Musuh Jadi Cinta?

Musuh Jadi Cinta?
11. AKSA


__ADS_3

HAPPY READING💕


.


.


.


.


.


.


.


Bunyi deru mesin motor berhenti tepat didepan kediaman Afthani, langsung saja Karina turun dari motor milik lelaki menyebalkan yang dengan seenaknya memaksanya itu.


"Sama-sama cantik." goda Aksa saat sampai dirumahnya.


Kedua manik mata gadis itu memutar, "Dih, aneh." Jawab Karina langsung berlalu pergi dari sana, Aksa hanya terkekeh melihatnya lalu menstater motornya kembali untuk pulang.


Hmm, gadis yang menarik. Batin Aksa mengingat awal pertemuannya dengan sepupunya Jihan siapa lagi kalau bukan Karina.


Dia gadis yang mampu membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama, dimana bila semua siswi-siswi sekolahnya berteriak histeris bahkan ada yang mengungkapkan langsung perasaannya ke laki-laki itu tapi langsung ditolak mentah-mentah begitu saja. Namun beda lagi dengan gadis yang terkesan tomboy tadi bahkan sangat santai.


Awal mulanya memang Aksa hanya penasaran saja tapi siapa sangkah Aksa jadi tertarik seperti ini?


 


👍✔LIKE✔👍


"Hai Mom! hai Dad!" Sapa Aksa riang ke Mommy, dan Daddynya kala dirinya berada diruang tamu.


Raut muka wanita paru baya itu nampak sedih, "Maafin Mommy yah Aksa? perjodohannya dibatalin gara-gara yang perempuan kabur." Ucap Mommy Aksa. "Tapi Mommy janji bakal jodohin kalian." Sambung beliau.


Ya elah Mom! gak usah juga gak papa kok malahan gue seneng. Batin Aksa menggerutu, untung tuh gadis yang mau dijodohin sama dia kabur kalau gak...


"Yah bagus dong." Gumam Aksa tanpa sadar.


"Apa kamu bilang?" Tanya Mommy Aksa dengan melototkan kedua matanya.


Aksa nampak menelan susah payah salivanya lantas cepat-cepat mengahlikan topik, "Emm, Mom! kenapa nggak Fajar aja?" Bujuk Aksa agar Mommynya itu mau membatalkan perjodohan gak jelas ini.


"Karena Fajar masih kecil." Jawab Mommynya enteng, Wow saya terkejut!


Fajar udah besar Mom elah. Batin Aksa kesal, ingin sekali batinnya itu ia ungkapkan langsung ke Mommynya namun nyalinya belum seberapa.


"Tapi Mom Aksa juga."


"Mau Mommy sekolahin diluar negri kamu?" Tanya Mommynya, dan dibalas gelengan kepala dari Aksa. Yakali dirinya sekolah disana yang banyak bule-bulenya? Nilai bahasa inggrisnya saja anjlok gimana mau ngomong sama bule disana? yang ada entar Aksa cuman ngomong 'yes' sama 'no' doang terus abis itu diejek crazy! you know crazy? this is malu-maluin.

__ADS_1


"Kamu ini kan Kakak tertua, ya harus nikah duluan dong! mumpung ada jodohnya tuh." Bukannya menjawab Aksa malah mengerucutkan bibirnya, "Udah ya, Mommy mau tidur dulu."


"Awas jatuh cinta loh Aksa." Celetuk sang Daddy, menggoda putranya itu lalu pergi bersama istrinya.


Siapa juga yang bakalan jatuh cinta? Batin Aksa sebal, lebih baik dirinya sama Karina yang baru kenal tadi dari pada sama gadis yang gak tau asal usulnya seperti ini tapi langsung kena jodoh-jodohan, dikira dia gak bisa cari jodoh sendiri apa? dia ini kan punya wajah tampannya diatas rata-rata? masa gak dimanfaatin dengan baik, dan benar.


Sementara ditempat lain yaitu dirumah Jihan.


"Ciee, yang pipinya kayak tomat busuk!" Goda Jihan setelah keluar dari kamar mandi, kaki jejangnya ia arahkan ke meja rias.


"Gue demam." Jawab Karina santai tapi dalam hati bullshing karena perlakuan Aksa kepadanya yang kelewatan manis, gadis itu memang cuek namun cuek diluar saja.


Flasback on.


"Sini gue pakekin helmnya." Ucap Aksa sambil memakaikan helm motor dikepala Karina sedangkan Karina langsung memerah dibuatnya karena jaraknya sangat dekat bahkan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Cantik." Gumam Aksa tapi masih dapat didengar oleh Karina, Karina yang mendengar itu pun semakin malu. Ingin sekali gadis itu berteriak kencang sekarang juga! namun ingatkan dia jika harus menjaga image.


