MISTERI Dusun Alas

MISTERI Dusun Alas
#30


__ADS_3

Malam hari.


Seperti biasa mereka semua berkumpul di ruang tamu.


Tania sibuk mengurusi proposalnya, begitu juga dangan teman-teman yang lainnya.


"Yank, temenin yuk ke belakang! Mulesss..." Ucap Tiwy dengan manja.


Tania hanya melirik sekilas ke arah Ebot dan Tiwy, lalu kembali tenggelam dengan pekerjaannya sendiri.


Trauma deh!


"Sekarang??? Serius???" Ebot terlihat ragu.


Tania yakin kalau Ebot pasti takut karena terakhir kali saat menamani Vhie malam itu, Ebot juga sempat melihat sosok penghuni belakang rumah.


"Tan..." Panggil Ebot.


"Hmm?" Tania hanya menggumam menanggapinya tanpa melepaskan pandangannya dari proposalnya.


"Temenin yuk..." Pintanya.


"Yang lain aja, napa? Gue lagi ada kerjaan nih." Ucap Tania dengan malas.


"Ya ampun, Tan. Pleaseee...Tega bener lu deh. Sohib lu sendiri ini yang lagi mules..." Ebot masih terus berusaha memaksa Tania.


"Iya Tan, yuk. Kemaren aja lo mau nemenin Vhie." Tiwy ikut memaksanya.


"Ya udah, ayok!" Akhirnya Tania menyerah.


Hmm, terpaksa deh mau! Daripada ntar dibilang nggak setia kawan!😌


"Eh, ikut dong!" Sekar juga ikutan.


"Gue jugaaa..." Vicky juga sepertinya ikut mules.


Buset! Bisa pada barengan gini? Borongan nih.


Akhirnya mereka beramai-ramai pergi ke wc belakang rumah. Pada absen dulu, ya. 😅


Tania, Tiwy, Ebot, Sekar, Vicky, Aisyah, dipaksa Tania untuk menemani. Riswanto juga ditarik paksa oleh Tania.


Yang lain dengan santainya melenggang ke belakang rumah.


Hanya Tania dan Ebot yang merasa ragu-ragu sekaligus takut juga.


Suara pintu berdecit ketika dibuka.


"Bot, ganjel aja pake kursi!" Pinta Tania.


Ebot tanpa bertanya langsung mengambil kursi dan meletakkannya didepan pintu. Antisipasi kejadian malam itu.


"Ngapain sih digituin?" Tanya Riswanto heran.


"Nih pintu suka nutup sendiri, Ris. Kena angin mungkin." Kata Tania berbohong.


Riswanto mengerutkan kening, tau kalau ada yang tidak beres.


Mereka pun berjalan menuju wc yang jaraknya kurang lebih 10 meter dari rumah.


Semilir angin malam begitu menusuk tulang.


Tania merapatkan jaketnya sambil menengok kesana kemari. Dia paling tidak suka dikagetkan, jadi lebih baik siap-siap saja.


Kebetulan, wc ada 4 bilik, jadi mereka tidak harus mengantri dan langsung masuk ke bilik masing-masing. Masih ada 1 bilik wv yang kosong.


Diluar hanya Tania, Ebot, Aisyah dan Riswanto yang menunggu.


"Aneh ya? Wc pake misah jauh gini." Kata Aisyah.


"Namanya juga di desa, Syah. Di tempat kakek ku juga gini. Bahkan kamar mandinya aja kebuka dan kudu nimba." Kata Riswanto yang sudah tidak merasa heran dengan suasana di desa ini.


"Desa lu horor kagak, Ris?" Tanya Ebot, mulai.


"Ehemmm!" Tania sengaja berdehem sambil melototin Ebot.


Soalnya si miss K ini paling senang kalau dibahas. Pasti akan muncul.


"Kenapa sih, Tan?" Tanya Aisyah heran.


"Nggak apa-apa. Nggak udah bahas horor deh di sini. Nggak liat apa, kita lagi dimana?" Ucap Tania.


Ebot cengengesan.


"Eh, besok kak Iqbal dateng jam berapa, Tan?" Tanya Riswanto.


