Merindukan Cinta Suami

Merindukan Cinta Suami
Bab.35 Kedatangan Dery


__ADS_3

“Siapa yang melamun?”


“Orang lewat Bu barusan, gak lihat ya.. ya udah!” ujar nya lagi, kini Putra kembali pada mode awal nya datar, tanpa ekspresi, sedang mata nya masih awas menatap jalanan.


Alin hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah Putra yang seperti itu, selera humor nya jelek banget. Lagi-lagi Alin menarik nafas nya pelan.


“Jadi kita langsung kerumah ni Bu?”


“Iya pak!”


Putra mengangguk lalu tak ada pembahasan yang berarti lagi sampai tiba dirumah Alin.


Begitu mereka sampai, jam sudah menunjukan waktu Ashar. Putra melirik Arloji ditangan nya, lalu mendekati Raka.


“Ka, gue boleh numpang shalat gak?”


“Udah masuk Ashar ya.. boleh, kita berjamaah aja kalau gitu?”


Alin, kedua putra nya termasuk Rafi dan juga Raka mengikuti Shalat berjamaah yang dipimpin oleh Putra, bacaan nya surah nya bagus sekali.. meskipun Rafi sedikit tertatih karena lutut dan siku nya yang mulai terasa kaku di gerakkan, namun ia tetap melaksanakan kewajiban nya sebagai umat Islam.


Tok..tok..tok..


Tepat setelah mereka mengucapkan salam, terdengar pintu rumah diketuk, Alin beranjak untuk membuka pintunya, tanpa melepas mukenah yang sedang ia kenakan.


Begitu pintu terbuka,

__ADS_1


“Dimana Rafi?” tanya Dery dengan tanpa mengucapkan salam


“Masih peduli kamu?”


“Jaga bicara mu ya Lin, Rafi itu anakku jadi wajar kalau aku khawatir sama dia?”


“Khawatir kamu bilang? lalu kemana kamu tadi, pas Rafi jatuh dan butuh pertolongan? kamu ada ditempat loh mas! tega kamu ninggalin anak kamu tergeletak disana!” jawab Alin degan intonasi yang lumayan tinggi, Raka yang mendengar suara Alin langsung melihat ada kejadian apa, sampai membuat adik nya semarah itu, begitu juga dengan Putra. Meski tak ada kata-kata apapun yang keluar dan bertanya pada Raka, namun Putra tetap melihat kelantai bawah.


Yang Raka tahu, selama ini Alin selalu bisa meredam amarah nya, jika dia sampai lepas kendali seperti itu, bisa dipastikan orang itu melukai orang-orang yang teramat ia sayangi.


sebelum Raka berjalan mendekat, ponsel nya berdering tanda ada pesan masuk.


[Hai mas.. Masih ingat aku gak?] Raka langsung melihat profil pengirim pesan itu. Renata rupanya.


‘Mau apa kau menghubungi ku! dasar licik!’ Raka memilih membiarkan saja pesan itu tanpa ada berniat membalas nya.


“Gak semudah itu mas! kamu udah ngelukai anak kita! kamu sadar gak?? kamu bisa bawa kedua nya kerumah sakit, baik Nimas ataupun Rafi! tapi kamu malah memilih membiarkan Rafi tergeletak disana, dimana hati kamu hah! dia anak kamu, darah daging kamu, kamu bisa pukul aku kamu bisa khianatin aku, tapi jangan abaikan anak kamu sendiri!”pecah sudah emosi yang sejak tadi tertahan.


Raka sudah gemetar menahan kepalan tangan nya yang hendak ia layangkan untuk meninju Dery, namun Putra melarang nya.


Sebenar nya Putra juga ingin menghadiahkan satu tinju untuk laki-laki yang tak pandai bersyukur seperti Dery ini, tapi ia harus bisa menahan diri untuk berbuat hal yang diluar batas. Mengingat dia bukan siapa-siapa disana.. Hanya tamu yang tak sengaja mendengar perdebatan dari mantan suami istri itu.


