
HAPPY READING💛
.
.
.
.
.
Pranggg.
Bunyi pecahan kaca vas bunga amat nyaring hingga membuat vas bunga yang awalnya cantik akan ukiran bunga kini menjadi serpihan kaca, nampak seorang laki-laki tengah menggenggam erat jari jemarinya pertanda laki-laki itu tengah diliputi rasa marah.
"Bang*at." Umpatnya saat memorynya tadi siang berputar diotaknya.
Flashback on.
Jamkos. Itulah yang menandakan suasana kelas XI IPA-A tersebut, membuat kelas itu gaduh seperti pasar. Walaupun kelas itu dicap sebagai kelas teladan namun cuman luar saja jika dalam hal seperti ini kelas tersebut akan menunjukkan sisi ganasnya.
Laki-laki dengan surai agak coklat itu tertidur nyenyak dimejanya tak memperdulikan lagi teman-temannya yang tengah berdisko ria, Rio laki-laki itu adalah Rio.
Aksa yang melihat itu pun langsung tersenyum simrik kala ide jahilnya melintas begitu saja diotaknya dengan sigap dirinya mengambil timbah yang telah diisi air, mengambil air itu dengan tangannya lalu menyiramkannya ke sahabatnya itu.
Melihat Rio bangun dengan tampang datarnya, membuat Aksa tertawa terbahak-bahak. Rio menatap datar Aksa lalu dengan cepat mengambil timbah air disebelahnya, dan belari mengejar Aksa. Aksa dengan sigap menghindar kala Rio hendak menyiramnya dengan air.
BYURRRR.
Entah sejak kapan Jihan sudah berada disitu, Rio melirik sekilas Aksa yang kini malah semakin menambah tawanya diiringi semua tawa siswa-siswa yang ada dikelas ini.
Gadis itu nampak melotot kaget seraya berjalan menuju Rio, "Puas lo bikin gue malu ha?" Marah Jihan lalu pergi entah ke mana, Rio tadi melihat sekilas Jihan yang hendak menangis. Kata hatinya mengatakan jika harus menyusul gadis itu.
"Lo dalam masalah besar boy." Ucap orang yang bersama Jihan dengan nada santai, dan pergi ke tempat duduknya. Yang Rio tau dia murid baru bername tag Karina.
Rio membuang asal timbahnya lalu belari menyusul Jihan namun yang ia lihat hanya plat mobil yang lama kelama menghilang, sial!
Flashback off.
"Ngapain sih gue? bodoh lo Rio! itu juga gak sepenuhnya salah lo." Monolog cowok itu lalu membereskan pecahan vas bunga yang dirinya lempar tadi, Bisa-bisanya dirinya emosi cuman gara-gara cewek gak jelas macam Jihan?
Drrrt drrrrt drrrt.
Rio merogoh saku bajunya guna mencari handphonenya itu lalu melihat notifikasi grub dari sahabatnya.
Pasukan jarang mandi.
Rio mengernyit heran, sejak kapan nama grubnya berubah? seingatnya dulu nama grubnya adalah 'kang bacod' namun sekarang telah berubah? pasti ulah Farel.
Farel gans
P.
Aksa
P\= ba*i.
Farel gans
__ADS_1
P for punten.
Aksa
Iyain aja kasihan.
Farel gans
Babik lo Sa.
Woyyyy.
Maen yok!
Aksa
Malem-malem gini lo maen?
Farel gans
Gak usah kayak anak perawan deh lo,
Habisnya gue bosen dirumah.
Rio
Dua.
Farel gans
Tuh Rio aja setujuh!
Aksa
Farel gans
Setujuh, jarang-jarangkan ada tantangan! semangat nih gue hahay!
Rio
Dua.
Farel gans
Buset lo Rio, belajar ngitung lo?
Rio
Y.
Aksa
Satu.
Dua.
Tiga.
Mulai.
Rio pun langsung menutup handphonenya, dan bergegas pergi menuju Cafe. Cowok itu mengambil kunci motor, dan menghidupkan motornya dengan kecepatan full. Tak mau jika dirinya dianggap kalah.
__ADS_1
Diperjalanan Rio kurang fokus, dirinya memikirkan gadis yang tadi siang sempat ia siram air.
Gara-gara fokusnya dibagi dua cowok itu tak sengaja membelokkan stirnya ke kanan bukannya ke kiri setelah sadar akan perbuatannya Rio lantas memutar motornya alhail perjalanannya agak lama.
Ck! kenapa disituasi saat ini gue mesti kepikiran dia sih? Batin Rio kesal, Sepertinya dia yang kalah.
Selang beberapa menit motor Rio telah sampai didepan cafe, dan disambut kedua temannya.
"Woy! tumben lo telat?" Ucap Aksa- teman masa kecil Rio, lalu berjabat tangan dengan Rio disusul dengan Farel- teman sebangku Rio
"Wah dapat tantangan nih!" Goda Farel.
"Ya, tantangan apa?" Jawab Rio malas.
"Lo harus macarin cewek yang lo siram tadi pakek air." Tantang Aksa sambil terkekeh, membayangkan bagaimana reaksi yang dikeluarkan Rio tadi waktu menyiram Jihan. Sungguh seperti orang nahan boker, tegang.
Rio mendelikkan matanya, "Yang lain aja ceweknya?" Tawar Rio, mencoba untuk bernegoisasi.
"Gak boleh! satu bulan kok, deal?"
"Huft, gue bilang gak juga lo pada bakalan tetep maksa." Ucap Rio, membuat keduanya terkekeh, "Deal." Jawab Rio malas, jika bukan temennya sudah ia basmi sedari tadi.
"Oke! sekarang kita ke Cafe, kali ini gue deh yang traktir karena gue yang duluan sampek." Sombong Farel membusungkan dadanya.
"Ck! baru menang sekali aja bangga lo." Ucap Aksa sambil memutar bola matanya malas lalu pergi ke Cafe disusul oleh Farel, dan Rio
Semoga aja gue gak nyakitin hati lo! Batin Rio khawatir, entah lah ada sedikit rasa tak rela jika Jihan lah yang menjadi korbannya.
"Eh btw emang tadi ada apaan? cerita lah!"
Dilain tempat, tepatnya dirumah Jihan.
"Oy ganti dong tantangannya please." Bujuk Jihan sambil menggunakan puppy eyesnya berharap Karina mengganti tantangannya, hanya gadis itu yang dapat dibujuk jika membujuk Maira sudah dipastikan Jihan kena ejek duluan.
Mengingat Jihan, dan Maira sudah seperti patrner adu bacod.
"NO!" Tolak Karina yang sedari tadi membaca novel. Gadis itu menutup ponselnya lalu menatap sepupunya itu, "Eh lo gak papakan tadi?" Tanya Karina.
"Gak papa pala lo bulet! si Rio hampir digebukin sama Abang gue tadi."
"Ciee, yang belain." Goda Karina.
"Ng gak kok gu gu e.... bodo ah gue mau tidur."
"Ciee, yang gugup." Goda Karina lagi namun tidak digubris sedikit pun oleh Jihan.
Semoga gue gak nyakitin perasaan lo Rio karena menerima tantangan ini. Batin Jihan. Sekesal-kesalnya Jihan pada Rio entah mengapa rasa kesal itu perlahan mulai sirna, dan tergantikan rasa yang emm sulit untuk dijelaskan.
---BATAS SUCI---
AKSA DEVIAN SAPUTRA.
BERSAMBUNG~
BISA PAS GITU YA BATINNYA:V
JANGAN LUPA LIKE👍 AND KOMEN 💬 YAH GUYSSS😚
__ADS_1