Misteri Hotel 27

Misteri Hotel 27
Mimpi Kunci


__ADS_3

Aku pulang dari rumah Anggrek dengan banyak pertanyaan dikepalaku. Sejak kapan Kak Ratih berubah menjadi perempuan sekejam itu. Bahkan tega menumbalkan anaknya sendiri.


Apalagi aku tahu betul bagaimana perjuangan Kak Ratih yang dulu sangat ingin hamil hingga meminum beraneka jenis jamu setiap harinya. Kak Farhan juga sangat khusyuk menemani semua ikhtiar Ratih.


Hingga Allah menjawab semua doa mereka dan lahirlah Endru Pratama kedua ini. Cucu pertama ayah dan sangat dia banggakan. Ayah selalu menyisihkan Endru untuk jajan dan menabung untuk membelikan hadiah untuknya. Ayah sangat mencintai Endru begitu juga aku. Untuk kehamilan kedua Kak Ratih aku tidak tahu sama sekali untuk hal itu.


Sepanjang jalan aku tenggelam tentang kenangan Bersama kak Ratih. Meskipun kami hidup dalam kemiskinan tetapi dia selalu mengajarkan kepadaku tentang kejujuran dan hati Nurani.


Aku yakin Kak Ratih mendapatkan ancaman atau sejenisnya hingga melakukan pesugihan yang secara nyata termasuk dalam perbuatan menyalahi aturan agama dan merugikan orang lain.


Mungkin saja Farhan suaminya yang meminta Ratih untuk menjalani hidup seperti ini, aku juga tidak tahu pasti, karena Farhan juga sosok yang taat agama juga berdedikasi kepada sesama.


Meskipun kalut dengan kisah hari ini tetapi aku tidak bisa lupa tentang Kak Ratih yang menjual online hotel milikku. Meskipun sertifikatnya masih aman bersamaku tetapi aku khawatir sewaktu-waktu dia datang dan merenggut semua milikku saat ini.


Aku sampai di hotel sebelum maghrib, namun suasana hotel sudah mulai sepi. Sayup-sayup terdengar jangkrik dan katak yang mulai bernyanyi sumbang dan juga matahari yang sudah siap bergegas pulang.


Mas Bagas tertidur pulas, sepertinya dia sangat Lelah hingga mendengkur cukup keras. Aku menyelimuti kakinya pelan-pelan dan membiarkan dia tidur lebih nyaman. Aku akan menanyai dia nanti.


Aku membawa makanan yang aku beli dari kota jadi tidak perlu repot untuk makan malam. Semuanya sudah siap. Jadi aku memilih untuk berendam air hangat untuk meferleksikan isi kepala dan kelelahan tubuhku.


Aroma terapi dan suara air membuatku terasa lebih nyaman dan tanpa sadar aku tertidur pulas. Semakin dalam dan semakin lelap.


Aku bermimpi berdiri disebuah Kawasan bangunan yang sangat mewah dengan benderang lampu yang sangat terang. Bisa aku lihat dengan jelas sebuah bangunan yang desainnya sangat mirip dengan hotel 27 meskipun bangunan ini jauh lebih mewah tetapi terkesan klasik dan bergaya lama.

__ADS_1


Aku melihat banyak orang beramai-ramai masuk ke dalam. Semuanya mengenakan pakaian yang begitu cantik dan anggun. Aku yang penasaran langsung ikut mengantri dan lolos masuk kedalam. Setelah mengamati bagaimana cara orang-orang masuk yaitu dengan memindahkan sebuah susunan buku dan membuka sebuah ruangan.


Keadaan di dalam ruangan tidak jauh berbeda. Begitu luas dan menakjubkan dengan isi ruangan yang sangat lengkap dan fasilitas yang mewah, Bersamaan dengan itu suara gelas di pukul membuat semua mata tertuju ke satu arah.


Itu Ayah, dia terlihat masih sangat muda dengan wajah yang sangat tampan. Dia ditemani oleh seorang Wanita cantik di sampingnya tetapi itu bukan ibu. Aku tidak mengenali Wanita itu tetapi gaun merah yang dia pakai saat ini terlihat tidak asing.


Ayah mengajak semuanya untuk berpesta sampai pagi. Aku bisa melihat semua orang disini begitu bahagia. Hingga kehadiran seseorang membuat semuanya begitu ketakutan. Pria dengan pedang dipunggungnya. Pria yang mengenakan pakaian serba hitam dan mata yang menyala merah membawa busur di punggungnya.


Bahkan ayah sekalipun melangkah mundur, semua orang berhamburan pergi. Dan aku tidak bisa berbuat apa-apa selain membeku dengan posisi yang sama.


“Sebaiknya kamu tidak disini.” Pria itu menunjuk kearahku dengan tatapan yang sangat tajam dan berlalu pergi mengejar yang lain kesegala arah.