Dery tercekat, kata-kata Alin barusan seperti gumpalan batu yang melesak masuk mengenai jantung nya. Beberapa kali ia berusaha menelan Saliva nya. Selama menikah dengan Alin, baru ini kali pertama nya ia mendengar Alin berteriak sekencang itu.


“Alin..” panggil Dery selembut mungkin, ia masih ingin membujuk Alin.

__ADS_1


“Pergi lah mas, jangan perlihatkan lagi wajah mu di hadapan ku!”


“Gak bisa gitu, Mereka anak-anak ku juga.. kamu gak berhak melarang aku ketemu mereka!”


“Kalau kamu merasa punya anak, sikap mu tidak seperti itu, kamu dulu menjanjikan keadilan jika aku mau menerima Renata kan? tapi apa sekarang?? anak mu saja kau abai kan! aku tidak bilang untuk kau mengabaikan Nimas, jika tidak bisa memilih kedua nya maka bawa kedua nya.. itu lebih baik dari pada kau membiarkan anak mu tergeletak tak berdaya disana!?”


“Alin! kau tidak ada di posisi ku saat itu, aku begini juga karena kau yang nekat ingin pisah, padahal kita bisa hidup rukun, Rafa dan Rafi masih punya keluarga yang lengkap, mereka tidak kekurangan kasih sayang ku kan.. semua karena kamu Lin, kamu yang egois hanya memikirkan perasaan mu sendiri! sok-sokan merasa sakit hati di madu, semua itu karena belum terbiasa saja!! sejak dulu aku selalu bilang begitu kan?” kata Dery panjang lebar, ia melupakan kalau tadi ia sudah mulai bicara manis pada Alin. Sekarang ia kembali dengan mode yang semula.


Alin berdecih dan menyunggingkan bibir nya. Setelah nya ia menggeleng pelan. Ternyata seperti ini sifat asli suami yang nikahi 15 tahun belakangan.


“15 tahun mas.. 15 tahun aku hidup dengan suami pembohong seperti kamu! 15 tahun aku mengabdikan hidup ku untuk mendampingi kamu.. apa Yang aku dapat? kebohongan.. kamu merajut kebohongan itu dengan kepura-puraan kalau kau menyayangiku, menganggap ku wanita beruntung karena telah bersanding dengan mu! Aku tenggelam dengan kepalsuan yang kau ciptakan sendiri, kamu bisa bayangin jadi aku?? sakit mas, sakit sekali mengetahui kalau suami ku tidak pernah mencintai aku, dia mencintai wanita lain, lalu dengan mudah nya kau meminta ku menerima Renata? kau berasumsi dengan aku menerima Renata semua akan baik-baik aja, gitu?”


“Kenapa jadi melebar kemana-mana? Aku tahu Lin, jauh dilubuk hati mu yang paling dalam kau masih mencintai ku kan? jadi bisakah menepis semua ego mu untuk anak-anak kita?” Dery masih berusaha.


“Kamu waras mas? kamu lupa tamparan tangan mu yang masih terasa sampai sekarang? karena apa?? karena kau menuduhku selingkuh atas aduan Renata!!”


“Aku lihat sendiri foto itu! mana mungkin Renata berbohong!”


Mendengar adik nya pernah dikasari oleh Dery, membuat Raka tidak bisa menahan diri lagi.


“Cukup Dery!! Jauhkan dirimu dari adikku!! selangkah lagi kau maju mendekati Alin, kau tahu sendiri akibat nya, kau pikir Renata itu wanita baik-baik?? ah aku lupa, orang yang sedang bucin lupa kalau dia buta dan tuli!” sahut Raka.


“Mas!! jaga bicara mu, jangan ikut campur soal rumah tanggaku dengan Alin!”


“Kita sudah berpisah mas! jangan lupakan itu..”

__ADS_1


“Bilang sama mas Raka untuk gak mencampuri urusan ku, tahu apa dia tentang Renata?” balas Dery.


“Aku tahu, bahkan sebelum kau sendiri!


__ADS_2