
Setelah Tara dan Gino pergi dari sana, Anna lalu duduk di samping Kirana .
" Mereka berdua itu seperti hantu yah yang tiba tiba ada dan juga tiba tiba hilang begitu saja " Ucap Anna
" Aku kira hanya Tara saja yang seperti hantu ternyata Gino juga sama "
" Heheh iya Gino juga sama tapi karna aku sudah lama berpacaran denganya dan Kumipun sudah bertunangan jadi aku sudah terbiasa Gino seperti itu "
" Tapi apa kau tidak pernah merasa khawatir jika Gino tiba tiba menghilang seperti ? "
" Dulu aku selalu mengkhawatirkannya ketika ia tiba tiba menghilang tapi sekarang tidak karna aku tau ia pasti bersama Tara dan itu sudah cukup membuat rasa khawatir ku menghilang asalkan ia bersama Tara"
" Kenapa Bisa seperti itu ? "
Anna tidak menjawabnya ia hanya tersenyum saja kepada Kirana.
" Oh iya baru kali ini aku melihat Tara selalu tersenyum seperti itu " Ucap Anna
" Memangnya sebelumnya ia tidak pernah tersenyum? " Ucap Kirana sembari masih melahap makanannya itu
" Dulu sih Tara jarang sekali tersenyum hanya sesekali saja selebihnya Tara tidak pernah tersenyum dia itu benar benar dingin, tapi tadi aku cukup terkejut karna baru kali ini melihatnya tersenyum seperti itu " Ucap Anna
" iya sih waktu pertama kali bertemu denganya Tara benar benar dingin aku sama sekali tidak pernah melihatnyanya tersenyum trus seperti tadi hanya sesekali saja ia tersenyum dan aku sendiri tidak tau kenapa Tara tiba tiba seperti ini " Ucap Kirana
" Syukurlah kalau begitu, selain itu apa Tara pernah memarahi mu atau kau pernah melihatnya marah ? "
" Tidak pernah Tara tidak pernah marah kepadaku sekalipun malah Tara selalu baik kepadaku dan kadang juga ia selalu terlihat bodoh di hadapanku, aku sama sekali tidak pernah melihatnya marah malah aku tidak percaya kalau dia bisa marah?"
" Heheh kau ini " Ucap Anna sembari tertawa
" Malah aku selalu mencubitnya dan Tara tidak pernah marah meskipun sekalipun aku mencubitnya dengan keras " Ucap Kirana yang sembari tertawa juga
" Jadi di menurutku Tara itu seperti apa? "
__ADS_1
" Menurutmu Tara itu dia orang yang sangat baik dan ia juga selalu menjagaku meskipun kadang kadang ia seperti orang bodoh " Ucap Kirana
Mereka berdua mengobrol begitu asik sampai mereka berdua pun tertawa terbahak bahak, Tak lama Tara dan Gino pun kembali tapi tak hanya mereka berdua saja ada beberapa orang lainnya di belakang Tara dan Gino itu, semakin ramai saja disana dan semakin penuh saja rumah Tara itu tapi di tempat dimana Kirana diam itu di lantai paling atas hanya ada beberapa orang saja seperti Tara , Gino dan yang lainya sisanya mereka ada di lantai bawah .
Ketika Tara sudah kembali kesana Tara kemudian berjongkok di hadapan Kirana sembari melihat luka yang ada di kakinya itu.
" Apa lukanya masih terasa sakit? " Ucap Tara
" Lumayan sih dari pada sebelumnya "
" Mau pergi kerumah sakit tidak? "
" Tidak perlu luka kecil seperti ini nanti juga sembuh" Ucap Kirana
Tara kemudian Menyuruh Kirana untuk beridiri ketika Kirana berdiri ia pun bergemetar Kirana lalu kembali duduk.
