
Butuh waktu 5 hari hingga kakiku sudah lebih baik, walaupun belum sembuh total tetapi aku meminta kepada Mas Bagas untuk diajak berlibur ke kota beberapa hari.
Meskipun Mas Bagas sempat menolak tetapi akhirnya dia mengiyakan juga.
Sebelum berangkat aku sudah memberikan instruksi kepada Pak Bisma dan juga Mbak Tati untuk menyelesaikan semuanya dengan lebih cepat.
Ritual akan di langsung dua hari kedepan menunggu bulan gerhana yang bertepatan jum'at kliwon. Beberapa kebutuhan yang di perlukan Mbah Baso juga harus di persiapkan dengan matang.
Aku hanya menyimpan uang pada Mbak Tati untuk digunakan membeli apapun yang di butuhkan termasuk menjamu mereka juga.
Setelah sampai di kota aku memilih untuk istirahat dengan nyaman di sebuah hotel milik Wira.
Nuansa hotel ini sangat sederhana tetapi berkesan elegant. Juga menggambarkan harmonisasi setiap sudutnya.
Aku bisa mengetahui hotel ini milik Wira dari nama hotel yang memakai nama Harmonika Larasati. Seperti cita-citanya dulu. Dia ingin mempunyai hotel dengan menggunakan namaku.
Benar saja semua hal yang pernah dia ucapkan tercapai satu persatu. Wira begitu menggemaskan saat ini di hatiku.
Berada disini tetap saja membuatku banyak fikiran. Belum juga selesai kasus Kak Ratih sekarang aku malah terjebak dengan situasi seperti ini.
Aku harus tetap mengawasi Mas Bagas berada di sampingku jangan sampai dia kembali ke hotel dan menggagalkan semua rencana yang sudah kami susun.
Dua hari berjalan lancar aku menemukan ketekunan Mas Bagas dalam hal mencintai dan sabar terhadapku.
Dia juga tetap keluar berkumpul dengan teman-teman nya tetapi selalu pulang tepat waktu dan tidak ingin membuatku khawatir.
Dua hari disini aku akhirnya bisa berdiri dan berjalan sendirian. Melihat kondisiku yang sudah membaik seperti itu Mas Bagas sangat senang dan bersyukur.
Merasa lebih baik aku akhirnya izin ke Mas Bagas untuk mengunjungi kak Ratih sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengannya.
Mas Bagas sempat melarang karena takut jika kaki ku kembali sakit. Tetapi melihatku cemberut dia akhirnya setuju dengan catatan harus diantar olehnya.
__ADS_1
Meskipun dibawah pengawasan Mas Bagas aku harus menuntaskan semuanya hari ini. Mau bagaimanapun Kak Ratih adalah kakakku sendiri .
Sampai di cafe ternyata tutup dan tidak ada tanda-tanda akan buka hari ini. Salah satu pengunjung tetap yang paling setia ternyata datang juga.
Dia mengatakan bahwa sangat butuh konsultasi hari ini. Pernyataan darinya membuatku sedikit heran karena jelas saja ini adalah cafe mengapa dia mengatakan konsultasi.
Dia menjelaskan bahwa selain cafe pemilik cafe ini membuka jasa konsultasi terhadap ilmu pesugihan dan kiatnya menjadi kaya raya secepat mungkin.
Perkataan dari si pengunjung membuatku menemukan kesamaan dari yang disampaikan oleh Anggrek. Meski begitu aku tidak ingin percaya siapapun sebelum lebih dulu bertemu dengan Kak Ratih.
Rasanya juga agak ganjil orang baru saja ditemui langsung menceritakan banyak hal tentang orang lain yang ranahnya adalah rahasia seperti yang disampaikan oleh pengunjung tanpa mencari tahu siapa aku sebenarnya.
Dia merasa tidak khawatir sama sekali jika tempat konsultasi mereka aku jadikan ladang bisnis seperti memeras mereka. Rasanya sangat aneh jika mencurigai semuanya lebih awal.
Kami melakukan perjalanan kerumah Kak Ratih setelah mendapatkan alamat dari kenalan Kak Ratih lainnya yang juga datang ke Cafe.
Aku dan Mas Bagas sampai di sebuah kompleks perumahan elit yang sangat megah dan luas. Semua rumah disini bercat putih dengan desain yang sama bertanding mewahnya.
