Misteri Hotel 27

Misteri Hotel 27
Bencana...


__ADS_3

Pasangan itu mendengarkan semua nasihat tetapi tidak akan melakukan semuanya. Bagi orang kaya walaupun nyawa taruhannya tidak akan bergeming karena bagi mereka harga diri diatas segalanya.


Mereka akan terus menganggap orang lain rendahan diatas segalanya. Merasa sangat baik dan lebih mulia derajatnya dibandingkan orang lain.


Anak perempuan bernama Seruni itu akhirnya bisa ditenangkan oleh Kakek Jarwo dan mereka kembali ke kota saat itu juga.


Besar harapan jika kedua orang tua itu mengakui kesalahan mereka. Agar anaknya tidak menimbulkan masalah kedepannya bagi hidup mereka.


Semua berlalu begitu saja harapan kami pasangan itu mendapatkan yang terbaik untuk penebusan dosa mereka. Dari hari ini juga Kakek Jarwo mengenal sosok Anggrek yang bisa mengenal inang iblis yang terbentuk dari kutukan.


Ternyata selama ini dia tidak hanya mengandalkan kemampuan Yudi semata tetapi bisa melakukan penerawangan dengan mata ilahinya. Mata yang kalau menurutku pribadi adalah anugerah juga beban yang mengusik ketenangan.


Aku meminta semuanya untuk kembali melakukan kegiatan masing-masing dan aku memanggil Kakek Jarwo ke ruanganku. Di ruangan inilah aku bertanya tentang Mbah Baso yang tempo hari membantu hotel ini tegak kembali ke masa kejayaannya.


Ekspresi Kakek Jarwo menjadi sangat masam dan terlihat jelas ketiksukaanya terhadap dukun tersebut. Kak Jarwo kemudian bercerita tentang kisahnya.


5 tahun lalu dia dan Mbah Baso maupun Mbah yang lainnya adalah satu perguruan. Mereka melayani dukun yang sama untuk belajar kepadanya. Dirumah perdukunan semuanya menyembah Dewa dan melayani orang-orang penting untuk doa maupun angan dan impian yang minta di wujudkan.


Pelanggan VIP adalah para naratema yang mempunyai posisi penting di ranah public dengan kekayaan yang sangat melimpah. Dari sinilah mereka menghasilkan banyak uang kala itu.


Hingga satu waktu Mbah Baso ketahuan melakukan ritual sesat yang terlarang yaitu membuka jiwanya untuk di tempati iblis sebagai pertukaran dengan ilmu ataupun informasi.


Namun sudah guru obati dan pastikan iblis itu kembali ke tempat dia seharusnya. Kami tidak perlu was-was dengan kehadiran Mbah Baso dan guru meminta kami untuk memperlakukakan Mbah Baso seperti biasa.


Sayangnya setelah ritual itu, dua minggu kemudian Mbah Baso mulai bertingkah aneh bahkan menjadi sangat pintar dan antusias padahal dulu adalah orang yang terbelakang diantara kami.


Mbah Baso dulu sangat menyukai Melati namun setelah ritual itu dia malah sangat enggan dekat dengannya, hal ini karena Melati selalu memakai wewangian penangkal sihir leluhurnya.


Jadi saat itu besar dugaan mereka bahwa Mbah Baso sudah bertukar jiwa dengan Iblis sekali lagi dan jiwanya sudah tidak kembali lagi.


Berulang kali para murid memberitahukan kepada guru tetapi Mbah Baso dengan pandainya mengelabui mereka semua.

__ADS_1


Hingga satu waktu bencana itulah yang menguatkan keyakinan mereka. Tepat ketika Guru sedang melakukan meditasi rumah meditai malah terbakar sangat parah.


Mbah Jarwo bercerita bahwa Api malam itu adalah Api dari neraka, semakin di berikan air maka akan semakin kuat nyalanya.


Semenjak hari itu Guru meninggal dunia dan Mbah Baso melarikan diri mengambil semua tamu naratema di perdukunan dan membangun relasi dengan kekuatannya sendiri.


Sedangkan para dukun lain memilih pulang ke kampung masing-masing dan menjalani hidup biasa saja.


Sebelum Melati meninggal dunia, dia mengatakan bahwa Mbah Baso sudah menjadi dirinya yang dulu beberapa hari belakangan ini. Karena Melati yang tidak sengaja bertemu dengannya di pasar dan dia kembali menyukai dirinya.


