
" Bagaimana hubunganmu dengan Tara?" Ucap Nadia teman dekat Kirana yang sudah menjodhkan mereka berdua.
" Iya begitu lah " Ucap Kirana sembari meminum Kopi .
" Tapi apa kau sudah berhasil mengajaknya bertemu ?".
" Sudah beberapa hari kita bertemu disini " Sembari tersenyum kepada Nadia.
" Syukurlah dia tidak menolak ajakan mu untuk bertemu dengan alasan alasannya itu ".
Kirana lalu menatap ke jendela Cafe yang berada di sampingnya itu, Kirana berbicara seperti itu kenapa Nadia karna tidak ingin membuatnya kecewa padahal sebenarnya Kirana sama sekali belum pernah bertemu dengan Tara sama sekali bahkan rupa dan wajahnya pun Kirana tidak pernah tau sama sekali seperti apa Tara itu , Yang di katakan Nadia kepadanya kalau Tara itu orang yang sangat baik dan jauh lebih baik dari pada pacarnya dulu yang sudah menyakitinya , Kirana tau Nadia berbuat seperti ini kepadanya agar Kirana melupakan mantan tunangannya itu yang sudah menyakiti Kirana dengan berselingkuh dari Kirana , Tommy berselingkuh dengan sodara tiri Kirana mereka bermain api di belakang Kirana.
Kirana sebenarnya sama sekali tidak tertarik kepada Tara ketika Nadia mencoba mendekatkannya waktu itu tapi seiring berjalannya waktu ia mencobanya karna Kirana sendiri pun ia tidak ingin trus seperti ini ia ingin membuktikan kepada Tommy kalau ia juga bisa hidup bahagia tanpa adanya Tommy di kehidupannya itu, setelah Kirana sudah dekat dan mulai berpacaran dengan Tara ia berpikir ia dapat melupakan Tommy di kehidupan tapi nyatanya sama sekali tidak bahkan sampai saat ini pun ia masih saja tidak bisa melupakan Tommy, tapi karna Kirana tidak ingin membuat Nadia kecewa ia selalu berbicara berbohong kepada Nadia ketika ia menanyakan hubungannya itu dengan Tara bahkan soal masalah perasaannya itu kepada Tara, Kirana pun selalu berbohong kepada Nadia kalau ia sudah berhasil melupakan Tommy karna adanya Tara karna tidak ingin menyakiti perasaan Nadia , Kirana selalu saja seperti itu ketika Nadia menanyakan hal itu kepadanya.
Namun kenyataannya tidaklah seperti itu bahkan Kirana tidak terlalu peduli dengan hubungan yang sedang di jalaninya saat ini , Kirana masih tidak menyangka dengan kejadian yang sudah menimpanya itu ia masih tidak percaya apa yang sudah terjadi dengannya .
" Kenapa ini harus terjadi kepadaku, aku benci mereka berdua tapi aku masih saja tidak bisa melupakannya " ucap Kirana di dalam hatinya itu.
Tak terasa haripun sudah mulai gelap Kirana menutup Cafe miliknya itu karna hari pun sudah sangat larut malam setelah Kirana sudah menutup Cafe miliknya itu ia kemudian segera pulang dengan sepeda motor miliknya itu sesampainya di rumah Kirana mendapatkan telpone dari Tara, Kirana sedikit terkejut ketika ia tau Tara menelponnya karna ini pertama kalinya Tara menelpon Kirana karna sebelumnya mereka hanya saling mengirim pesan saja bahkan itu pun jarang sekali mereka saling mengirim pesan satu sama lain, maka dari itu Kirana merasa aneh karna tiba tiba Tara menelponnya, Kiranapun segera mengangkat telpone tersebut.
" Halo maaf menunggumu malam malam seperti ini" Ucap Tara kepada Kirana
__ADS_1
" Iya tidak apa apa , Ada apa? " Sembari membuka sepatu
" Apa nanti besok kau akan datang ke acara tunangannya Reynald ?"
" Reynald siapa? "
" Reynald sodaranya Nadia? ".
Kirana lalu ingat kalau tadi sebelumnya ketika ia bertemu Nadia , Nadia sempat mengajaknya untuk ke acara tersebut dan selain itu Nadia pun memberitahu Kirana kalau ia memberitahu teman teman Kirana yang lain untuk datang ke acara tersebut.
" Oh iya aku akan datang ke acara itu bersama teman temanku nanti " Ucap kirana
" Baiklah kalau begitu nanti kita bertemu disana ".
" Iya ".
Keesokan harinya setelah malam tiba Kirana pun pergi ke acara tersebut bersama teman temannya itu , Kirana pergi bersama teman semasa kecilnya itu ia bernama Rangga , Rangga datang menjemput Kirana di apartemennya itu, Kirana yang sudah siap kemudian pergi bersama Rangga sesampainya disana Kirana dan Rangga sudah di tunggu oleh Nadia dan yang lain di depan pintu hotel mereka semua lalu masuk kedalam sana ketika disana Kirana melihat banyak sekali orang disana bahkan saking banyaknya ada beberapa orang yang di kebagian tempat duduk, Kirana tidak menyangka akan begitu banyak sekali orang disana.
" Ini baru saja acara pertunangan tapi tamu yang datang sudah begitu banyak " Ucap Kirana kepada Nadia
" Memang seperti ini kak Reynald memang banyak sekali temannya bukan hanya teman di kantornya saja bahkan di luar sana banyak sekali "
__ADS_1
" Apa Tara juga temannya? "
" Iya dia juga salah satu temannya kak Reynald "
" Tapi melihatnya sepertinya kak Reynald lebih tua , Bukanya Tara sama seusia kita? "
" Iya memangnya kenapa? "
" Ti....tidak apa apa ".
Kirana dan yang lain lalu duduk di meja yang sudah di siapkan oleh Nadia, Kirana merasa beruntung karna ia akan kebagian tempat duduk ,Kirana pun lalu duduk begitu pun yang lain setelah itu mereka pun lalu mulai saling bercerita satu sama lain banyak sekali yang mereka bicarakan mulai di masalah pekerjaan dan lain lain, disana ada Givan pacar Nadia yang sama seperti Rangga Givan juga teman sesama kecil Kirana dulu , Meskipun disana ada banyak teman Kirana sesama kecilnya dulu tapi ia merasa asing padahal mereka adalah teman dekat Kirana tapi Kirana merasa tidak seperti sebelumnya , Kirana merasa tidak seperti biasanya bahkan Kirana pun merasa tidak nyaman ketika bersama mereka bukan hanya saat ini kirana merasakan hal seperti ini bahkan sebelumnya pun Kirana merasakan hal yang sama seperti ini.
Tapi meski begitu Kirana bersikap seperti biasanya seperti tidak apa apa meskipun sebenarnya ia merasa tidak nyaman padahal tujuan ia datang kemari ingin menceritakan sesuatu kepada mereka berharap ada yang mendengarnya namun nyatanya tidak seperti itu Kirana benar benar seperti orang asing berada disana ,melihat semua sibuk dengan urusannya masing masing ada yang bermain handpone ada juga yang sibuk dengan pacar mereka.
" Kirana apa kau tidak apa apa? " Ucap Rangga kepadanya
" Tidak apa apa " Ucap Kirana sembari tersenyum
" Aku mau mengambil minuman apa kau mau aku ambilan sesuatu? "
" Ah tidak usah tidak apa apa "
__ADS_1
" Kalau begitu aku pergi mengambil minuman dulu "
" Iya ".