"Nggak tau, Ris. Dia nggak bilang tadi." Jawab Tania sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar dan angin semakin berhembus kencang. Aneh rasanya.


"Bau apaan nih, ya?" Celetuk Ebot sambil menutup hidungnya.


"Yang pada di dalem kali. Nge bom kan?" Jawab Aisyah ngasal.


"Bukan. Ini bau anyir, Syah. Campur wangi juga..." Jawab Ebot.

__ADS_1


Tania dan Riswanto saling pandang dan diam.


"Udah belom yaaa...?" Teriak Tania kepada teman-temannya yang masih didalam bilik wc.


Karena mereka tidak kunjung menjawab, Tania iseng berjalan mendekat ke bilik dan mengetuk pintu biliknya satu per satu.


'Tok tok'


"Bentar.." Suara Tiwy.


'Tok tok'


"Iya, ini udah selesei.." Suara Sekar.


'Tokk tok'


"Bawel lu, iya bentar napa?!" Teriak Vicky.


Saat Tania berjalan melewati bilik wc ke empat, malah dirinya mendengar suara ketukan dari dalam. 'Tokk'


Tania berjengit kaget dan menoleh ke bilik itu. Gue salah denger kali, ya?


Tania perlahan mendekat dan mendengar ada suara dari dalam.


"Bentar lagi...hihihihi..."


Seketika bulu kuduk Tania berdiri dan langsung menjauh, kembali menunggu bersama teman-teman yang lain.


"Kenapa Tan?" Ebot menatap bingung.


"Nggak apa-apa." Jawabnya singkat.


"Bohong lu, pasti ada---


"Ssstt!!" Tania langsung menghentikan perkataan Ebot dan Ebot langsung terdiam karena paham.


"Duh, pada lama banget sihh?! Buruan dong!!" Seru Aisyah yang paham dengan situasinya sekarang dan mulai takut juga.


Sekar kemudian keluar. "Sori, lama." Ucapnya. "Eh, kalian kenapa pada pucet gini? Kedinginan ya?" Lanjutnya bertanya dengan heran.


"Iya dingin. Tiwy kok lama banget ya." Aisyah mencoba menutupi rasa takutnya.


Tak lama, Tiwy pun menyusul keluar. Hanya tinggal Vicky.


"Vick! Buruan napa? Elu lagi boker apa bertapa sih?!" Teriak Ebot.


"Iyaaa...!" Teriak Vicky menjawab Ebot.


Vicky melihat bilik wc disebelahnya lalu mengetukknya. "Pul, buruan! Kita tinggal nih!"


Loh, kok 'Pul' sih???


"Vick, sini buruan!!" Pinta Riswanto dan Vicky berjalan mendekat.


"Elu manggil siapa, Vick?" Tanya Ebot.


"Si Ipul. Dia ikut mules juga ternyata yak." Jawabnya dengan santai.


"Wah, nggak beres nih.." Gumam Ebot yang mulai panik.


"Kenapa sih?" Tanya Vicky bingung.


"Ipul dari hongkong?! Dia ada didalem rumah kali!" Ucap Ebot sambil menjitak Vicky.


"Lah terus, siapa dia? Orang tadi kita sempet ngobrol juga..." Tanya Vicky dengan wajah yang sudah berubah menjadi pucat.


"Kita balik!!" Pinta Riswanto.


Mereka semua bergegas kembali masuk ke dalam rumah. Namun, baru saja mereka akan sampai, tiba-tiba.....'Brakkk!'


Pintu tertutup dengan sendirinya.


"Mampusss!" Pekik Ebot lalu berlari ke pintu dan menggedor-gedornya sekuat tenaga.


"Bukaaa, woiii!! Bukain!!!" Ebot berteriak sambil terus menggedor-gedor pintunya.


Riswanto yang ada di paling belakang sendiri mencolek pundak Tania. "Tan!"


Tania pun menoleh dan Riswanto melihat ke arah wc.


Di sana ada sosok miss K yang waktu itu pernah mereka lihat.


Tania langsung ikut menggedor-gedor pintunya dengan keras dan tidak sabaran.


"Elu kenape, Tan?" Tanya Ebot heran.


"Noh, dibelakang!" Jawab Tania tanpa ingin menoleh lagi kebelakang.


