Musuh Jadi Cinta?

Musuh Jadi Cinta?
23. TERULANG LAGI


__ADS_3

HAPPY READING🎉


.


.


.


.


Brughh.


Jihan tak melihat dengan jelas siapa yang berani menyenggol bahunya hingga buku-buku yang ia bawa jatuh berserakan dilantai semua, sungguh nasib yang malang!


"Lo punya etika gak!?" Tanya Jihan tersirat nada marah disana ketika melihat yang menabrak bahunya tadi langsung berlalu pergi tanpa berniat membantunya menggambil buku-bukunya dahulu, benar-benar membuat pagi yang cerah Jihan menjadi sirna gara-gara ulah lelaki itu.


"Gue buru-buru." Ucap laki-laki itu langsung membalikkan tubuhnya kesal karena gadis tersebut berani mengatakannya tidak punya etika.


"Rio?" Gumam Jihan sedikit kaget setelah melihat wajah pelaku yang berani membuat pagi cerahnya menjadi hancur lebur.


"Jihan." Gumam Rio terdiam sesaat.


Untuk sesaat kedua sejoli itu saling melempar pandang dengan perasaan masing-masing hingga membuat Jihan tersadar dari lamunannya.


"Oh lo pria breng*eknya yang berani ngedorong gue sampai buku-buku gue jatuh? gak niat bantuin malah pergi gitu aja!" Kesal Jihan menatap tajam bola mata berwarna hitam pekat milik Rio begitu juga sebaliknya.


Kedua bola mata Rio memutar, "Terserah lo deh, nih." Ucap Rio mengalah sambil memberikan kartu Black cardnya kepada Jihan.


Jihan melotot sempurna, "Emang lo pikir gue minta-minta apa? Simpan kembali uangmu itu wahai Tuan Victario yang terhormat!" Kesal Jihan lalu menepis tangan Rio dan berlalu pergi karena jamnya sudah menujukkan hampir pukul delapan.


Terulang lagi. Batin Rio dan Jihan bebarengan lalu mereka berdua tersenyum mengingat kejadian sebelumnya, kejadian dimana mereka berdua bertemu lalu memendam perasaan benci yang kemudian jadi seperti ini.


"Woy! Han! halo! heii!" Ucap Maira sambil menjentikan jarinya ke depan muka Jihan membuat Jihan tersadar dari lamunannya.


"Ap-"


"Lo tuh yah baru datang untung gak telat! malah ngelamun sambil senyum-senyum sendiri, ngeri tau." Sambung Maira bergidik ngeri melihat tingkah laku sahabatnya tadi, mungkin saja sahabatnya ini terkena setan penunggu sekolahan ini karena sang setan punya dendam ke sahabatnya? eh kok jadi horor.


"Apa sih! ganggu lo." Ucap Jihan lalu menompah dagunya dengan sebelah tangannya, "Ra..."

__ADS_1


"Apa?"


"Lo pernah benci seseorang gak sampe pengen banget lo bunuh tapi lo gak bisa ngelakuin itu."


Mengerutkan alisnya bingung, "Lah kenapa? gue nih kalau udah benci seseorang pasti gue jambak tuh rambutnya."


"Gak tau kenapa lo gak bisa ngelakuin itu padahal lo udah disakitin sama dia?"


"Ha? gimana? gimana?" Maira nampak berfikir keras, "Cowok?"


"Iya."


"Apa banget dah lo itu, kalau cowok mah udah gu-" Gadis itu terdiam sesaat namun sedetik kemudian dia tersenyum lebar yang mampu membuat Jihan bergidik ngeri.


"Apa lo! senyumnya gak usah gitu, lo tuh udah jelek gak usah dijelek-jelekin."


"Gue tau siapa yang lo maksud!"


"Si siapa emangnya?"


"Ya ada lah, tapi anyway itu tandanya lo suka sama dia!" Ucap Maira yakin yang langsung membuat Jihan terdiam seketika.


🎉TAMBAHKAN KE FAVORIT🎉


Tringgggg.... tringggggg.


Bel pertanda istirahat pun berbunyi membuat semua murid-murid belari menuju kantin tuk mengisi perutnya yang sedari tadi meminta untuk di isi makanan.


"Akhirnya pelajaran matematika yang membosankan pun selesai." Teriak Maira semangat lalu berdiri mengajak sahabatnya untuk pergi menuju kantin.


Sungguh semua rasa penat karena menghitung rumus-rumus yang entah ia tak tau kini sirnah karena bel penyelamat bagi para siswa. Lega rasanya...


Brughhh.


"Duh jidat gue! siapa sih yang taruh dinding disini?" kesal Jihan mengusap-usap dahinya yang terbentur benda keras didepannya ini.


"Sembarang aja lo ganteng gini dikira dinding." Ucap seseorang laki-laki didepan Jihan.


"Loh kok dindingnya bisa bicara yak?" Gumam Jihan pada dirinya sendiri lalu mendongak ke atas, karena penasaran akan siapa yang berujar dengan songongnya itu.

__ADS_1


Gadis itu melotot sempurna seraya bangkit berdiri, "Lo lagi lo lagi! bosan gue liat lo muluk!" Sambung Jihan kesal setelah tau siapa yang ia tabrak.


"Halah lo senang kan? lagian jalan tuh pakek mata!" Ucap Rio.


"Dimana-mana jalan tuh pakek kaki be*o bukan pakek mata! belajar dulu sono lo!"


"Enak aja lo bilang gue be*o jelas-jelas lo yang nabrak gue!"


"Lo sih gak minggir! malah dijalan!"


"Selagi ini jalan bukan jalan buyut lo, gue bebas dong dimana aja?"


"Ya tapi lo jangan ditengah jalan juga!"


"Lo yang jalan gak liat-liat malah nyalain orang!"


"Lo jangan dite-"


Astaga, nih kalau gak gue lerai bisa-bisa sampe tahun depan gak selesai-selesai. Batin Maira malas.


"Udah-udah jangan berisik, Han. Ke kantin aja yuk! princes nya udah laper pengen makan." Ucap Maira melerai perdebatan kecil antara sahabatnya dengan calon pacar sahabatnya eh?


"Dih najis!" Jihan langsung menarik pergelangan tangan Maira tapi sebelum itu ia memeletkan lidah ke arah Rio dan dibalas wajah cuek milik Rio.


Seru juga aduh bacot dengan dia gue goda lagi ah besok-besok. Batin Rio terkekeh pelan lalu pergi menuju kantin guna untuk menjalankan rencana selanjutnya dengan senyum simriknya.


Emang bener-bener bocah resek! Batin Jihan kesal, tanpa sadar Jihan mulai melupakan kejadian kemarin~ saat dimana dirinya menangis hanya karena melihat adegan Rio dengan Vina.


Yesss makan-makan. Batin Maira bersorak ria dalam hati.


BERSAMBUNG~


JANGAN KEBANYAKAN DI GODA BANG ENTAR SITUNYA SENENG LOH:V


JANGAN LUPA VOTE 👍 AND KOMEN💬 DI BAWAH YAH GAISSSSS👇👇


SEE YOU NEXT CHAPTER😉😄


BABAY~

__ADS_1


__ADS_2