Musuh Jadi Cinta?

Musuh Jadi Cinta?
22. SALAH PAHAM!


__ADS_3

HAPPY READING


.


.


.


.


.


Senin


Hari yang sangat-sangat membosankan bagi Jihan karena dia akan kembali memainkan dramanya yaitu membuat Rio cemburu? begitu juga dengan Rio? mari kita lihat tayangan kemarin!


Flashback on.


Saat itu, awal terjadinya tragedi. saat dimana Jihan mencuci wajahnya karena merasakan pusing melihat angka-angka dilembarannya. Waktu itu Maira mengusulkan Jihan tuk memcuci muka saja agar tak terlalu kusut alhasil Jihan menurutinya saja dengan alasan mau izin ke toilet.


"Wuahhh, segarnya~ emang ya kalau cuci muka itu paling menyenangkan" Monolog Jihan dengan riangnya lalu mematikan keran air dan beranjak pergi dari sana.


Langkah kaki gadis itu terdengar riang se-riang wajahnya saat ini, tak seperti tadi yang bahkan berjalan saja terseok-seok karena malas tentunya. Usulan Maira sangat bagus! Jihan akan berterimakasih setelah ini.


Deg.


Seketika wajah Jihan yang tadinya tersenyum merkah kini berubah menjadi kaget. Senyuman gadis itu pudar. Matanya melotot tak percaya begitu juga dengan hatinya yang terasa sesak seakan tak ada oksigen disekelilingnya.


Ada apa ini? Kenapa air matanya jatuh? melihat Rio yang tengah mencium bibir Vina. Adegan apa itu? mengapa hatinya sakit.


Tiba-tiba pandangan Jihan yang tadinya berfokus ke arah Rio kini dihalangi bahu lebar seseorang. Gadis itu masih terdiam membeku kala dirinya tiba-tiba dipeluk orang lain. Nafas gadis itu masih memburu. Air matanya tak bisa berhenti.


"Ssst, Tenang, okey?" Ucap laki-laki asing itu dengan nada lembut, bermaksud menenangkan Jihan.


Suara itu! Jihan hafal betul dengan suara itu!


"Nangis aja gak papa, gak usah ditahan." Ucapan itu sukses membuat Jihan mengeratkan pelukannya, dan menumpahkan semua kesedihannya diatas dada bidang milik lelaki asing tersebut.


Jihan tak tau ada apa dengannya? yang ia tau sekarang harus menangis.


Sementara itu ditempat Rio, satu menit sebelumnya.

__ADS_1


"Makasih Rio udah anterin gue sampai kelas." Ucap Vina tersenyum manis kearah Rio.


"Ya." Jawab Rio seadannya lalu berbalik pergi menuju kelasnya berada, sebenarnya Rio malas sekali mengantarkan Vina namun gadis itu terus saja menganggu dan memaksa hingga membuat Rio akhirnya menyerah.


Tangan Vina terulur menarik lengan Rio hingga membuat Rio yang tak siap jadi menabrak badan Vina sekaligus membuat bibirnya dan bibir Vina bersentuhan.


Rio nampak terkejut bukan main namun sedetik kemudian lelaki itu menggeram marah atas tindakan konyol yang dilakukan Vina, Rio tak sangkah sahabatnya akan seliar ini? "Lo apa-apaan sih Vin!"


"Ma maaf, Rio. Gue gak tau." Gugup Vina menunduk ketakutan.


Wajah Rio berpaling ke arah lain dengan raut wajah kesal. Seketika matanya melotot kaget saat menoleh kesamping mendapati pemandangan yang mampu membuat dadanya terasa sesak seketika.


Dia tau persis siapa perempuan itu! dan juga siapa yang sedang gadis itu peluk walaupun posisi laki-laki itu membelakanginya, namun Rio hafal dengan postur tubuhnya.


Tanganya menggenggam erat begitu pula dengan wajahnya yang nampak semakin kesal. Kaki jejang pria itu langsung berbelok arah menuju atap sekolahan, meninggalkan Vina sendirian disana.


Kenapa dia semarah ini? apa dia tak ikhlas melepaskan kepergian Jihan? begitu lha pertanyaan yang timbul dalam benak Rio.


Ya, sejak saat itu lah sandiwarah antara Rio dan Jihan dimulai. Berawal dari kesalah pahaman yang muncul karena disengaja hingga keduanya sama-sama menaruh benci yang amat mendalam.


