
HAPPY READING
.
.
"Pingin gitu gak berhubungan lagi sama dia tapi mengapa hati ini rasa nya berat?"
Jihan Nafia Afthani
.
.
.
"Kalian semua pasti sudah melihat nilai kalian masing masing kan?" tanya Entik selaku wali kelas membuat kelas tersebut mendadak ricuh.
"Yoi Bu"
"Nilai gue paling rendah njirr"
"Untung nilai gue gak rendah rendah amat"
"Padahal gak pernah belajar tapi nilai bagus, itu lah anak pro"
"Habis ini lulus langsung kerja"
"Kuliah di mana yah?"
Begitu lah ocehan murid murid kelas tersebut pasal nilai mereka masing masing, membuat Entik merasa pusing mendengarkannya.
__ADS_1
"Ssst, nanti lusa ada acara perpisahan khusus kelas XII saja jika ada yang mau menampilkan bakat nya silahkan saja tapi kelas ini harus ada seorang yang secara sukarela menampilkan bakat nya... harus!" suruh Entik mutlak membuat semua langsung saling menatap satu sama lain.
"Gue gak bisa apa apa, pliss jangan pilih gue"
"Rio sama Jihan aja noh"
"Yaps, betul banget Jihan yang bagian piano Rio yang nyanyi biar antimainstream"
"Hooh, lagian waktu kemah itu kan Jihan sama Rio yang nyanyi nah sekarang si Rio nya"
"Wahhh setujuhhh"
"Setujuhhh, lagian cocok tuh"
"setujuh"
"Gue ngikut aja lah, yang penting bukan gue"
"Eh.... eh ada apa?" tanya Rio dan Jihan bersamaan membuat kelas tersebut mendadak hening.
"Tuh kan apa gue bilang! mereka cocok, udah dia aja yang ikut perpisahan ini mewakili kelas kita... ya gak teman teman?" tanya ketua kelas membuat semua langsung berkata setujuh tapi tidak dengan Jihan yang mendengkus kesal, lagi lagi dia yang terpilih dalam acara yang menurut nya gak penting sama sekali sedangkan Rio langsung tersenyum senang. Mungkin sebentar lagi rencana nya akan berjalan tinggal tunggu tanggal main nya aja?
"Ya udah Jihan sama Rio saya serahkan tugas ini ke kalian berdua jangan lupa berlatih" ucap Entik menyemangati mereka berdua.
"Tapi-" ucap Jihan terpotong.
"Siap Bu, tenang aja!" ucap Rio membuat Jihan langsung melotot ke arah nya dan di balas tatapan santai dari Rio.
Apa apa an dia! udah tau gue gak pandai main piano batin Jihan kesal.
Tringggg Tringggg Tringgg
__ADS_1
Bel pertanda istirahat pun berbunyi membuat semua langsung bergegas menuju kantin setelah Entik memberi salam untuk pergi.
"Mairaaaa~ temani gue ke ruangan drum band dong, buat latihan piano" rengek Jihan menggenggam erat tangan Maira membuat Maira langsung mengiyakan ajakan Jihan karena merasa kasihan dengan sahabat nya tersebut, niatnya ingin makan bersama dengan Farel pun urung.
Sesampainya di ruangan Drumband
"Wuihhh, udah lama gue gak main piano" ucap Jihan mengamati piano tersebut lalu dengan asal menekan Tuts piano itu hingga menghasilkan bunyi nada yang tak beraturan, maklum lah Jihan tak pernah bermain ginian.
"Gue tinggal beli minuman yah? jangan lupa latihan yang benar" pesan Maira lalu bergegas membelikan minuman serta makanan untuk di makan di ruangan itu ditemani Farel yang tak sengaja berpapasan di depan pintu.
"Eh btw, gue gak tau lagu apa yang nanti di nyanyi kan!" gumam Jihan bermonolog.
"Nih gue dah bawak lagu nya" ucap Rio membuat Jihan kaget.
"Ngagetin aja sih lo, kek setan"
"Udah lah gue males debat sama lo, ini acara ndadak soalnya jadi kita harus latihan sungguh sungguh!" serius Rio membuat Jihan juga langsung serius.
"Jadi lo tekan ini sama ini" sambung Rio menghampiri Jihan membuat jarak di antara mereka sedikit dan pasti nya membuat jantung Jihan berdetak lebih cepat dari biasa nya.
Perasaan apa ini? masa gue jatuh cinta dengan orang yang amat gue benci? batin Jihan pada diri nya sendiri pasal nya setiap kali ia berdekatan dengan Rio pastinya jantungnya tak baik baik saja namun beda lagi dengan Farel, Fajar atau yang lain ia malah merasakan biasa saja.
Apa ini yang dinamakan cinta?
BERSAMBUNG~
UDAH LAH JIHAN JANGAN MEMBOHONGI PERASAAN 😅
LIKE, KOMEN, KASIH RANTING, DAN TAMBAHKAN FAVORIT 👈 JANGAN LUPA 😄
SEE YOU NEXT CHAPTER😉
__ADS_1
BABAY~