Musuh Jadi Cinta?

Musuh Jadi Cinta?
19. TERBONGKAR


__ADS_3

HAPPY READING💕


.


.


.


.


.


Lo pulang kok gak bilang-bilang sih, Kar? Batin Jihan sedih sambil memandang sedih ke arah pesan yang sedari tadi belum dibalas oleh Karina.


Gadis itu tadi sempat mendapat sebuah pesan dari Abangnya yang menandahkan jika Karina sudah pulang, Jihan dengan cekatan langsung mengirim pesan beruntun ke Karina lalu juga meneleponnya namun tak ada satu pun yang dibaca oleh gadis itu.


"Sayang, ayo makan." Ucap Rio membuyarkan semua lamunan Jihan.


"Eh? eh iya."


"Kamu kenapa sih?" Tanya Rio lembut sambil menyuapi nasi goreng ke arah mulut Jihan.


Jihan menggeleng pelan seraya tersenyum, "Nggak, aku cuma kepikiran sama sepupu aku." Jawab Jihan lembut sambil menerima suapan demi suapan dari Rio.


"Memangnya kenapa dengan Karina?"


"Dia udah pulang barusan, padahal tadi dia bilang pulangnya nanti nunggu dua bulan." Rio terkejut bukan main dengan ucapan pacarnya itu yang kini tengah mendesah kecewa.


"Gak usah dipikir nanti kamu sakit, udah berpikir positif aja mungkin Karina ada acara dirumahnya." Ucap Rio menenangkan pacarnya tersebut, dan dibalas anggukan kecil dari Jihan.


Rio tau jika Jihan sangat dekat dengan Karina jadi wajar saja jika Jihan sedih karena ditinggal oleh sepupu yang sudah ia anggap Adik kandungnya itu.


Jihan mengerutkan keningnya saat dirasa dirinya mengunyah sesuatu yang tidak ia sukai, "Kamu ngasih aku tomat?"


Rio menggeleng sembari menampilkan raut wajah seriusnya, berusaha sebisa mungkin agar tak tertawa. "Nggak kok, kamu kali salah."


Jihan mengunyah dengan cepat lalu menelannya, "Itu tomat hey! ihh kamu kan tau aku gak suka tomat!"


"Lagian suruh siapa ngelamun." Ucap Rio tertawa lebar saat melihat wajah kesal Jihan, sungguh menggemaskan baginya.


"Jahat banget sama pacarnya sendiri! nanti aku sumpahi kamu jadi-"


"Pangeran." Potong Rio cepat lalu bergaya sok cool.

__ADS_1


"Dih! pangeran katak kamu mah."


"Enak dong nanti dapet ciuman dari princess cantik."


Jihan memukul pelan lengan Rio kala merasakan Rio mulai menyebalkan, "Itu mah dongeng! kalau di real mah mana ada orang yang mau nyium katak!"


"Ada."


"Siapa?"


"Kamu lah." Jawab Rio tertawa lebar membuat Jihan kesal setengah mati namun tak ayal gadis itu juga tertawa.


"Ekhm, yang lagi pacaran mah beda." Ucap Maira merusak suasana.


"Eh gak ngaca! lo berdua juga lagi pacaran ogeb!" Kesal Jihan membuat Maira, Farel dan Rio terkekeh. Mana tadi yang katanya lagi sedih gara-gara ditinggal mendadak oleh sepupunya?


"Eh, hargai yang jomblo dong." Kini yang kesal adalah Aksa yang sedari tadi menjadi obat nyamuk duo pasangan tersebut, kalau saja ada Karina disini pasti lelaki itu akan mengusili gadis itu terlebih dahuil dari pada ikut gabung disini.


"Habis ini lo gak jomblo kok, langsung tunangan." Ucap Rio menaik turunkan alisnya.


"Ciee." Celetuk Farel ikutan menggoda Aksa.


"Enak aja! itu permintaan bokap gue." Jawab Aksa malas.


Sama kayak gue juga sih. Lanjut Jihan membatin.


"Beneran Karina dijodohin?" Tanya Aksa kaget, dan dibalas anggukan dari Jihan.


"Ciee, kenapa nih? lo udah mulai suka sama Karina? kasihan potek." Goda Maira membuat Aksa malu tapi sebisa mungkin ia tutupi.


Kayaknya gue gak ada peluang buat ambil hati lo, Kar. Batin Aksa sedih karena sebentar lagi ia akan ke Jakarta menemui calon tunangannya, ia tidak akan pernah bisa bertemu Karina. Gadis yang mampu mengobrak-abrikkan hatinya.


"Sekarang dimana Karina? gue mau kasih salam perpisahan nih."


Mendadak Jihan sedih kembali, "Dia udah pulang." Aksa lagi-lagi terkejut lalu ikutan sedih.


"Sabar ya-"


Brakkk.


"Eh ayam-ayam." Latah Farel, dan langsung dihadiahi sebuah tonyoran dari Maira membuat semua terkekeh sekilas dan langsung menatap tajam ke arah siapa yang berani menganggu suasana mereka lalu terlihat lah wajah Fajar yang memendam amarah dan kesalnya.


"Lebih baik lo sekarang jujur deh, Rio!" kesal Fajar lalu menatap tajam bola mata berwarna hitam pekat milik Rio.

__ADS_1


"Eh lo kenapa sih? dateng-dateng gebrak meja terus suruh orang jujur! gila yah lo!" binggung Rio sambil menggandeng tangan Jihan. Fajar yang melihat itu pun langsung marah dan menarik paksa Jihan, membawanya kedalam dekapan hangatnya.


Rio melotot melihat itu "Eh lo apa-apaan sih! itu pacar gue" emosi Rio ingin mengambil Jihan kembali tapi ucapan Fajar mampu membuatnya terhenti.


"Pacar dalam arti taruhan, iya?"


Flashback on.


"Kak mendingan sekarang lo jujur deh! kenpa Rio tiba-tiba nembak Jihan?" ucap Fajar saat berada di ruang tamu untuk menonton tv.


"Gue gak tau! mungkin dia berdua saling suka"


"Nggak lo pasti bohongkan! gue tanya sekali lagi! jujur gak? atau lo gue bilang ke Mama kalau lo mainin perasaan cewek"


"Apaan sih lo! gue gak tau yah gak tau"


"Oke kalau gitu gue bilang ke Mama, biar cepet-cepet lo dinikahi mam*us!" ancam Fajar lagi yang sukses membuat Aksa terdiam kikuk, Adiknya itu selalu saja mengancam.


"Eh... Eh! iya gue kasih tau"


"Iya cepet!"


Aksa menghembuskan nafasnya berat lantas berbicara cepat "Iya, karena taruhan"


"Ha?"


"Karena Rio kalah balapan" ucap Aksa terpaksa membuat Fajar kaget mendengarkannya.


"Tega lo kak sama Jihan! lo tau kan gue suka sama Jihan"


"Bu bukan git-" ucap Aksa terpotong karena Adiknya langsung pergi meninggalkan dirinya diruang tamu.


Haish, masalah lagi! batin Aksa pusing lalu melanjutkan aktivitas menonton tvnya yang sempat terganggu.


Flashback off.


BERSAMBUNG~


HAYOLOH~


JANGAN LUPA LIKE👍 AND KOMEN💬


MAMPIR KUY DINOVEL AUTHOR SATU NYA😉💕

__ADS_1


SEE YOU NEXT CHAPTER~


__ADS_2