Muslimah Dan Tuan Mafia

Muslimah Dan Tuan Mafia
Janji


__ADS_3

Setiap yang bernyawa pasti akan kembali pada sang Pencipta. Begitu juga dengan kedua orangtua Muslimah yang meninggal bersamaan dalam sebuah kecelakaan tabrakan. Mungkin kematian mereka terdengar sangat tragis dan mengerikan, namun percayalah semuanya telah tertulis di lauhul mahfudz. Sebagai seorang gadis yang tumbuh dengan didikan agamis dari kedua orangtua-nya, tentu Muslimah sangat paham akan hal itu. Namun, meski bagaimanapun kesedihan itu tetap ada pada dirinya sebagai manusia biasa.


Muslimah duduk di pinggir makam kedua orangtua-nya. Dia membacakan surah yaasin dan juga doa doa untuk mereka. Air matanya dia tahan agar tidak menetes, sebab tidak baik menangis meratap di makam. Pesan itu yang diingatnya dari ayah dan bundanya.


"Ima, sudahlah nak. Mari kita pulang."


Pamannya yang sejak tadi setia menunggu keponakannya itu akhirnya mengajaknya pulang, karena Muslimah sudah membaca tujuh kali surah Yaasin diatas pusara kedua orangtuanya itu.


Orang orang yang tadi mengantar ke makam-pun sudah lama pulang. Hanya tinggal Ima, pamannya dan seorang wanita cantik berpakaian serba hitam yang lumayan ketat, memakai kaca mata hitam dan menutup asal kepalanya dengan selendang panjang berwarna hitam juga. Wanita itu adalah kekasih pamannya.


"Beb, ayok pulang. Aku lapar." Bisiknya merengek manja pada kekasihnya.


"Sebentar ya sayang. Kasihan Ima."


Paman Ima melangkah menghampiri Muslimah. Dipegangnya kedua bahu keponakannya itu. "Ima, pulang yok nak. Tidak baik terlalu lama di sini."


Akhirnya muslimah menyudahi doanya. Lalu dia berdiri dengan bantuan pamannya.

__ADS_1


"Ayah, bunda.. Ima pulang dulu. Insyaa Allah, Ima akan sering berkunjung dan Ima tidak akan lupa untuk mengirimi kalian doa. Ima sangat sayang ayah dan bunda. Sampai bertemu lagi ayah, bunda."


Setelah mengatakan itu barulah Ima melangkah dengan dipapah oleh pamannya. Dia melangkah tanpa menoleh lagi kebelakang. Bukan tidak mau, hanya saja saat ini Ima sudah menangis deras. Bahkan air matanya sudah membasahi kain cadarnya. Dia tidak ingin memperlihatkan itu di depan makam ayah dan bundanya.


Sepeninggalan Muslimah, Don dan Bar mendatangi makam ayah dan bunda-nya. Pasutri yang meninggal karena kurang kehati hatiannya saat berkendaraan.


"Hai.." Sapa Bar.


Dia berjongkok di antara kedua nisan pasutri yang tewas karenanya. Sedangkan Don berdiri memayungi Bar.


"Saya minta maaf. Karena keteledoran saya, akhirnya kalian harus pergi lebih dulu meninggalkan putri tercinta kalian."


Don meletakkan buket bunga krisan di kedua pusara itu. Lalu dia menundukkan kepalanya sebagai permintaan maaf-nya. Barulah kemudian dia meninggalkan makam itu dengan perasaan yang sedikit lega.


Don menyetir mobil, membawa mobil itu melaju kencang menuju suatu tempat.


"Godfather, maaf jika saya lancang. Tapi, sepertinya anda tidak perlu sampai berjanji untuk melindungi putri mereka."

__ADS_1


"Aku tahu itu berlebihan, Don. Tapi, naluri kemanusiaanku mengatakan aku harus bertanggung jawab atas gadis itu."


"Apa yang akan godfather lakukan untuk menjaga gadis itu?"


Huh…


"Saat ini aku belum memimirkannya. Yang pasti, kau harus terus mengawasinya, menjaganya dan memastikan gadis itu akan baik baik saja bersama pamannya."


"Baik, godfather."


Mobil terus melaju kencang. Menuju satu gedung yang diluarnya tampak seperti gedung usang, namun didalamnya merupakan tempat perkumpulan para mafia. Tepatnya gedung ini adalah markas mafia yang dipimpin oleh godfather Barnard Moore Lim.


Barnard adalah mafia termuda dan terkuat se Asia. Dia adalah putra angkat dari Edric Moore yang merupakan mafia terkuat di Eropa. Barnard baru satu tahun tinggal di Indonesia membangun kerajaanya di dunia hitam. Namun, meski begitu dia sudah sangat sukses berkat bantuan sang ayah.


Edric Moore adalah mafia terkejam dan bengis. Dia tidak peduli meski harus membunuh warga sipil demi melancarkan bisnisnya. Namun, tidak dengan Barnard. Dia juga terkenal kejam dan menakutkan di dunia mafia. Bahkan Barnard berhasil menyaingi posisi mafia terkuat nomor satu di Asia sejak awal kedatangannya.


Karena itulah dia digelari sang godfather oleh sindikat sindikat mafia di Asia. Meski begitu, Barnard punya pengecualian. Dia tidak akan menyakiti warga sipil sedikitpun demi melancarkan bisnisnya. Karena, di masa lalunya dia terlahir dari seorang wanita berkebangsaan Turki yang hanya warga sipil. Sementara ayahnya seorang Cina yang merupakan polisi bengis berambisi menangkap mafia.

__ADS_1


Namun, ayahnya tidak punya kasih sayang untuknya dan ibunya yang hanya berasal dari warga biasa tidak berpangkat. Karena itulah, Barnard memilih menjadi mafia ketimbang mengikuti jejak sang ayah menjadi polisi. Dan kedua orangtua-nya itu sudah lama berpisah dan sudah kembali memiliki pasangan masing masing serta sudah memiliki anak mereka masing masing dari pasangan baru mereka.


__ADS_2