
...HAPPY READING💛...
.
.
.
.
.
.
JAKARTA, MALAM DIKEDIAMAN KARINA.
Nampaklah wanita paru baya yang tengah menatap lama jam tangan berwarna hitam yang berada tepat dipergelangan tanganya. Wanita itu mengerutkan keningnya lantas dengan cepat berlari menuju kamar putrinya berada.
Tok tok tok.
"Sayang, sudah selesai belum ganti bajunya?" Tanya Citra lembut sambil mengetuk pintu kamar bertuliskan 'KARINA'
"Belum." Sahut si punya kamar.
"Oh, kalau selesai langsung ke bawah ya, sayang?"
"Hmm." Mendengar itu Citra langsung turun ke bawah untuk menyambut tamunya.
Derap langkah kini terdengar menjauh, Karina menghela nafas berat. Gadis itu menatap datar pantulan dirinya sendiri lewat kaca rias didepannya. Ingin rasanya ia memukul kaca didepannya ini untuk melepaskan emosinya yang sudah diujung, namun ia sudah berjanji tak akan membuat kerusuhan.
"Jujur gue gak mau dijodohin! gue kangen Aksa." Lirih Karina sedih karena dia benar-benar merindukan sosok pria tampan yang selalu mengganggu hari-hari damainya dengan kekonyolannya itu. Andai Karina bisa memberontak lebih keras lagi pasti sekarang ia masih bercanda gurau dengan Aksa.
"Oke, gue harus kuat. Tinggal terima lalu setelah itu cerai, anggap lo itu tengah main rumah-rumahan dengan orang asing." Ucap Karina menyemangati dirinya sendiri lalu membuka pintu kamarnya dan berjalan menuruni tangga dengan langkah yang sangat malas, setelah sampai Karina melihat pria paru baya dengan wanita paru baya disampingnya yang tak lain dan tak bukan adalah calon mertuanya.
"Oh sudah datang! sini sayang sama Mommy! tunggu dulu yah anak Mommy emang gitu, suka telat. Kemarin saja dia kabur, memang dasar anak nakal!" Oceh wanita paru baya tersebut dengan ramah, mengajak Karina untuk duduk disebelah.
Lihat! dia saja tak mau dinikahin secara paksa begini tapi tetap saja dilakukan. Batin Karina tak habis pikir dengan jalan pemikiran ke empat orang tua dihadapannya ini.
__ADS_1
Cuman gara-gara perusahaan, mereka semua bahkan rela mengorbankan anaknya yang jelas-jelas tak saling mencintai!
"Ini putri kamu? cantik." Puji pria paru baya tersebut ketika selesai menilai penampilan Karina dari atas ke bawah dan dibalas senyuman oleh orang tua Karina setelah percakapan singkat tersebut baru lah terlihat cowok tampan dengan setelan jasnya, berjalan malas dan duduk tepat disamping Ayahnya.
Sepertinya cowok itu bernasib sama seperti Karina saat ini.
"Lo!" Ucap mereka bersama dan terkejut secara kompak ketika mata mereka tak sengaja saling bertemu membuat orang tua keduanya kaget.
Untung aja Aksa! Batin Karina senang, entahlah melihat Aksa saja mampu membuat bibir Karina terangkat ke atas dengan sendirinya. Gadis itu bersorak gembira dalam hatinya.
Haha emang kalau jodoh nggak kemana, untung aja gue dateng. Batin Aksa senang, awalnya Aksa ingin kabur dari perjodohan ini tapi aksi percobaan melarikan dirinya dihentikan oleh Daddynya dan berakhir mengikuti perjodohan ini dengan syarat ia datang terakhir.
Kalau tau Karina yang dijodohkan olehnya pasti lelaki itu dengan semangat 45 datang lebih awal dari pada kedua orang tuanya, ia juga tak akan mau melakukan hal-hal bodoh yang ia lakukan selama ini.
"Syukur lah kalian saling kenal." Ucap Daddy Aksa tersenyum lembut ke arah mereka berdua.
"Jadi kita bisa besanankan, jeng!" Ucap Mommy Aksa rempong ke Citra dan dibalas anggukan senang dari Citra.
Awalnya Citra memang sempat kasihan melihat putrinya yang sedari tadi murung namun setelah melihat kejadian tadi, ada rasa hangat didalam hatinya kala melihat senyuman khas putrinya.