Melati juga menceritakan bahwa Mbah Baso mempunyai seorang putra yang sedang Melati selidiki. Dia juga mengatakan hari itu akan mengungkap siapa orang tersebut. Karena orang itu sangatlah berbahaya.


Hanya saja Melati kemudian ditemukan mati mengenaskan. Kakek Jarwo yakin yang melakukan penyerangan adalah Iblis yang dulu tinggal diraga Mbah Baso.


Aku kemudian menceritakan bahwa Mbah Basolah yang membawa kembali arwah yang kabur dan tidak mau tinggal disini.


“Dia minta apa bayarannya?” Ujar Kakek Jarwo melotot kearahku.


Mbak Tati menjelaskan bahwa Mbah Baso hanya meminta uang tunai 10 juta rupiah. Jawaban dari Mbak Tati sontak membuat Kakek Jarwo bingung karena 10 juta terlalu murah untuk melakuka ritual pemanggilan dan penyegelan dalam hotel.


Apalagi jumlah arwah yang di panggil bukan puluhan tetapi ratusan. Menurut Kakek Jarwo hal ini terlalu mengganjal untuk seorang dukun.


Kakek Jarwo akan menyelidiki lebih lanjut dari rumah Melati siapa tau menemukan petunjuk. Aku malah meminta beliau memanggil arwah Melati saja agar lebih mudah dan efesien.


Hanya saja arwah Melati sudah lebih dulu naik ke surga karena meninggal secara tidak adil yaitu di bunuh dengan kejam. Bahkan bekas darah Melati masih tertinggal di tempat kematiannya.


Besar kemungkinan hal yang ingin dia sampaikan Mbah Melati adalah pemilik inang iblis yang baru. Jika Inang itu adalah orang yang kuat akan iblis itu akan semakin kuat juga.


Setelah semua cerita yang membuatku pening dengan hal-hal abstrak. Kakek Jarwo berpamitan untuk pulang begitu juga Mbak Tati yang akan melanjutkan pekerjannya yang sempat tertunda karena panggilanku tadi.


Aku hanya bisa menarik nafas dalam-dalam karena begitu banyak beban fikiran yang terjadi hal ini.

__ADS_1


...----------------...


Dua orang anak perempuan bermain boneka dengan sangat bahagia. Tiba-tiba tanpa sengaja anak perempuan lain secara tidak sengaja merusak mata boneka milik anak temannya.


Di luar dugaan anak perempuan itu hanya tersenyum tipis lalu...


Suara ibunya berteriak histeris. Anak perempuan tadi sudah terkapar tidak berdaya dengan kehilangan satu matanya hingga bola matanya itu menggelinding keluar seperti kelereng.


Anak itu entah pingsan atau bahkan sudah tidak bernyawa. Tubuhnya terkulai di lantai yang dingin dengan darah mengalir tanpa henti.


Anak perempuan yang melakukan kekacauannya ini hanya berdiri di sudut tembok dan memegang erat boneka miliknya tanpa rasa penyesalan.


 


Ibu yang melihat ulah anaknya kepada teman bermainnya tersebut hanya bisa menangis dalam diam. Dia menelepon suaminya untuk langsung pulang secepatnya.


Tidak lama ayah si anak pulang dengan tergesa-gesa. Tubuhnya seperti di tarik oleh magnet untuk mundur kebelakang.


Melihat tubuh manusia dengan bentuk seperti itu membuatnya sangat mual dan tidak bisa berkata apa-apa.


Terlebih lagi yang melakukan hal tersebut anak anaknya sendiri. Anak yang dia anggap sebagai malaikat kecil sekarang menjadi monster yang berhati dingin.


Anak itu bahkan masih bisa tertawa melanjutkan bermain dengan bonekanya.


Ibu si anak yang bernama Tina itu tidak ingin jika anak mereka terekspos jadi meminta suaminya agar bisa menyelesaikan semua ini dengan cepat.


Pasti orang tua anak itu akan segera datang mencar anak mereka. Mereka berdua hanya perlu melenyapkan semua bukti yang ada dan meminta anak mereka untuk tutup mulut.


Tidak seharusnya peringatan dari Kakek Jarwo dan Anggrek mereka tidak tanggapi. Kutukan akan terus membawa putri mereka ke bencana yang jauh lebih besar.


 

__ADS_1


__ADS_2