Mas Bagas memarkirkan mobil lalu kami pergi turun bersama. Aku memencet bel dan menunggu beberapa saat.
Tidak lama keluar seorang ibu-ibu yang sudah cukup tua dan mempersilahkan kami untuk masuk. Beliau sangat ramah dan juga sopan.
Kami berdua duduk di ruang tamu yang sangat rapi nampak foto keluarga yang sangat besar di tengah-tengah ruangan. Ada Kak Farhan, Kak Ratih, Endru dan juga seorang gadis kecil yang belum pernah aku lihat sebelumnya.
Tidak lama keluarlah Kak Farhan dengan senyum yang sumbringah menyambut kami berdua. Ibu-ibu tadi juga membawakan teh dan kue yang disajikan.
Kami berbasa-basi sebentar lalu menanyakan keberadaan Kak Ratih juga Endru.
Kak Farhan mengatakan jika Kak Ratih sedang pergi berbelanja bersama anak bungsu mereka. Yang diberi nama Manda. Serta Kak Farhan menceritakan tentang kemalangan yang dialami oleh Endru.
Kak Farhan menceritakan tentang seseorang misterius yang menculik Endru dan tiga hari kemudian Endru ditemukan sudah tidak bernyawa di sudut danau tidak jauh dari rumah mereka berdua dulu.
__ADS_1
Semenjak kematian Endru, Ratih selalu mendapatkan gangguan ghaib dan merasa stress. Dia selalu histeris tidak jelas setiap waktu. Jadi Farhan meminta mereka semua pindah rumah.
Penjelasan dari Farhan sedikit membuatku lebih percaya dari cerita yang lain sebelumnya. Tetapi satu hal yang masih belum jelas adalah sumber harta kekayaan mereka.
Mungkin firasatku sampai padanya jadi Kak Farhan begitu paham dengan tatapan mataku yang terus berkeliling di seisi ruangan.
"Kalian pasti sudah dengar tentang rumor pesugihan. "
Aku dan Mas Bagas hanya menanggapi perkataan Kak Farhan dengan mengangguk dan tersenyum tipis sebagai jawaban iya kami.
Kak Farhan kemudian menceritakan sebuah cerita berdasarkan versi darinya. Dulu dia dan Kak Ratih ketika tinggal dirumah yang lama banyak tetangga yang mengganggap remeh keluarga mereka.
Saat itu ibu Yudi mengatakan bahwa kami bisa mendapatkan solusi dengan mendatangi Anggrek dan mendapatkan cara memperoleh uang.
Saat datang kepadanya kami di perintahkan untuk bersekutu dengan iblis dan memberikan tumbal yang sesuai dengan keinginannya. Iblis itu akan selalu meminta darah dan makanan setiap waktu.
Awalnya aku dan Kak Ratih akan melakukan apapun demi harga diri kami berdua tetapi akhirnya semua rencana itu tidak jadi kami lakukan. Dan tidak lama dari itu Endru menghilang secara misterius.
Saat dicari kemanapun dengan bantuan polisi sekalipun tidak menemukan titik terang. Endru terlihat terakhir menunggu bis sekolah. Kemudian dijemput oleh seseorang hingga tidak ditemukan lagi.
Semuanya terjadi begitu cepat dan menimbulkan trauma mendalam bagi kami berdua. Banyak orang yang menganggap kami telah menumbalkan Endru.
Karena saat itu kehidupan kamu langsung berubah sekejap mata. Semuanya bagi orang lain tidak mungkin terjadi tanpa pesugihan.
Semua hal bagi orang lain adalah keajaiban yang diciptakan iblis dan memakan korban. Bagi orang lain kami adalah pasangan kejam yang membunuh anak kami sendiri dengan kebahagiaan duniawi.
Banyak orang yang menganggap kami tidaklah berguna, padahal semua sumber kekayaan itu kami dapatkan dari...
Ucapan dari Kak Farhan terpotong ketika Kak Ratih datang dengan menggendong seorang gadis kecil yang menangis.
Gadis itu menatap kearahku dengan tidak ramah dan meringis menunjukkan ketidaksukaan diwajahnya. Entah siapa dan dari mana gadis ini berasal tapi terlihat tidak asing bagiku.
__ADS_1