua hanya pemikiran ku saja?' monolog Alin dalam hati.


“Emm, mungkin bisa di bilang begitu.. jadi sekarang kalian mau pulang? atau mau kemana ni..” Zayn sepertinya mengalihkan pembicaraan,agar Alin tak menanyai terus soal diri nya.


“Kita mau ke mall om, ada beberapa yang kami butuhkan sebelum balik ke pondok!” sahut Raffi.


“Oh ya.. gimana disana, belajar nya gitu. seru gak sih di pondok?”


“Seru banget ya.. kalau Raffi?”


“Raffi mah semua dilibas om, tapi kalau hapalan paling lelet dia tuh!” Rafa menjawab lagi.


“Jangan gitulah kak, aku suka dibagian seni gitu om, kayak bikin kerajinan tangan.. Lebih seru gitu, ya walaupun berkuda sama memanah memang seru, tapi kayak nya lebih seru bikin miniatur deh!”


“Apapun itu asal kita melakukan nya dengan hati pasti hasil nya akan beda. Kayak Rafa mungkin sekarang lebih tertarik di olahraga berkuda dan memanah kan, kalau kamu rutin dan gigih belajar insyaAllah nanti jadi atlet berkuda, nah kalau Raffi kan hobi nya ada di kerajinan tangan, kalau kamu gigih untuk terus belajar, nanti bisa jadi pengusaha.. ”


“Iya juga ya om.. pengen deh Raffi punya toko kerajinan tangan gitu.”


“Nanti kalau kalian sudah besar dan siap, ummi pasti bikinin toko buat Raffi ya.. dan untuk Rafa, apapun yang menjadi hobi kamu.. Umi akan dukung nak..”

__ADS_1


“Nah itu udah dijawab sama Umi, tugas kalian sekarang ini belajar dulu ya.”


“Pasti Umi.. kami bakal umi bangga..” mata Alin berkaca-kaca mendengar semua itu dari buah hati nya.


“Kamu punya anak yang bijak Lin, andai saja aku punya anak seperti mereka..” lirih Zayn pelan, tapi masih bisa didengar oleh Alin.


“Alin!!” suara bariton laki-laki membuyarkan kebahagiaan mereka. Sontak saja semua nya memutar kepala mereka untuk melihat pemilik suara itu.


“Kamu masih disini?” Dery langsung menatap tak suka pada Zayn yang berdiri diantara anak dan mantan istrinya.


“Kami udah mau pergi kok!”


“Mas mau bicara!” tanpa meminta persetujuan Alin, Dery langsung menarik tangan Alin menjauh dari Zayn dan kedua anak mereka.


“Lepas mas! kalau mau bicara kenapa gak disana aja!”


“Mas cuma mau bicara berdua sama kamu! tanpa laki-laki itu!” mata Dery mengarah pada Zayn, lagi-lagi ia merasa tak suka melihat kedekatan Alin dengan laki-laki lain.


“Mau bicara apa? katakan.. aku gak punya banyak waktu mas!” sentak Alin dengan nada ketus, ia merasa tak enak dengan Zayn karena sikap Dery seperti itu.


“Kamu ngapain deket-deket sama dia! mas gak suka ya Lin, apapun kerja sama kamu sama pak Zayn batalin aja! sok-sokan lagi dia akrab sama anak-anak.” jawab Dery dengan tidak tahu malu nya, jelas ia tak suka Alin dekat dengan orang lain, posisi nya akan terancam.


Alin memicingkan mata nya, makin lama sikap Dery membuat nya ilfeel.


“Tunggu.. hak kamu ngelarang aku Deket sama sama Zayn apa ya? apa perlu aku mengeluarkan surat cerai kita mas? barangkali kamu lupa!” balas Alin ketus.


“Jangan bahas yang sudah lalu, Lin! makanya kita rujuk biar gak ada laki-laki yang deketin kamu! lagian diumur mu yang sekarang, sudah jangan mikir aneh-aneh lah.. gak malu kamu nikah lagi sama orang lain? anak udah remaja juga.. Tingkah nya masih kayak ABG aja!”

__ADS_1


“Msksud kamu apa ngomong kayak gitu?? hubungan kita udah selesai, mas! bahkan setelah kamu memutuskan menikah lagi dengan Renata! bukannya yang gak tahu malu itu kamu ya.. udah berumur juga yang ada di otak kamu cuma nafsu kamu aja!! Kalaupun misal nya ni ya.. aku mau nikah lagi, terus masalahnya dimana? aku single.. aku bebas mau nikah lagi atau enggak! kamu gak berhak ngatur-ngatur aku lagi, karena hubungan kita hanya sebatas orang tua untuk si kembar, bukan suami istri lagi! sampai disini paham??”


__ADS_2