Musuh Jadi Cinta?

Musuh Jadi Cinta?
31.PASAR MALAM


__ADS_3

HAPPY READING


.


.


.


"Selain pelajaraan hitungan, aku juga lemah dengan senyuman mu"


Aksa Devian Saputra


.


.


.


"Sudah sampai tuan putri" goda Rio lagi lagi membuat pipi Jihan memanas.


"Apa an sih lo! gak jelas ah mending gue berangkat dulu an!" kesal Jihan lalu berjalan dengan langkah yang cepat tapi setelah lima langkah Jihan langsung putar balik menghadap rio.


"Puft, ada apa kok balik?" tanya tidak lebih tepat nya goda Rio membuat Jihan tambah kesal di buat nya ples tambah malu.


"Ish, gue gak tau jalan nya btw" ucap Jihan mengarah ke arah lain.

__ADS_1


"Lucu banget sih lo, sini ikut gue" ucap Rio menarik pelan pergelangan tangan Jihan untuk memasuki pasar malam tersebut.


Apa dia bilang tadi gue lucu? enggak enggak! pasti gue salah denger batin Jihan menggeleng geleng kan kepala nya sampai sampai di tidak tau jika Rio berhenti berjalan dan menggakibatkan hidung nya menabrak punggung lebar Rio.


"Lo kenapa sih dari tadi gue lihat in geleng geleng muluk? dan juga kenapa pipi lo merah sih? lo sakit yah?" tanya Rio mengusap pelan pipi merah Jihan membuat jantung Jihan tidak karuan saat ini, tolong kubur saja Jihan saat ini.


"Loh loh! kok tambah merah, gue terlalu kencang yah ngusap nya? maaf yah" Rio langsung mengusap pipi Jihan dengan sangat pelan dan berhati hati.


"Oy, dah di tunggu dari tadi eh tau nya nyangkut di sini! pakek acara romantis romantisan segala lagi" ucap Farel tiba tiba dengan menggandeng tangan Maira membuat Jihan langsung mengarah kan ke tempat lain wajah nya, dia benar benar sangat malu kali ini sudah di baperi Rio eh kenak ciduk Farel sama Maira.


"Sembarangan aja gue belum official, tinggal nunggu hari aja gue bakalan officialin dia" kode Rio tapi sayang nya tidak di dengar Jihan karena Jihan sibuk berbicara dengan Maira, entah lah apa yang sedang di bahas kedua gadis tersebut hingga membuat kedua gadis itu sesekali terkekeh.


"Wuihh, gue doa in semoga di terima yah bro" ucap Farel memberi semangat Rio.


"Beb, kesana yuk!" ajak Maira menarik langsung pergelangan tangan Farel.


"Yuk masuk!" ajak Jihan bersemangat tanpa sengaja menggandeng tangan Rio membuat Rio langsung tersenyum.


"Rio lihat permainan ini sangat bagus!"


"wahhh, ramai sekali!"


"wahhh, ada boneka!"


"kita coba permainan lain yuk!"

__ADS_1


Lihat lah sekarang, Jihan amat Antusias sekali jika menyangkut pasar malam membuat Rio langsung tersenyum senang ketika melihat senyuman Jihan yang tak pernah pudar setelah mencoba berbagai permainan.


"Rio! Rio! lihat ada permen kapas, yuk beli!" ajak Jihan bersemangat langsung saja menarik pergelangan tangan Rio, membawa nya menuju sang penjual permen yang mirip seperti kapas.


"yahhh, gue lupa gak bawa dompet" gumam Jihan lesu setelah tidak menemukan dompet milik nya lalu berjalan pelan menuju bangku kosong untuk mengistirahatkan sejenak tubuh nya, nampaknya kali ini ia hanya bisa menatap jauh permen kapas itu.


"Jangan cemberut, gue gak suka! nih gue traktir" ucap Rio sambil memberi permen kapas tersebut ke Jihan membuat wajah Jihan yang awal nya kusut berubah jadi ceria.


"Yuk! kita belum coba bianglala, mau naik?" tawar Rio langsung saja di balas anggukan dari Jihan, itu adalah permainan yang amat ia sukai.


Tanpa sadar Jihan menarik pergelangan tangan Rio membawanya menuju permainan favorit nya itu.


"Wuahhh, lihat! kota kota dari atas terlihat sangat indah" ucap Jihan senang setelah menaiki bianglala dan sampai puncak pertama.


cup


"Pipi dulu yah? yang mulut nunggu nanti" ucap Rio mencium pipi tembem Jihan membuat Jihan langsung mematung di tempat


ha? apa itu tadi! batin Jihan masih melamun di tempat.


BERSAMBUNG~


SO SWEET BANGET SIH😅


JANGAN LUPA LIKE👍 KOMEN💬👇 KASIH RANTING🌟 AND TAMBAH KAN FAVORIT 💟 JIKA SUKAK SAMA NOVEL INI😀😉

__ADS_1


SEE YOU NEXT CHAPTER😄


BABAY~


__ADS_2