
Selicik apapun Bagas menyembunyikan fakta yang ada. Pada akhirnya kelalaian Hartati memberikan jalan tengah bagi polisi mengungkap kasus kematian Ratih.
Hartati di amankan dengan motif balas dendam kepada majikannya sendiri yang selalu telat memberikan gaji padahal mereka sangatlah kaya.
Polisi tidak mengetahui jika ada motif jauh lebih kompleks dari kematian Ratih ini. Hanya saja berhasil mengamankan wanita psikopat ini adalah keberhasilan yang bisa menenangkan hati orang lain.
Sidik jarinya di temukan di TKP dan kemungkinan dia mencekik Ratih hingga dia kehilangan nafas aq lalu menggantung mayatnya untuk membuat alibi yang meyakinkan.
Syukurlah detektif Arman yang bertugas bisa menemukan semua ini dan mengungkap kejahatan Hartati.
Manda juga terungkap identitasnya dan di kembalikan ke pusat rehabilitas di rumah sakit jiwa dibawah pengawasan pihak berwajib karena walaupun mengidap penyakit langka tetapi dia punya mental dan emosi yang tidak stabil pun membahayakan banyak orang dengan motif kejahatan yang sama.
Kembali Ke Pov Laras
Aku terbangun di pagi hari ketika matahari hangat menyapu wajahku. Sedang Anggrek tertidur dengan posisi kepala di sandarkan ke kursi. Tangannya masih memegang kain yang dia gunakan mengompres kepalaku.
Aku melihat ketulusan lagi dari anak ini. Jadi ketika sadar dan di luar sudah aman aku mengajak dia ikut bersamaku.
Hpku sekarang hilang entah kemana. Aku jadi tidak bisa menghubungi Mas Bagas dan lebih menyedihkannya mobilku sudah tidak ada di tempatnya.
Salah satu pedagang yang dekat situ mengatakan mobilku di derek oleh mobil polisi karena menghalangi.
Aku hanya bisa mengacak rambutku sendiri kesal. Ditambah tasku berada di dalam mobil. Untungnya Anggrek menawarkan diri untuk memakai motor di rumahnya saja.
Dia tidak pernah menggunakannya karena tidak bisa menyetirnya. Jadi kami pergi ke hotel dengan menaiki motor Anggrek yang RX king. Untungnya aku punya keahlian menyetir motor besar seperti ini.
Keadaan di depan hotel sangat ramai. Ternyata Mas Bagas memasang semacam game siapa yang menemukanku akan memberikan 10 juta rupiah.
__ADS_1
Tentu saja banyak warga sekitar yang mulai tertarik dengan game tersebut. Sayangnya tidak ada yang bisa memenangkan karena aku datang sendiri.
Mas Bagas langsung datang memelukku setelah terlihat seseorang masuk ke hotel memberikan kabar. Mas Bagas memelukku dengan sangat cemas dan juga bahagia.
Kemudian aku menceritakan semua hal pada Mas Bagas. Tetapi kenyataan akhirnya bahwa Hartati sudah di tetapkan sebagai tersangka. Dan anak angkat Ratih sebenarnya adalah anak dari Hartati.
Semua kejahatan ini bermotif karena ingin membalas dendam pada Ratih yang sudah merebut anaknya dan juga sering bertingkah sewenang-wenang padanya termasuk lambat memberikan gaji.
Pada akhirnya Farhan tetap bebas dari segala tuduhan. Aku belum menunjukkan rekaman video yang aku ambil.
Justru aku ingin secara diam-diam melaporkan kejahatan Farhan ke pihak berwajib. Orang psikopat seperti dia tidak pantas untuk bernafas dengan tenang.
Dia harus merasakan rasa sesak dan juga tersiksa karena telah membunuh orang lain. Dia harus menderita seumur hidupnya.
Tidak lupa aku memperkenalkan Anggrek kepada Mas Bagas, Mbak Tati dan juga Pak Bisma. Aku meminta kepada mereka berdua untuk mengajari dan membantu Anggrek selama bekerja disini.
Walaupun Anggrek sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Tetapi ini jauh berbeda dari bayangannya. Makhluk-makhluk disini bisa di lihat orang biasa.