Sumpah demi apa pun dia tak pernah semalu ini bahkan dengan para mantannya pun jantungnya tak berdetak lebih cepat dari biasanya, ya gadis cuek itu pernah menjalin asmara dengan laki-laki lain tapi hanya bertahan dua hari saja.


"Udah, yuk pulang!" Ucap Aksa, dan Karina pun menaiki motor Aksa.


"Pegangan, gue mau ngebut takutnya keburu sore." Modus Aksa tapi tetap saja Karina menuruti perintahnya, gadis itu masih tak tau dengan keadaan.


Nyaman. Batin Karina tanpa sadar, untung cuman ngebatin!


Flashback off


Jihan memutar bola matanya kala melihat sepupunya itu malah bengong dengan pipi yang tambah memerah, "Alasan aja lo! ada apa sih? cerita dong." Ucap Jihan dengan binar dimatany lantas langsung berlari menuju sepupunya itu.


"Buset, cepet banget dah tidurnya?" Heran Jihan lalu ikutan tidur disebelah Karina. Yah gagal deh cerita asiknya padahal Jihan akan menceritakannya kepada Maira.


 


//////////KOMEN///////


 


"Gue dijodonin." Ucap Aksa lesu, laki-laki itu sudah biasa jika curhat dengan kedua temannya selain bisa melegakan hati juga kedua temannya mampu menjaga rahasia ya walaupun mulut Farel licin beut kek belut namun tetap saja bisa menjaga rahasia.


"HA?" Beo Farel dengan teriakan cetar membahananya.


"Itu mulut atau toa masjid? telinga gue langsung bunyi nggiiiing."


"Gue juga dijodohin." Sahut Rio tenang membuat Farel melotot kaget, kenapa teman-temannya itu pada kompak dijodohin? perasaan muka kedua temannya masuk kategori yang paling tampan tapi mengapa seakan tak laku hingga dijodohin seperti ini?


"Biasa aja tuh mata, nanti copot nangis."


"Gue tau apa yang lo pikirin." Ucap Rio yang membuat Farel hanya membalasnya dengan cekikikan.


"Untung gue gak dijodohin." Bangga Farel menepuk-nepuk dadanya, "Karena gue ada Maira!" Sambungnya sombong.

__ADS_1


"Lo tuh harusnya supod temen lo kek bukan malah sombong." Ucap Aksa malas bahkan mengatakan support pun tak bisa, sudah dibilangkan nilai bahasa inggrisnya anjlok.


"Support bege."


"Yaudah, SEMANGATS TEMAN-TEMAN GUE! SEMOGA LANCAR PERNIKAHANNYA DAN JANGAN LUPA GUE DIKASIH MOMONGAN YAH YANG LUCU-LUCU NAN TAMPAN KEK GUE!"


Pletak.


Pletak.


Bagus, dua jitakan langsung mendarat tepat pada kening mulusnya.


"Awh, ngapain sih lo berdua? bukannya terima kasih malah jidat gue digeplak." Ringis Farel menatap kesal kedua temannya.


"Lo be*o."


"Lo pea."


"Salah teross gue, kalian suci gue penuh dosa hiks." Ucap Farel mendramatis, membuat Rio dan Aksa memutar bola matanya malas.


Kumat. Batin Rio, dan Aksa kompak.


"Bukan temen gue." Ucap Aksa, dan Rio bersamaan sembari menjaga jarak dari Farel.


"Ya elah jahat banget lo berdua."


"Eh betewe, Rio lo jangan lupa sama tantangan lo." Ucap Aksa mengingatkan Rio.


"Iya! iya!" Jawab Rio malas.


Inget aja! gue kira udah lupa. Batin Rio menghela nafas kasar yang mampu membuat mereka bertiga tertawa.


Tringggg... tringgggg... tringgggg.


"Yuk cabut udah bel." Ajak Farel, dan dibalas anggukkan oleh Rio, dan Aksa.


"Mie ayam kuy? tapi duidnya Farel."


"Suka-suka lo pada dah."


"Gini dong baru temen."


"Gini aja lo berdua ngaku temen, emang dasar sia*an!"


Aksa tertawa seraya merangkul pundak Farel.


"Heh, jauh-jauh lo! bau keringet somplak!" Ketiganya nampak terawa terbahak-bahak.


BERSAMBUNG~


JANGAN LUPA LIKE👍 AND KOMEN💬 YAH GUYSSS

__ADS_1


JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DINOVEL AUTHOR SATUNYA 😉💕


SEE YOU😚


__ADS_2