My Boyfriend Is A Gangster Bos

My Boyfriend Is A Gangster Bos
Episode 9


__ADS_3

" orang seperti tidak miskin seperti tidak pantas berpacaran dengan apa kau tidak tau dia itu anak siapa? " Ucap Tommy


" Memangnya kenapa? " Ucap Tara sembari menyalakan Rokoknya itu


" Aku sudah tau orang orang sepertimu itu seperti apa, kau inginkan hanya uangnya saja kan untuk memenuhi kebutuhanmu "


" Apa kau punya bukti untuk membuktikan kalau aku itu seperti orang yang pikirkan "


" Berapa banyak uang yang kau butuhkan , akan ku berikan padamu tapi setelah itu kau jauhi dia "


" Fiuhh Aku tidak peduli Kirana itu anak siapa dan seberapa kayanya dia aku tidak peduli sama sekali, dan aku juga tidak membutuhkan uangmu itu " Ucap Tara sembari meniupkan asap Rokoknya itu


" hanya menaiki motor rongsokan itu rongsokan seperti itu sombong sekali kau , Jauhi Kirana sekarang juga kalau kau akan menyesal nanti " Ucap Tommy yang sudah mulai kesal


" Apa barusan kau baru saja mengancamku? "


" Keparat jangan macam macam denganku " Ucap Tommy


" yang harusnya bertanya seperti itu adalah aku, ada apa kau menemuinya lagi apa kau tidak malu apa yang sudah kau lakukan kepadanya, apa kau tau apa yang sudah dia alami setelah kau pergi begitu saja setelah menyakitinya "


" Tutup mulutmu itu kau tidak tau apa apa tentang masalah itu "


" Aku tau semuanya, apa kau datang lagi ke kehidupannya hanya karna menginginkan harta yang di miliki ayahnya Kirana itu yang nanti akan di berikan kepada Kirana, Aku tau semua rencana busuk kau dan juga pacarmu itu" Ucap Tara.


Kemudian Kirana pun datang menemui mereka berdua tapi setelah Kirana datang menemui mereka Tommy lalu berpamitan kepada Kirana untuk pulang, Tommy pun lalu pergi dari sana kemudian Kirana duduk di depan Tara.


" Sudah lama kau menungguku di depan sana tadi? " Ucap Kirana


" Tidak terlalu lama mungkin hanya beberapa menit saja " Ucap Tara semabri meminum Kopi


Sebenarnya Kirana tau Tara menunggunya sudah lama sekali, Karna sebelumnya Rina memberitahu Kirana kalau sedari tadi ketika Kirana baru pergi bersama Tommy Tak lama Tara datang ke tempatnya itu dan ia lalu merayakan Kirana kepada Rina, Rina memberitahunya kalau Kirana baru saja keluar tadi lalu setelah itu Tara keluar , Rina mengira Tara pergi dari sana atau kembali pulang ternyata tak di sangka Tara masih ada disana menunggu Kirana sampai Kirana kembali ke cafenya itu.


" Kenapa kau tidak menghubungiku tadi kalau kau menungguku? " Ucap Kirana

__ADS_1


" Aku lupa membawa ponselku " Ucap Tara sembari tersenyum


Tak terasa Haripun sudah malam Kirana pun sudah menutup Cafenya itu, Seperti biasa Tara mengantarnya pulang, Di sepanjang perjalan Kirana merasakan seperti ada yang aneh di dalam dirinya itu, entah kenapa ia merasa senang ketika ia melihat Tara atau ketika bersama denganya bahkan belakangan ini ia pun Kirana selalu memikirkan Tara dan bukan hanya itu saja Kirana pun bahkan selalu menunggu pesan dari Tara.


Di tengah tengah perjalanan tiba tiba ada sebuah mobil hitam yang menghampiri mereka berdua, Mobil hitam itu tepat berada di samping mereka lalu salah satu orang yang berada di dalam mobil itu menodongkan pistol kepada Tara, Sontak Kirana pun terkejut ketika melihatnya, orang itu menyuruh Tara untuk menghentikan sepeda motornya itu, Namun Tara tak mendengarkannya.