Flashback off.


"Apa sih lo! kantin, kuy?" Ajak Jihan bersemangat setelah mendengar bel pertanda istirahat.


"Kuy."


"Tumben lo gak bareng pacar lo? biasannya selalu bareng kayak sandal, sampe sahabatnya ditinggal sendirian." Ejek Jihan sambil berjalan menuju kantin bersama Maira disampingnya.


"Hehe, jangan marah lah Ji. Gue bukannya ninggal tapi gak ingat." Ucap Maira tanpa dosa sambil menarik kursi untuk ia duduki setelah sampai dikantin.


Jihan menatap malas Maira, "Emang bener-bener temen kampret lo!" Kesal Jihan.


"Ampun mbak jago!"


"Dasar se-"


"Hai Jihan!" Sapa Vina dengan tersenyum hangat dan tanpa tau malu gadis itu langsung duduk begitu saja ditengah-tengah Maira dan Jihan.


"Kayak jelangkung lo! datang tuh salam kek lah ini malah langsung nyapa. Emang Jihan kenal sama lo? kelihatan banget sok kenal." Sindir Maira.


"Iya, maaf." Sesal Vina tapi hanya dibuat-buat, seorang Vina tak akan minta maaf duluan jika ada butuhnya.

__ADS_1


Gue bunuh juga lo, siapa yah namanya? Ira atau Arak? Batin Vina kesal menatap tajam Maira sekilas lalu kembali tersenyum.


"Lo tau gak-"


"Gak tau dan gak mau tau, sekarang mending lo pergi hus! hus! hus!" Ucap Maira tak peduli dan langsung memotong ucapan Vina sembari mengibaskan tangannya layaknya tengah mengusir hewan, membuat Vina ingin sekali membunuh Maira sekarang juga! tapi ia tahan, kasihan nanti tangannya lecet.


"Jadi tuh, sekarang gue tambah dekat sama Rio." Lanjut Vina menekan nama 'Rio' membuat Jihan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Oh terus?" Ucap Maira tak peduli sama sekali membuat Vina jengkel setengah mati dan pergi dari tempat itu, memang benar-benar hama! "Han, lo gak papakan? tenang cowok didunia ini gak satu kok! Kita bisa berbagi Farel! eh tapi jangan deng." Sambung Maira mencoba menghibur sahabatnya tersebut.


"Hahaha lo apa-apaan sih? gue gak kenapa-napa kok udah sana lo pesan makanan, gue samain aja makannya kayak lo." Ucap Jihan mencoba tersenyum.


Ada apa ini gak mungkinkan gue cemburu dengan Vina? Sadar Ji! lo tuh sekarang bukan siapa-siapanya! Batin Jihan bertanya-tanya sambil mendorong punggung Maira agar segera memesan makanan.


"Huftttt, sebenarnya gue kenapa sih?" tanya Jihan pada dirinya sendiri lalu duduk dikursinya menunggu Maira datang "Lah gue udah gila!"


Selang beberapa menit Maira datang sambil membawa nampan ditangannya" udah lah Han gak usah terlalu dipikirin, mending kita BBQ an yok! besokkan malam taun baru!" Ajak Maira bersemangat membuat Jihan tersenyum dan mengangguk.


Sahabatnya itu! selalu tau cara menghiburnya...walau tak kenal lama sekali dengan Jihan.


"Gue nanti bawak beb Farel." Oke Jihan tarik semua kata-katanya tadi, terkadang Maira juga menyebalkan!


Senyuman Jihan pudar seketika, gadis itu mendengkus sebal. "Lo bawak Farel gue bakar rumah lo, seriusan."


"Canda atuh, Neng."


"Yeuh, lo ngajak gue BBQ an emang ada bahannya?"


"Ada lah! gue sengaja tau nyiapinnya secara khusus! karena selain perayaan tahun baru juga perayaan Jihan akan menjomblo seumur hidup! teteww!"


Jihan tersenyum manis seraya menabok keras bahu Maira hingga Maia mengaduh kesakitan, "Bener-bener bangkek lo!"


BERSAMBUNG~


HAPPY NEW YEARS SEMUAAAAA 🎉🎉🎊😄😍 MAAF TELAT😅


JANGAN LUPA VOTE👍 AND KOMEN 💬 YAH GAISSSSSSS😉😄


SEE YOU NEXT CHAPTER😉


BABAY~

__ADS_1


__ADS_2