" Ini yang kau sembut luka kecil " Ucap Tara
" Bagaimana kau pulang nanti apa kau akan perjalan sampai kerumahmu dengan kakimu yang seperti ini"
Selain Hujan trus turun dengan begitu hebat haripun sudah malam dan tidak mungkin ia pulang dengan keadaan seperti ini selain itu sudah tidak ada kendaraan umum jika ia pulang larut malam.
" Malam ini kau tidur saja disini, kau bisa tidur di kamarku " Ucap Tara
Sontak Kirana pun terkejut ketika mendengar Tara berbicara seperti itu
" Tenang aku tidak akan tidur bersamamu aku bisa tidur disini, malam ini aku tidak bisa mengantarmu pulang karna motorku rusak dan aku khawatir jika kau harus pulang sendirian apa lagi hari sudah malam seperti ini terlebih lagi hujan yang begitu deras " Ucap Tara
Apa yang di katakan Tara itu benar karna di luar sana tidak tau seperti apa dan tidak tau juga akan ada bahaya seperti apa kepada Kirana nanti, Mau tidak mau Kiranapun harus menginap di rumahnya Tara malam ini selain kakinya terluka seperti ini Kirana tidak mungkin berjalan sampai kerumahnya dengan kondisi seperti ini.
" Baiklah kalau begitu , tapi awas saja kalau kau berani macam macam akan ku hajar kau" Ucap Kirana
" Iya iya , lagian mana mungkin aku berani macam macam padamu " Ucap Tara
__ADS_1
Setelah itu Tara lalu memakaikan jaket miliknya itu kepada Kirana kemudian Tara duduk di samping Kirana, Kirana kembali mengobrol bersama Anna sedangkan Tara ia hanya duduk minum dan merokok saja di temanin oleh Gino, Bimo dan Juga Ryan , dan sisanya orang orang yang berada di sana membuat makanan untuk yang lain terutama untuk Tara dan Juga Kirana.
" Jadi malam ini kau akan tidur disini " Ucap Anna
" Iya "
" Syukurlah aku jadi ada teman "
" Memangnya kau juga tidak akan pulang " Ucap Kirana
" Aku dan Gino memang tinggal disini "
" Uhuk Uhuk Apa yang benar " Ucap Kirana sembari tersedak
" Iya memangnya kenapa? "
" Tidak apa apa, memangnya orang tuamu tidak memarahimu kau tinggal disini "
" Tidak, ceritanya panjang jika aku harus menceritakannya " Ucap Anna itu
Kirana hanya mengangguk nganggukan saja kepalanya itu , Kirana semakin tidak mengerti karna banyak sekali orang aneh yang ada rumah Tara ini, tak terasa haripun sudah sangat malam, Tara menyuruh Kirana untuk segera beristirahat ia pun segera membawa Kirana ke kamarnya itu yang berada di lantai 2 , setelah berada di kamar Tara, Kirana tidak menyangka kalau kamar Tara juga begitu mewah dan juga bersih.
" Aku tidak menyangka kamar laki laki akan begitu bersih seperti ini " Ucap Kirana sembari melihat ke sekelilingnya itu.
Kirana melihat ada sebuah TV yang sangat besar di sana dan juga ada komputer selain itu ada banyak buku juga disana.
" Kalau kau tidak bisa tidur karna tidak terbiasa tidur di rumah orang lain kau bisa bermain komputer atau laptop ku, kau bisa menggunakan apapun yang ada disana jika kau mau makan beritahu saja aku " Ucap Tara
" Iya baiklah " Ucap Kirana sembari duduk di sofa yang ada di samping tempat tidur
" Kalau begitu selamat malam " Ucap Tara sembari mencium kening Kirana.
Kirana terdiam sembari melihat Tara perlahan berjalan keluar dari sana, setelah Tara tidak ada Kirana lalu memegang keningnya itu sembari tersenyum sedangkan Tara ia kembali menemui teman temannya itu yang masih berada di lantai atas.
__ADS_1