" Kirana pegangan yang kuat" Ucap Tara


Kirana lalu memeluk erat tubuh Tara kemudian Tara pun mempercepat laju motornya itu, melihat Tara berusaha melarikan diri mereka pun mengejarnya.


" Tara siapa mereka " Ucap Kirana


" Aku tidak tau " Ucap Tara.


kejar kejaran pun terjadi, Tara mengendarai sepeda motornya itu dengan sangat cepat tapi mobil yang mengejarnya pun tak kalah cepat, orang yang mengejar Tara berhasil menabrak motor Tara dari belakang ,Tarap dan Kirana pun sontak terjatuh ketika mobil itu berhasil menabrak mereka berdua, Tara berusaha melindungi Kirana setelah ia jatuh dari motornya itu.


Tarapun berguling sembari memeluk Kirana orang oramg yang berada di sekitar pun mereka melihat kejadian itu, mereka mencoba membantu Tara dan Kirana namun melihat kedua orang itu menghampiri Tara sembari membawa senajata api sontak mereka pun ketakutan dan mengurungkan niatnya itu untuk membantu Tara dan Kirana.


" Kau tidak apa apa " Ucap Tara sembari memeluk Kirana


" Kalau begitu cepat lari pergi dari sini sejauh mungkin " Ucap Tara sembari berdiri


" Tapi Tara..."


" Sudah cepat pergi! " Ucap Tara.


Kirana pun lalu berlari meninggalkan tempat itu sejauh mungkin , di sepanjang ia trus belari pikirannya trus memikirkan Tara ia Khawatir terjadi apa apa kepada Tara terlebih lagi kedua orang yang tidak ia kenal itu membawa senjata api, Kirana semakin tak karuan karna ia bingung harus berbuat apa saat ini, luka yang ada di tangan dan di kakinya itu mulai terasa sakit Kirana pun lalu memutuskan untuk beristirahat sejenak, Kirana mencari tempat yang aman untuk ia beristirahat.


Setelah Kirana menemukan tempat yang menurutnya itu aman Kirana lalu beristirahat sejenak disana, Ia tidak tau harus menghubungi siapa dan apa yang harus ia lakukan memberitahu polisi tidak mungkin karna kantor polisi sangat jauh dari tempatnya itu , Kirana lalu mencoba menenangkan dirinya itu terlebih dahulu ia masih tidak percaya dengan apa yang dia alami saat ini karna ini pertama kalinya ia merasakan hal yang menakutkan seperti ini.


" Tara semoga kau baik baik saja dan tidak terjadi apa apa padamu " Ucap Kirana


Setelah Cukup lama berdiam disana Kirana lalu mencari sebuah apotik untuk mengobati lukanya itu kemudian tiba tiba ponselnya berdering ketika ia melihat itu telpone dsri Tara dengan cepat Kirana pun segera menjawabnya.

__ADS_1


" Tara apa kau baik baik saja? " Ucap Kirana


" Aku baik baik saja, kau sendiri bagaimana apa kau baik baik saja " Ucap Tara


" Aku baik baik saja "


" Syukurlah "


" Tadi orang orang itu siapa? "


" Orang orang gila itu nanti akan ku beritahu, sekarang dimana kau? "


Kirana lalu memberitahu dimana ia saat ini


" Kalau begitu tunggu disana jangan kemana mana, sebentar lagi akan ada orang yang menjemputmu namanya Liam " Ucap Tara.


Tara lalu mengirim foto Liam kepada Kirana Agar Kirana tau orang yang akan menjemputnya itu seperti apa wajahnya.


" Kalau begitu sampai nanti masih ada yang harus aku kerjakan " Ucap Tara


Belum sempat bertanya Tara sudah menutup teleponnya itu terlebih dahulu.


" Orang ini selalu saja seperti itu apa dia tidak tau kalau aku itu mengkhawatirkannya " Ucap Kirana sembari mencengkam kuat ponselnya itu.


Setelah lumayan lama Kirana menunggu tiba tiba ada seseorang yang menghampirinya.


" Maaf apa anda Kirana? " Ucap Liam


" Iya siapa yah? " Ucap Kirana sembari waspada


" Saya Liam, saya yang di Tara suruh untuk menjemput anda "


" Oh jadi kau Liam "

__ADS_1


" Iya saya Liam ".


__ADS_2