
HAPPY READING💛
.
.
.
.
.
.
"Sayang, pulang bareng yuk!" Ajak Rio setelah bel berbunyi, menandahkan untuk pulang, Jihan pun mengangguk tanda setujuh.
Akhirnya mereka berdua pun pergi menuju parkiran untuk pulang, tentu saja dengan bergandeng tangan seperti tadi saat istirahat.
Aksa melirik ke arah pasangan yang tengah dimabuk cinta tadi lalu kembali menatap Karina dengan senyumannya, "Cewek! pulang bareng yuk? kayak sepupu lo itu." Ajak Aksa ke Karina.
Gadis itu melihat sekitar lantas menunjuk dirinya sendiri, "Ngomong sama gue?"
"Nggak sama tembok! yah sama lo lah, sayang."
"Najis."
"Udahlah yuk kita pulang! habis ini hujan loh." Ajak Aksa lalu menarik pergelangan tangan Karina secara paksa.
Karina hanya menghela nafas lelah, namun tiba-tiba saja langkah riang Aksa terhenti karena ucapan seseorang.
"Widiw, udah pacaran aja." Goda Maira ketika melihat Aksa, dan Karina berpegangan tangan.
"Traktirannya dong bro." Ucap Farel ikut menggoda Aksa, dan Karina sambil merangkul pundak Aksa tapi masih bergandengan tangan dengan Maira.
Lagi dan lagi Karina menghela nafas, kenapa ada si biang kerok ini sih? "Bacot lo berdua, udah ayok!" Kini giliran Karina yang menarik tangan Aksa alhasil rangkulan Farel tadi terlepas.
Aksa tersenyum puas, lelaki itu pikir Farel dan Maira akan mengagalkan rencananya.
__ADS_1
"Wadaw, Karina! tangannya awas!" Teriak Maira saat kedua sejoli itu pergi, untung sekolahnya sudah sepi kalau tidak Maira sudah disangka gila karena teriak-teriak gak jelas.
"Udahlah yuk beb kita pulang." Ajak Farel lalu menggandeng jari jemari tangan Maira, "Beli coklat mau?"
"Mauuu!"
👻KOMEN👻
"Pegangan gue mau ngebut, habis ini mau hujan soalnya." Modus Aksa tapi mampu membuat Karina menuruti perintahnya, setelah Aksa mengatakan itu ia langsung menambah kecepatan motornya karena langit mulai gelap pertanda akan turun hujan dan benar saja ditengah perjalanan hujan turun amat lebat mau tak mau Aksa dan Karina meneduh diruko yang sudah tidak dipakai.
"Yah hujan." Ucap Karina sambil menadahi air hujan dengan sebelah tangannya.
"Sudah jangan dimainin hujannya, sini duduk." Ajak Aksa menepuk bangku kosong disampingnya, lagi-lagi Karina menurutinya.
"Nih pakek! pasti dinginkan?" Tiba-tiba saja Aksa memakaikan jaketnya ke Karina sontak saja pipi Karina berubah warna menjadi merah karena mendapatkan perlakuan tersebut.
Amat jarang laki-laki memperlakukannya seperti Aksa tadi karena setiap kali ada lawan jenis yang mendekati Karina, gadis itu malah menunjukkan wajah tak bersahabatnya atau tidak malah menghindar padahal wajahnya masuk ke kategori good looking.
"Bisa bullshing juga yah lo!" Goda Aksa setelah melihat pipi Karina yang memerah sedangkan Karina yang sedari tadi menahan malunya hanya bisa memalingkan wajahnya, seolah hujan yang sedari tadi turun menarik untuk dilihatnya sementara Aksa hanya terkekeh melihat tingkah laku Karina.
Asik menang banyak gue. Batin Aksa senang, gadis didepannya ini memang cuek namun saat cueknya hilang akan berubah menjadi mengemaskan seperti saat ini.
Tiba-tiba saja senyuman Aksa berubah menjadi senyuman sedih mengingat sebentar lagi ia akan dipisahkan oleh cinta pertamanya.
Jihan bagaimana yah? Batin Karina bertanya-tanya.
Ditempat lain.
Rio yang sedari tadi mengamati Jihan yang sudah pucat karena kedinginan pun akhirnya melepas jaketnya, dan tanpa aba-aba memakaikannya ke tubuh mungil Jihan.
"Pasti lo kedinginan kan?" Tanya Rio tapi mampu membuat pipi Jihan merah padam seperti kepiting rebus, tak mau berlama-lama Jihan pun langsung memalingkan wajahnya berharap Rio tidak melihat pipinya yang sudah memerah.
Jantung gue astaga! Batin Jihan menjerit tertahan sambil menetralkan detak jantungnya yang sedari tadi berdetak cepat layaknya tengah berdisko.
Lo lucu kalo bullshing. Batin Rio terkekeh, tanpa sadar.
Akhir-akhir ini bersama Jihan tak mengesalkan seperti yang ia pikirkan malahan ia mulai merasakan nyaman begitu pula sebaliknya, membuat kedua sejoli itu tiba-tiba tersenyum samar.
__ADS_1
"Udah yuk pulang! hujannya agak berhenti" Ajak Rio, dan disetujuhi oleh Jihan. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang karena takut kemalaman lagian hujannya sebentar lagi berhenti.
Namun saat hendak menyalakan mesin motornya, Rio tiba-tiba melihat tatapan Jihan yang mengarah ke toko swalayan dengan tulisan 'indoapril' Rio yang paham pun langsung turun dari motornya seraya mengandeng tangan Jihan tuk singah sebentar ke toko itu.
"Kita beli sesuatu ya?"
Jihan tersenyum sejadi-jadinya, "Es krim!!"
"No." Jawaban yang sungguh tak memuaskan, membuat Jihan mengerucutkan bibirnya.
🌠KASIH BINTANG 5🌠
"Maaf yah udah ngerepotin, gak mau mampir dulu?" Ucap Jihan setelah sampai didepan rumahnya.
Rio tanpa sadar membantu melepaskan helm yang dikenangkan Jihan, "Nggak, udah malam! soalnya takut Mommy nyariin... Lo habis ini ganti baju! jangan sampai sakit yah! gue pergi dulu." Pamit Rio menstater motornya.
"Iya hati-hati." Setelah dirasa Rio cukup jauh Jihan pun masuk kerumahnya, hari ini cukup membuat jantungnya olaragah.
"Ciee, pulang bareng siapa tadi?" Goda Wahyudin ketika melihat putrinya pulang dengan jaket berwarna hitam pekat yang melekat dibahunya.
"Apa sih Pa!"
"Itu jaket siapa hayo?"
Mampu* gue lupa balikin. Batin Jihan menepuk pelan dahinya.
"Emm, Jihan mau ke kamar dulu! bye Papa." Pamit Jihan langsung pergi menuju kamarnya meninggalkan Wahyudin yang sedari tadi terkekeh.
Ternyata rencana lo berhasil Kar. Batin Reyhan setelah mendengarkan perbincangan Wahyudin, dan Jihan tadi. Reyhan tadi hendak mengambil air putih tuk menghilangkan dahaganya namun malah mendengar perbincangan seseorang yang mampu membuatnya tersenyum lebar.
BERSAMBUNG~
GODA JIHAN TEROS~
JANGAN LUPA VOTE👍 AND KOMEN💬 YAH GUYSSSS😉😘
MAMPIR KUY DI NOVEL AUTHOR SATUNYA😅😉
__ADS_1
SAMPAI JUMPA HARI KAMIS 😘
SEE YOU~