Misteri Hotel 27

Misteri Hotel 27
Sosialisasi Arwah


__ADS_3

Selesai dengan telepon dari detektif sekarang malah Mas Bagas yang datang.


Lagi-lagi aku harus menunda penyelidikanku saat ini. Setidaknya aku bisa bernafas lega untuk saat ini. Aku kembali ke kamar mengikuti langkah Mas Bagas.


Entah mengapa aku tidak bisa sepenuhnya menyimpan percaya bahkan kepada suamiku sendiri.


Selalu terbesit bahwa Mas Bagas mencurigakan apalagi insiden di hari Kak Ratih meninggal.


Rasanya juga Mas Bagas sudah mengenal Kak Farhan sangat akrab.


Namun aku tetap menceritakan tentang Kak Farhan yang tertangkap polisi kepadanya.


Ekspresinya datar saja dan hanya ada senyum tipis diwajahnya. Malam ini kami makan malam dengan senyap sampai kami tertidur dengan posisi saling membelakangi dengan fikiran yang tidak bisa kami prediksi satu sama lain.


Tepat tengah malam aku terbangun setelah mendengar keributan di luar. Aku membangunkan Mas Bagas tetapi dia tidak juga ingin meninggalkan mimpi indahnya.


Aku hanya bisa menyeret kakiku dengan malas dan juga berjaga-jaga. Rupanya keributan itu terjadi di tempat parkir.


Bisa aku lihat dengan jelas di parkiran melalui jendela entah mereka arwah atau manusia saling berselisih paham.


Merasa punya tanggungjawab untuk menyelesaikan semuanya. Aku mengambil piyama dan menuruni lift.


Sesampainya di pantai 1 semua arwah menatap kearahku dengan tatapan yang tidak bisa aku prediksi sama sekali.


Singkat waktu mereka bisa diajak bicara. Dari sini aku paham para arwah tidak semenakutkan yang dibicarakan oleh Pak Bisma dan Mbak Tati.


Satu persatu dari mereka mulai bergantian bercerita. Mereka rata-rata mempunyai masalah ataupun keinginan yang belum selesai jadi hanya bisa terjebak di hotel ini.


Hantu penunggang sumur bercerita jika mereka di kurung dan harus datang kemari sesuai jam yang di tentukan. Hantu yang lain juga ikut protes karena mereka semakin miskin jika begini terus.


Aku menjadi penengah diantara mereka semua. Tetapi aku mendapatkan misi lagi agar tamu di hotel ini bukan hanya membayar tetapi mendapatkan keadilan dan juga bisa kembali ke alam baka dengan tenang.


Semua hantu ku tulis semua namanya dan juga urusan mereka yang belum selesai. Sedangkan yang amnesia aku ingat wajahnya dan scan di ingatanku. Aku akan mencari tahu nantinya.

__ADS_1


Andaikan tahu bahwa tidak semenekutkan dulu aku pasti dari awal membuat suasana disini lebih hidup dan membiarkan para arwah kemari dengan nyaman tanpa ada paksaan dan terikat kontrak.


Malam ini juga aku membuka lowongan kerja. Para Arwah yang masih menunggu sesuatu atau seseorang bisa kerja di hotel ini secara sukarela terlebih dahulu.


Akhirnya aku merekrut tiga petugas baru. Satunya akan bertugas sebagai pelayan. Dia adalah pria mantan prajurit masa perang gerilya yang masih menunggu adiknya meninggal dan akan ke alam baka bersamanya.


Kedua adalah seorang wanita yang amnesia dia tidak tahu bagaimana dia terbunuh dan masih ingin mati dengan adil. Kemudian ketiga adalah seorang Siswa yang ingin mencari keberadaan ibunya. Dia hanya ingat ibunya adalah seorang pianis.


Di tengah-tengah perekrutan yang terjadi datang seseorang yang tidak asing. Tidak lain adalah Anggrek.


"Bagaimana bisa kamu datang kemari? " Tanyaku menatap Anggrek.


"Aku ingin mencari seseorang disini Kak. " Ucap Anggrek menunduk.


Akupun memberikan waktu Anggrek untuk menjelaskan. Kemudian dia bercerita mencari kakaknya yang katanya ada di hotel ini.


Semua informasi ini dia dengar dulu dari Kak Farhan. Bahwa dia bisa mengetahui penyebab kematian kakaknya dari hotel ini.


Ternyata Anggrek tidaklah seorang gadis yang sederhana tetapi mempunyai kenangan dan tujuan hingga sampai disini. Itulah mengapa dia bersikap manis kepadaku.


