Musuh Jadi Cinta?

Musuh Jadi Cinta?
33.HARI KELULUSAN


__ADS_3

HAPPY READING


.


.


"Jika lo bahagia dengan nya? gue hanya bisa mundur dan lihat dari kejauhan senyum bahagia lo,meski bukan gue yang buat lo tersenyum"


Fajar Dwi Saputra


.


.


.


Hari ini hari di mana semua murid HARAPAN BANGSA (sekolah SMA Jihan) di sibukan dengan rasa khawatir dan cemas, bagaimana tidak cemas kemarin baru saja mereka menyelesaikan ulangan kelulusan yang di mana sangat amat penting untuk masuk ke jejang berikut nya.


"Jihannnnnnnnnnn!" teriak menggelegar dari Maira membuat semua langsung menutup kedua telinga nya erat erat.


"Hadir! gak usah teriak teriak juga kali! gue gak budek" kesal Jihan langsung berdiri dari tempat duduk nya untuk menemui sahabat sengklek nya tersebut.


"Ada kabar gembira untuk rakyat gue! lihat deh di madding nilai ulangan kita udah di pajang, cepat kita lihat keburu rame" ajak Maira langsung menarik paksa pergelangan tangan sahabat nya tersebut membawa nya pada papan madding yang kini sudah banyak sekali orang orang yang menggantir hanya untuk melihat nilai nya masing masing.

__ADS_1


"Kan apa gue bilang, udah rame" kesal Maira mengngerucutkan bibirnya karena tak bisa melihat nilai nya.


"Kita bisa nyelip lah! kan badan kita kecil ya gak?" tanya Jihan dengan senyum simrik nya lalu menarik Maira ke dalam kerumunan orang orang tersebut.


"Bocah itu peringkat satu" kaget Jihan, bagaimana tidak kaget bila nama Ending Victario terpampang jelas di nomor satu setelah itu nomor dua dia sendiri.


"OMG! OMG! lo peringkat 2 Han? gue peringkat 5 beb Farel peringkat 6" ucap Maira lalu bergegas pergi karena merasa sesak begitu juga dengan Jihan.


"Huft....huft njirr gue mati mati an bernafas dengan mulut" ucap Jihan menghirup dalam dalam oksigen di sekitar nya begitu juga dengan Maira.


"Tapi gue seneng banget! akhirnya gue peringkat 5 ya walaupun gak peringkat 1, eh btw lo peringkat 2 yah?" tanya Maira dengan mata yang berbinar binar.


"Iya" jawab Jihan tersenyum senang tapi agak ada raut binggung, binggung karena tuh si curut Rio mengapa nilai nya paling atas? bukannya ia tak pernah belajar? dan hanya tau mengerjai guru disini saja.


"Oke deh, mumpung tabungan gue full" ucap Jihan sambil tertawa bersama Maira.


Sementara di tempat lain.


"Eh...eh jangan dorong dorong dong!" kesal Vina karena sedari tadi bahu nya bertabrakan dengan orang.


"Duh! mau lihat nilai gue aja susah amat" gerutu Vina karena sedari tadi ia berusaha tapi tidak ada hasil sama sekali.


"Hahaha capek yah?" ejek sesorang pria dari belakang nya membuat Vina langsung membalikan badan nya, ingin melihat wajah siapa yang berani berani nya mengejek nya.

__ADS_1


"Oh lo! kirain siapa"


"Sini biar gue aja" ucap Fajar lalu masuk ke kerumunan tersebut.


"Permisi mbak nya boleh minggir sebentar nggak?" tanya Fajar dengan nada sopan mode on membuat kaum hawa langsung terpanah dan mempersilahkan Fajar ke depan


"gue peringkat 4 lo peringkat 3? curang banget masa gue harus kalah sama lo!" kesal Vina setelah melihat nilai nya di papan madding.


"Mangkannya belajar" ejek Fajar membuat Vina langsung mengkerucutkan bibir nya.


"Tapi lo tadi keren loh bisa bikin anak orang meleleh lihat wajah lo yang buriq itu!" ucap Vina dengan tawa nya.


"Iya tinggal lo doang yang harus gue taklukan" ucap Fajar dengan tawa nya juga membuat Vina langsung berhenti tertawa karena entah mengapa jantung nya berdetak kencang.


Cuma gitu doang masa lo baper sih Vin? batin Vina bertanya tanya.


BERSAMBUNG~


SUDAH ADA PASANGAN MASING MASING TINGGAL END AJA😅😉


LIKE, KOMEN, KASIH RANTING DAN TAMBAHKAN FAVORIT👈 JANGAN LUPA😄


SEE YOU NEXT CHAPTER😉

__ADS_1


BABAY~


__ADS_2