Nampaknya Karina sudah mulai menerima perjodohan ini? Jadi kedua orang tua itu dengan senang hati akan secepatnya melakukan pertunangan bila perlu langsung resepsi pernikahan saja!
Blak-blakan, humoris, bisa mencairkan situasi amat cocok sekali dengan Karina yang tak pandai masalah mencairkan situasi.
"Jangan gitu Aksa! liat tuh pipi Karina udah merah gitu." Goda Mommynya Aksa membuat semua terkekeh.
"Kalau gitu kita bahas saja kapan acara tunangannya, sementara Karina kamu dengan Aksa baik-baik yah!" Suruh Ayah Karina lembut, dan dibalas anggukan oleh Karina.
"Tenang Om! Aksa akan balikin Karina tanpa lecet sedikit pun." Ucap Aksa santai lalu menarik pergelangan tangan Karina menuju taman bunga mawar milik Karina.
"Aksa!" Panggil Ayah Karina yang mampu membuat Aksa berhenti seraya menoleh ke belakang, "Awas ya kalau balikinnya lecet." Ucap beliau sembari mengarahkan telunjuknya ke kanan dan kekiri tepat pada lehernya.
Aksa bergidik ngeri melihat, semua yang melihat itu pun tertawa. "Baik!"
Nah sekarang, dua sejoli itu butuh ruang untuk bicara empat mata.
"Gue bener-bener gak nyangka lo yang bakal jadi istri gue!" Ucap Aksa senang ketika mereka berdua telah sampai dibangku taman bunga mawar "Sumpah kalau itu tadi bukan lo bakalan gue ceraiin."
__ADS_1
"Gue kira gue bakal dijodohi sama aki-aki eh taunya beneran aki-aki." Ucap Karina santai sembari tertawa renyah.
"Sembarang aja, cowok tampan nan seksi gini dikira aki-aki." Ucap Aksa membusungkan dadanya sombong, membuat Karina ingin muntah dibuatnya, "Kalau gitu kita ganti ucapan kita jadi aku-kamu." Sambung Aksa tersenyum merkah.
"Enak aja lo aki-aki!"
"Aku-kamu sayang atau aku cium nih." Goda Aksa, membuat Karina terpaksa menurutinya.
"Dih najis gu- eh aku dicium Om-Om pedo." Karina terbahak mendengar ucapannya sendiri, "Oh iya gimana kabarnya hubungan Jihan sama Rio?"
Tangan Aksa terulur menarik pipi Karina gemas membuat si punya pipi mengaduh kesakitan, "Oh dia berdua, kayaknya lagi galau karena udah ketahuan."
"Ha? maksudnya?"
"Iya Rio pacaran hanya karena dia kalah taruhan, aku yang salah karena kasih taruhan kayak gitu ke dia." Ucap Aksa menyesal membuat Karina tambah bersalah, "Terlebih lagi aku yang bocorin rahasia mereka berdua."
"Sebenarnya aku juga salah! Jihan pacaran hanya karena kalah taruhan juga." Ucap Karina sedih.
"Sudah lah, jangan terlalu sedih nanti cantiknya ilang loh." Hibur Aksa mengacak rambut Karina gemas, "Lagian juga dengan ini kita akan tau, seberapa besar cinta mereka berdua buat saling merjuangin satu sama lain tanpa ada campur tangan dari kita."
"Apa sih! gak usah acak-acak rambut, ih." Kesal Karina mengngembunkan pipinya lucu seraya menata rambutnya kembali,tentu saja dengan gerutuhannya yang mampu membuat Aksa gemas seketika.
Cup.
Aksa langsung mencium pipi Karina cepat karena gemas dengan pipi gadis yang mengembun layaknya balon, membuat Karina lagi-lagi dibuat merona.
Ini yang membuat Karina menyukai pria didepannya itu.
"Siaga satu! si istri mau meledak." Ejek Aksa sembari bangkit berdiri lalu belari pergi, Karina yang melihat itu pun langsung mengejar Aksa.
"AKSA!!" Teriak nyaring Karina berusaha sebisa mungkin tuk mengejar Aksa yang lebih laju berlari.
BERSAMBUNG~
KAPAL SATU UDAH SELESE KONFLIKNYA TINGGAL KAPAL ATUNYA LAGI YANG MASIH GALAU😂
JANGAN LUAP VOTE👍 AND KOMEN💬 DI BAWAH YAH GUYSSSSS 😉😄
__ADS_1
SEE YOU NEXT CHAPTER😉😁
BABAY~