
HAPPY READING
.
.
"Kata nya hukum gravitasi selalu bikin yang jatuh ke bawah, tapi kok hati ku jatuh nya ke kamu"
Farel Ardafa
.
.
.
Tok tok tok
Ketika Jihan beserta keluarga kecilnya sedang enak enaknya menonton tv disore hari, tiba tiba ada sebuah ketukan pintu membuat semua langsung menoleh ke asal suara.
"Biar Jihan yang bukain" ucap Jihan lalu berdiri dari tidurannya dipaha Reyhan membuat kedua laki laki berbeda umur itu pun mengangguk.
Cklek
Suara pintu terbuka membuat Wahyudin dan Reyhan langsung kesana karena merasa penasaran dengan tamu yang datang waktu sore hari lalu terlihat lah keluarga Rio dengan senyumnya membuat Jihan benar benar kaget di buatnya.
__ADS_1
"Mari masuk!" ajak Wahyudin sopan, mempersilahkan Ayah dan Ibu Rio duduk diruang tamu sementara Reyhan langsung pergi entah kemana.
"Jangan bengong di depan pintu sayang" goda Rio lalu menarik pergelangan tangan Jihan dengan lembut membawanya menuju keluarganya berada.
"Hai Jihan! bertemu lagi dengan Mommy, sini duduk bareng Mommy" sapa Hana tersenyum hangat setelah melihat Jihan yang di gandeng oleh Rio.
"nggak! Mom, Jihan sama Rio" mohon Rio dengan muka yang memelas layaknya bocah yang tidak diberikan permen oleh Ibunya membuat semua langsung terkekeh melihatnya, nampaknya hubungan Rio dan Jihan sedang dalam fase amat baik! begitu lah fikir kedua orang tua itu.
"Iya Rio" tepat setelah mengatakan itu Rio langsung duduk disebelah Jihan.
"jadi ada apa keluarga Victario berkunjung kemari?" tanya Wahyudin to the point.
"Saya ingin membuat putri bapak menjadi calon istri anak kami dengan cara menggelar pernikahan yang sah di mata publik" jawab Saifudin ramah membuat Jihan langsung kaget, apa ini sebuah permainan lagi?
"Kalau soal masalah itu, saya serahkan semua kepada putri saya" ucap Wahyudin karena ia tak ingin membuat kesalahan lagi seperti dulu. Cukup biarkan putrinya yang memilih, masalah nanti biar dia selaku orang tua Jihan yang mengurusnya.
"Gue minta lo kali ini jujur sama gue! apa ini sebenarnya? ini permainan lo lagi kan? lo masih belum puas kah?" tanya Jihan beruntun dengan nada kesal membuat Rio mengekerutkan dahinya, sebenarnya apa yang dikatakan calon istrinya ini?
Setelah paham maksud kekasihnya tersebut, Rio langsung tersenyum
"Aku nggak jadi kan kamu bahan taruhan atau apapun itu...Aku tulus mencintaimu, jadi mau kah kamu menikah dengan ku?"
"Menikah?" beo Jihan membuat Rio mengngangguk lalu mengelus rambut Jihan.
"Kalau kamu nggak mau... Nggak papa kok, aku bakalan tunggu kamu sampai kamu siap" ucapan Rio yang sukses membuat Jihan memerah layaknya tomat tapi disisi lain ia merasa senang.
__ADS_1
"Kalau gitu aku menolak nya! ayo kita kembali, jangan membuat semua menunggu lama cuman gara gara kita berdua" ucap Jihan cuek sambil berjalan menuju rumahnya diam diam dia terkekeh karena melihat wajah sedih dari Rio.
"Jadi apa jawaban mu Nak? Mommy akan terima apa pun itu" tanya Hana ketika melihat Jihan berjalan menghampirinya, setelah perbincangan yang memakan waktu singkat tadi.
"Tidak" jawab Jihan lalu duduk disofa dengan santai membuat semua tersenyum kecut kecuali Rio yang sedari tadi menatapnya sedih.
Benar benar lucu batin Jihan pura pura tidak melihat wajah sedih Rio.
Jihan lalu berdehem"Tidak akan menolak maksutnya" kekeh Jihan membuat semua langsung tersenyum lega.
greb
Rio langsung menghampiri Jihan dan memeluknya erat lalu berkata
"Terimakasih" dan dibalas Jihan dengan anggukan kepala.
Semua yang melihat itu hanya bisa tersenyum senang, Akhirnya mereka berdua bisa akur juga. Kedua orang tua itu tadinya sempat kecewa dengan pilihan kedua anaknya itu namun seiring berjalannya waktu, dapat membuat kedua anak itu saling mencintai tanpa didasari kecewa yang amat mendalam nantinya.
BERSAMBUNG~
KURANG 1 EPS END😅
LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5 DAN TAMBAH KAM FAVORIT 👈 JANGAN LUPA😄
SEE YOU NEXT CHAPTER😉
__ADS_1
#DIRUMAHAJA😉
BABAY~