Misteri Hotel 27

Misteri Hotel 27
Misteri Kematian Kak Ratih Bagian 3


__ADS_3

Menunggu terlalu lama ternyata membuatku malah ketiduran disini. Belaian lembut di telingaku berhasil membangunkan ku ke dunia nyata. Lagi-lagi Endru yang membangunkanku.


Tidak lama dari itu lilin-lilin redup dinyalakan seseorang di dalam ruangan ini. Aku kembali mengintip dibalik celah yang sangat samar. Aku hanya bisa punggung laki-laki yang memakai jas hitam dan sepatu kets yang unik.


Dia terlihat mulai mendekati lemari es dan membukanya.Cahaya kulkas yang menyala memantulkan siluet seorang pria yang sangat akrab denganku.


Ku tutup mulutku rapat-rapat saat pria itu mulai membuka toples dan memasukkan bola mata ke dalam mulutnya. Air liurnya mengalir menjijikkan. Dia bahkan memutar musik klasik menemani dirinya makan.


Dia makan bola mata itu dengan sangat lahap juga bersemangat. Aku yang melihat dari kejauhan ingin memuntahkan semua isi perutku. Terasa sangat mengguncang mentalku.


Sosok yang saat ini berdiri di depan freezer itu tidak lain adalah Kak Farhan. Dia yang saat ini menikmati kedua bola mata istrinya sendiri berhasil membuat tubuhku menggigil ketakutan.


Aku memegang ponselku gemetar dan merekam semua yang dia lakukan saat ini. Diluar prediksiku malah ponselku bergetar ada telepon dari Mas Bagas. Aku langsung mendekap ponselku dan menolak panggilannya.


Tetapi hal itu juga berhasil menarik perhatian Kak Farhan. Dia mulai menghentikan kegiatannya. Kakinya melangkah maju. Tubuhku mulai diserang rasa panik. Jangan sampai aku berakhir sama dengan Kak Ratih.


Dia mulai memanggil-manggil. Mengatakan akan membunuhku jika berhasil menemukan. Aku juga tidak ingin mati sia-sia saat ini. Segera ku raih palu besi yang tergeletak dibelakang patung dengan hati-hati.


Saat Kak Farhan semakin dekat. Aku lebih dulu menyerangnya dibalik remang-remang ruangan ini. Aku berhasil menancapkan palu ke pahanya. Juga memukul tulang tengkoraknya dengan sangat keras. Dia sedang tidak dalam posisi siaga jadi mengalami hal sial ini.


Dilur dugaanku Kak Farhan yang sekarang kesakitan menyuruh semua bawahannya untuk menangkap seseorang yang menyerang. Saat ini aku masih berjuang dengan pintu yang terkunci dengan gigil yang membuatku sangat ketakutan.


Keadaan yang gelap dan suara teriakan Kak Farhan yang memecah gendang telinga menambah suasana menegangkan diantara kami berdua dalam ruangan ini. Kak Farhan juga sudah tidak kedengaran lagi.

__ADS_1


Aku melepaskan kewaspadaan terhadapnya, fikirku dia sudah pingsan atau menyerah dengan rasa sakitnya sendiri saat ini.


Tangan kekar melilitkan dasi di leherku dengan saat kuat, rasanya sangat sakit dan juga membuat sesak. Sedetik kemudian suara tawanya yang keras membuatku bangkit dan menyikutnya kebelakang. Hingga dia kembali merasakan kesakitan.


“Laras, Laras….Hahaha”


“Kamu akan bernasib sama dengan kakakmu..”


“Hahaha…”


Suara Kak Farhan yang psikopat membuatku sangat ingin membalaskan dendam orang-orang yang dia bunuh. Aku sangat ingin membunuhnya dengan kedua tanganku sendiri. Tetapi jika aku dikuasai kemarahan maka penyesalan adalah hal yang bisa membuatku menyesal seumur hidup.


Aku masih berjuang dengan pintu yang tertutup rapat dan Kak Farhan berjuang untuk berdiri lagi. Aku mengutuknya tanpa henti dan terus meneriakinya sebagai psikopat yang mengerikan.


Disaat-saat genting seperti ini aku melihat Endru yang memeluk kedua lututnya menangis di ujung pintu. Hal ini membuatku semakin sedih dengan keadaan yang ada. Aku juga tidak ingin mati sia-sia di tangan bajingan ini.