Justru hal ini bisa membuat siapa saja tidak nyaman dan menimbulkan trauma, rasa takut, dan perasaan tidak aman bagi individunya. Terlebih Anggrek bisa tahu semua penghasilan hotel dari harta para arwah.
Semuanya berjalan sesuai keinginanku. Kehadiran Anggrek disini bisa membantuku menyelidiki sesuatu tentang kedua pasangan di hotel ini. Dia bisa menjadi mata-mata yang berguna untukku.
Rutinitaspun berjalan seperti biasa. Mas Bagas masih pergi ke kota tetapi sudah tidak sesering dulu. Ancaman atau apapun juga menghilang dari sisiku.
Hotel sekarang jauh lebih tenang. Meskipun para arwah masih mejadi sumber uangku tetapi mereka jauh lebih tenang tidak seperti biasanya semenjak Mbah Baso sudah memanggil mereka datang kembali.
Itulah juga yang mengangguku tetapi belum saatnya aku mengurus itu semua. Sekarang terpenting adalah mencobloskan Kak Farhan terlebih dahulu. Semoga tidak ada halangan sama sekali menangkapnya.
__ADS_1
Diam-diam aku mengirimkan bukti kepada pihak polisi sebagai anonim. Aku tidak ingin terekspos begitu saja walaupun Kak Farhan tahu pasti itu dari aku. Hanya saja aku ingin tahu sekuat apa kuasa hukum Kak Farhan lolos dari bukti di depan matanya.
Pesan melalui teks email itu tidak di respon dengan cepat. Karena harus melalui beberapa prosedur pengecekan keabsahan bukti. Terlebih lagi jangan sampai bukti itu di dapatkan secara ilegal karena tidak bisa di jadikan sebagai barang bukti.
Syukurnya detektif yang akan menangani kasus ini adalah detektif yang sama yaitu Detektif Arman. Dia yang berhasil mencobloskan Ibu Hartati semoga kali ini dia juga berhasil.
Besar harapan dan doaku untuk melihat Kak Farhan ditahan dan dicobloskan ke penjara. Aku ingin di sisa hidupnya dia tenggelam dengan penyesalan dan kesepian.
Jikapun tidak berhasil aku ingin menciptakan pengadilanku sendiri untuk membuat psikopat itu berakhir kesakitan hingg bertekuk lutut minta segera di bunuh.
Beralih dengan hotel sekarang. Pekerjaan Anggrek begitu cekatan dia cepat belajar dan beradaptasi. Mbak Tati dan Pak Bisma juga menerima kehadirannya dengan baik.
Saat aku bertanya tentang perasaan Anggrek dia merasa senang akhirnya mempunyai orang-orang yang menghargai dan menerima kehadiran dirinya di dunia ini. Tidak dianggap terkutuk atau semacamnya.
Aku juga menanyakan perkembangan dirumah pasangan itu yang minta aku selidiki. Namun sampai hari ini Anggrek tidak menemukan satu hal apapun yang mencurigakan.
Walaupun seperti aku tidak bisa lengah atau aku tertusuk dari berbagai arah. Entah hanya aku yang terlalu overthingking dan banyak berfikir yang tidak jelas.
Waktu mengobrol dengan Anggrek aku kembali teringat dengan ruang rahasia di hotel dalam mimpiku.
Aku hampir saja lupa untuk mengeceknya karena terlalu sibuk akhir-akhir ini juga hampir mati di tangan ipar yang psikopat itu. Sangat menjengkelkan rasanya!
Sore hari disaat ketiga orang pekerjaku pulang kerumah dan Mas Bagas juga ada dikamar aku mendekati perlahan rak buku yang seingatku bisa digeser dan sampai keruangan lain di hotel ini.
Saat akan menggeser titik balik ke ruangan lain yang kuyakini itu dalam mimpiku. Suara telepon di saku berhasil menarik perhatianku.
Detektif Arman mengabarkan jika Farhan sudah berhasil di tangkap dan di tetapkan sebagai tersangka saat ini sebab telah mengakui semua kejahatannya.
__ADS_1
Rupanya dari awal Detektif Arman mengetahui jika aku yang melaporkan semua ini. Pihak kepolisian sudah mempunyai akses media yang sangat canggih sekarang.