"Huaaaaa!!! Woiiiii...Bukaaaa!!!" Ebot makin panik.


"Itu siapa lagi sih?" Tanya Aisyah yang juga ikut panik.


"Duh, gimana dong...takuuut..." Rengek Tiwy.

__ADS_1


'Brukkk!'


Sekar terjatuh di tanah karena pingsan.


"Duh, pake pingsan segala sih nih anak!" Gerutu Vicky sambil membopong Sekar.


Pintu akhirnya dibuka dari dalam oleh Saiful dengan menatap heran pada mereka. "Kenapa sih?"


Mereka langsung masuk.


"Pake nanya lagi, lu! Ya gara-gara yang kemaren lah ya!"


Pintu lalu ditutup kembali dan dikunci.


Mereka ngos-ngosan.


'Tok tok tokk!'


"Bukaaa..."


Terdengar suara dari luar membuat mereka bergidik ngeri kemudian mereka lari masuk ke dalam ruang tamu.


Teman-teman yang lain menatap heran, tapi tidak bagi Vhie, Kevin dan Saiful.


Sekar dibaringkan di kamar oleh Vicky.


"Nongol lagi ya, Tan?" Tanya Kevin dan Tania hanya sanggup menganggukkan kepala menjawabnya.


"Ada apaan sih?" Tanya Abid penasaran.


'Sreeett..'


Tiba-tiba korden depan terbuka dengan sendirinya dan sosok miss K berdiri di depan jendela sambil menyeringai menatap pada mereka.


"Aaaaaaa!!!" Mereka berteriak dan langsung berlarian masuk kedalam kamar mereka masing-masing.


Begitu masuk kamar, Tania langsung menutup kembali dan mengunci pintunya.


"Tan, serem banget..." Ucap Tiwy.


Penampakan sosok miss K memang serem. Walau khas ala-ala kunti pada umumnya, namun tetap saja membuat bulu kuduk berdiri dan merinding.


'Tok tokk tok'


Pintu kamar Tania diketuk dari luar.


Tania beringsut mundur. Dia yakin kalau yang mengetuk bukanlah salah satu dari teman-temannya disini, melainkan sosok tadi.


Tak lama, Tania mendengar kamar lain juga diketuk sama sepertinya.


"Jangan dibukaaa!!!" Teriak Tania agar teman-temannya mendengar.


Ya Allah, ini malam beneran horor deh. Lagian miss K eksis banget sih? Isengnya nggak ketulungan.


Selama beberapa lama, mereka semua diam dikamar masing-masing, tidak lagi mendengar suara-suara yang aneh. Sepertinya sudah sepi dan aman.


"Wy, sepi ya? Udah pergi kali ya, Wy?" Tanya Tania pada Tiwy yang duduk disampingnya dengan tertutup selimut.


"Au ah! Gue nggak berani liat! Lo aja sono!!" Jawab Tiwy.


"Syaaah!!" Teriak Tania memanggil Aisyah.


"Ya, Tan??" Jawabnya.


"Udah pergi belum ya...?!" Tanya Tania.


"Nggak tau, Tan!" Jawab Aisyah lalu memanggil Riswanto. "Riswanto?!! Cek dong, Ris!!" Pintanya.


"Kenapa harus gue sih?!" Protes Riswanto.


"Elu kan ketua, Ris!!" Sambar Ebot.


Mereka berkomunikasi dengan berteriak-teriak dari kamar ke kamar.


Tak lama terdengar suara teriakan dari Riswanto. "Amaaannn!!!"


Akhirnya Tania turun dari tempat tidur diikuti oleh Tiwy.


Tania membuka sedikit pintu kamarnya.


"Gimana, Tan?" Bisik Tiwy yang ada dibelakangnya.


"Iya kosong." Jawabnya.


Riswanto muncul. "Aman, Tan. Udah gue cek."


Dan mereka semua akhirnya keluar dari kamar lalu berkumpul kembali di ruang tamu. Jujur, mereka semua masih syok!


Bagaimana tidak syok? Malam-malam seperti ini, sosok miss K mengajak mereka kejar-kejaran.


Hufff! Kak Iqbal, cepet dateng ya, kak!


...……………...

__ADS_1


__ADS_2