Dorongan dari nuraniku memberikan kekuatan lebih dan berhasil menendang perut Kak Farhan hingga tersudut ke tembok. Aku kemudian bangkit dan berlari ketakutan. Sebab bawahan Kak Farhan juga mulai berdatangan.


Kakiku di seret ke rumah Anggrek meminta pertolongan. Bawahan Kak Farhan sudah mulai berkeliling mencari keberadaanku. Aku menggedor pintu Anggrek dengan sangat kuat karena panik. Hingga outus asa tidak ada tanda-tanda Anggrek akan membukakan pintunya.


Teoat ketika bawahan Kak Farhan mulai mendekat pintu Anggrek terbuka dan tangannya meraih tubuhku untuk langsung masuk. Kemudian dia menutup semua gorden rumahnya terburu-buru. Dia juga dengan cepat mematikan saklar listrik rumahnya.


Dia memapahku masuk ke ruang bawah tanah miliknya untuk bersembunyi. Karena bawahan Farhan sudah terbiasa masuk kemari jadi dia sudah terbiasa juga menerebos paksa masuk kerumahnya. Tetapi mereka tidak tahu mengenai ruangan ini.

__ADS_1


Didalam ruangana ini aku menemukan sisi lain dari Anggrek. Rupanya dia bukanlah seorang dukun ataupun orang yang mempunyai kekuatan supranatural melainkan gadis biasa yang melakukan hal illegal dengan membobol data dan informasi pribadi milik orang lain.


Dia mengatakan bahwa dia tidak melakukannya sendiri tetapi hacker sesungguhnya adalah Yudi yang pernah datang kemari tugas Anggrek hanyalah berakting dan memalsukan dirinya sebagai seorang dukun yang punya banyak kemampuan.


Hanya saja pertemuan mereka dengan Kak Farhan membuat Anggrek dan Yudi menjadi trauma untuk menjalani bisnis berjalan mereka lagi. Pasalnya mereka yang memberikan cara menjadi kaya lewat pesugihan yang mereka baca dari internet benar-benar Farhan lakukan dengan cara membunuh anaknya sendiri.


Istrinya juga dengan patuh mengikuti semua perintah suami kejamnya itu dengan melakukan ritual tidak jelas. Aku dan Yudi melaporkannya kepada warga desa tetapi dia dengan pandainya memanipulasi semuanya sebagai penculikan.


Sayangnya juga kamera yang merekam semuanya langsung rusak dengan aneh. Sejak saat itu Anggrek di kucilkan oleh warga dan sudah menutup prakteknya. Dia jadi tidak punya pekerjaan.


Anggrek dan Yudi sudah melaporkan kejahatannya tetapi tidak pernah sampai ke tahap penyelidikan lebih lanjut. Sepertinya dia punya backingan yang cukup kuat.


Selain itu mulai banyak warga yang hilang secara misterius hingga Kak Farhan dan Mbak Ratih pindah. Semuanya berubah normal kembali.


Mereka berdua membuat konten yang sebenarnya seru dan menarik banyak penggemar di media sosial tetapi entah mengapa aku selalu mengingat bagaimana dia membunuh anaknya sendiri.


Anggrek merupakan gadis yang manis dan sangat baik. Namun harus bersembunyi seperti ini sekarang. Yudi juga sudah tidak bisa dia andalkan karena ternyata dia menyimpan rahasia penyimpangan dan naksir kepadanya. Jadi dia menghindar darinya padahal Yudi sangat berbakat.


Aku juga menceritakan yang aku alami dan lihat secara langsung hari ini. Anggrek dengan senang hati akan turut membantuku. Apalagi dia juga sekarang sudah tidak mempunyai pekerjaan sedangkan membutuhkan uang untuk bisa bertahan hidup.


Orang-orang diluar semakin berisik dan mengacau. Untungnya mereka benar-benar tidak bisa menemukan ruang rahasia disini. Kami bisa bernafas lega dan mengumpulkan tenagaku.


Anggrek banyak membantu untuk mengompres leherku dan juga menyiapkan Kasur yang nyaman untukku. Aku ingin mengabari Mas Bagas tetapi hpku kehabisan daya dan tidak cocok dengan charger milik Anggrek.

__ADS_1


Anggrek dengan setia duduk disisiku. Dia sepertinya anak yang baik dan aku ingin merekrutnya untuk menjadi asisten pribadiku saja mulai sekarang.


__ADS_2