Aku terdiam sejenak, suara itu begitu akrab di telingaku. Tetapi siapa?


Tepat ketika aku masih membeku diam, anak panah mendarat di betisku. Aku meringis pelan. Pria itu yang menyerangku. Dan memintaku untuk segera pergi sebelum dia gelap mata dan membunuhku.


Aku mulai ketakutan dapat aku rasakan darah dan rasa sakit membekuk kakiku hingga kram dan membuatku berteriak minta tolong tetapi tidak ada siapapun yang datang.


Pria itu lalu mendekat dan mengarahkan kembali busurnya dengan membidik jantungku. Aku hanya bisa menganggkat kedua tanganku untuk menutup mata dan berteriak.


Saat itu juga aku terbangun, dan penyiksaan ini berakhir. Anehnya meskipun mimpiku cukup abstrak kali ini aku bisa mengingat semuanya dengan sangat jelas. Bahkan aku ingat bagaimana pola memindahkan buku.


Saat akan bangkit aku merasakan betisku teramat sakit dan nyeri. Aku bisa melihat jelas air di dalam bak mandi mulai berubah merah. Aku hany bisa memanggil Mas Bagas untuk meminta bantuan. Untungnya Mas Bagas akhirnya bangun dan membantuku.

__ADS_1


Aku yakin ini bukanlah mimpi biasa melainkan sebuah tanda dari Allah kepadaku untuk mengungkap sesuatu. Meski begitu aku tidak bisa melakukannya sekarang karena kakiku yang saat ini terluka parah.


Mas Bagas yang baru saja bangun langsung panik melihatku dia buru-buru membantuku dan merawat Lukaku sepanjang malam. Aku tidak bisa berfikir banyak selain istirahat untuk saat ini.


Padahal banyak hal yang harus aku selesaikan tetapi apa boleh buat, kakiku tiba-tiba terluka dengan sebab tidak jelas. Mas Bagas hanya memintaku istirahat tanpa banyak bertanya padahal biasanya dia senang mengomel.


Rasanya juga aneh bagaimana mungkin aku bermimpi tetapi sampai di dunia nyata. Semuanya aku ceritakan kepada Mas Bagas tetapi lagi-lagi dia hanya memintaku untuk istirahat mungkin saja aku tertusuk oleh benda tajam di bak mandi.


Sangat tidak logis tapi biarkan saja. Aku juga tidak bisa berdebat untuk saat ini untuk digerakkan saja aku sangat kesulitan.


Pagi harinya Pak Bisma dan Mbak Tati datang menjengkku untuk melihat keadaanku saat ini, aku hanya bisa mengatakan tertusuk pegangan di bak mandi yang terlepas. Ketika Pak Bisma mengecek dia mengatak semuanya baik-baik saja.


Tetapi Mas Bagas langsung menjelaskan bahwa dia sudah menggantinya tadi malam. Alasan yang sedikit ceroboh tetapi aku hanya bisa mendukung argument itu.


Setelah kehadiran Pak Bisma dan Mbak Tati, Mas Bagas berpamitan untuk mengurus sesuatu lagi. Dan meminta mereka berdua untuk menjagaku. Mas Bagas berjanji akan kembali sebelum waktu makan siang.


Kedatangan Pak Bisma dan Mbak Tati bukan sekedar untuk mengecek keadaanku tetapi mereka ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting.


Mereka berdua akan mengundang para dukun untuk melakukan ritual lagi, padahal aku tahu benar geng dukun Mbah Jarwo dari awal ingin melenyapkan semua arwah di hotel ini dengan kata lain sudah tidak ada penghasilan dari para arwah.


Pak Bisma kemudian menjelaskan bahwa dukun yang akan melakukan upacara undangan ini adalah dukun lain yang selalu menjadi rival dari geng dukun kakek Jarwo. Untuk menghindarkan perselisihan semuanya akan dilakukan diam-diam dan akan dilakukan setelah aku siuman.


Ritualnya akan sedikit berbahaya jadi akan menunggu aku siuman agar pergi dulu dari hotel dan kembali jika ritual sudah berhasil dilakukan. Begitulah pesan dari Mbak Baso saat mereka temui di kediamannya. Dia tidak akan melakukannya sendirian tetapi akan dibantu oleh rekan-rekannya.

__ADS_1


Terpenting jangan sampai Mbah Jarwo mengetahui semua ini karena rencana ini akan gagal dan menyebabkan keuangan hotel akan semakin anjlok dan juga menguras rekeningku yang belum terisi seberapa.


Mbak Tati juga berpesan agar tidak pernah diketahui oleh Mas Bagas karena dia sangat pro terhadap Mbah Jarwo dan pasti tidak akan mendukung cara ini apalagi dia mendengar dari cerita dukun lain dulu bahwa Mbah Baso adalah manusia setengah iblis.


__ADS_2