Aku mempersilahkan Anggrek untuk mencari kakaknya. Lama dia mencari tetapi tidak berhasil juga menemukannya.


Ada beberapa arwah yang mengatakan pernah melihat dia datang kemari. Tetapi semenjak ada larangan dan palang pintu hari itu. Dia tidak pernah terlihat lagi.


Anggrek meminta izin agar bisa bekerja pada malam hari bersama dengan para arwah yang lain. Arwah yang aku tugaskan juga tidak keberatan.


Anggrek dengan senang hati akan melayani mereka semua dengan sangat baik.


Setelah semua data mereka selesai akupun penasaran dengan apa yang mereka semua ketahui tentang Pak Bisma dan Mbak Hartati. Ataupun tentang hotel ini.


Semuanya mulai satu persatu mengemukakan pendapatnya. Hantu yang berwujud gadis muda yang menamai dirinya Hana menceritakan bahwa Pak Bisma sangatlah serakah dan arogant dulu dia mengambil semua harta warisan ibunya demi kepentingan pribadi.


Banyak arwah yang mengatakan hal serupa dan mereka juga mengatakan fakta tentang Mbak Tati yang berhasil membuatku kaget.

__ADS_1


Mbak Tati bukanlah manusia biasa. Dia merupakan seorang dukun yang awalnya melayani Dewa tetapi dia malah menyalah gunakan semuanya lalu kehilangan semua kekuatannya.


Mbak Tati menjadi manusia normal pada umumnya tetapi masih berusaha terus menerus untuk bisa kembali ke masa jayanya.


Aku bahkan tidak bisa melihat sisi seperti itu dari Mbak Tati karena kelemah lembutan dirinya dan juga kebaikan hatinya.


Banyak yang mengaku bahwa mereka adalah korban kekejamannya. Mbak Tati sangat tidak menyukai kebahagiaan orang lain dan rentang mudah sakit hati.


"Mbah Melati mati ditangannya." Ucap Hantu penunggu pohon kenari di persimpangan perbatasan desa.


Walaupun aku tahu tidak ada kebohongan yang mereka sampaikan semua. Tetapi tanpa bukti bisa apa. Aku hanya perlu berhati-hati dengan mereka berdua.


Mereka juga mengaku selalu merasakan energi yang sangat kuat di hotel ini. Salah satu dari mereka juga berpesan bahwa aku harus selalu waspada termasuk terhadap diriku sendiri.


Hal ini sangat menganggu fikiranku. Aku harus berhati-hati dengan diriku sendiri. Entah apa yang sebenarnya tersimpan dalam diriku.


Aku juga menanyakan tentang siapa yang selalu berwujud pria misterius dan menyerupai Mas Bagas.


Semua arwah menatap ke arah makhluk hitam legam yang saat itu secara sepintas menyamar menjadi pria tampan.


Dialah makhluk peniru selalu berupaya melakukan yang terbaik bagi tuan rumah di manapun dia berada.


Dari mereka semua juga aku tahu semua ini. Arwah yang biasa datang kemari bukan hanya arwah manusia dan hantu, tetapi ada dari kalangan jin juga iblis.


Mereka berkumpul disini sekedar untuk menghabiskan keletihan dunia mereka masing-masing. Terasa lucu dan tidak masuk akal tetapi di titik ini aku hanya bisa melempar senyum kepada Anggrek yang juga mangut-mangut.


Mereka mengatakan satu hal lagi. Bahwa Pak Bisma dan Mbak Tati terikat kontrak dengan iblis untuk terus menjaga dan berada di hotel ini. Itulah alasan mereka akan terus menjaga dan merawat hotel ini.


Iblis itu sudah berusia ratusan tahun tetapi berinkarnasi kedalam tubuh seorang bayi dan menjadi iblis terkuat sampai saat ini. Dia perwujudan Iblis harimau Siberia yang sangat kuat. Tetapi dia kehilangan ingatan dan hanya ingat kehidupan saat bayi.


Jika ingatannya pulih secara keseluruhan maka bukan hanya para arwah yang hancur menjadi angin tanpa berhasil ke alam baka tetapi juga dunia tidak akan pernah baik-baik saja.


Aku yang mendengar itu semua sedikit terguncang karena sangatlah jauh dari akal sehat dan logika. Hal ini terlalu cepat dan membuat otakku tidak sanggup mencerna semuanya.

__ADS_1


Semuanya selesai pukul 3 pagi aku pergi untuk tidur dan Anggrek melanjutkan cerita mereka di bawah sana. Aku tidak sanggup begadang lagi.


__ADS_2