My Boyfriend Is A Gangster Bos

My Boyfriend Is A Gangster Bos
Episode 19


__ADS_3

Keesokan Harinya Tara mengantar Kirana ke Apartemennya itu untuk mengambil barang barangnya tapi sebelum ke sana, Tara membelikan beberapa makanan Untuk Kirana.


" Ini makanlah dulu " Ucap Tara sembari memberikan makanan itu.


Kiranapun mengambilnya kemudian memakannya di sepanjang perjalanan, mereka berdua pun sampai di apartemen kirana itu, Kirana lalu turun dari sepeda motor Tara itu begitu juga Tara, mereka berdua tiba tiba di sambut oleh pemilik apartemen itu.


" Wah wah pulang bersama seorang pria seperti ini berarti kau sudah membawa uang untuk membayar uang sewa rumahmu "


* PLAKK!! *


Tara menampar dengan keras pria itu di hadapan Kirana.


" Tara " Ucap Kirana


" Jaga ucapanmu itu pak tua jika kau tidak ingin mulutmu itu sobek " Ucap Tara sembari menatap tajam pria tersebut.


" Wa... wanita itu belum membayar uang sewanya dan tidak bisa mengambil barang barang pergi dari sini "


" Berapa uang sewanya apa perlu aku beli apartemen busuk mu ini " Ucap Tara


Tara langsung membayar tagihan uang sewa rumah Kirana itu, Kirana dengan cepat segera membawa barang barangnya itu dan segera pergi dari sana.


" Kau pikir aku akan membiarkanmu begitu saja setelah kau berani menamparku anak kecil "


Sebelum kembali ke rumah Tara, Kirana mampir dulu ke sebuah Cafe yang tak jauh dari rumah Kirana dulu, Tara memesan beberapa makanan dan juga minuman untuk Kirana ketika mereka sedang asik mengobrol tiba tiba saja ada tiga orang menghampiri mereka, salah satu dari mereka tiba tiba saja meludahi makanan Tara.


" Jadi ini bocah tengik itu "


" Siapa kalian " Ucap Kirana.


" Cantik juga pacarmu ini, kita lihat apa dia bisa berkata sombong seperti tadi tidak " .


Salah satu dari mereka memegang wajah Kirana namun menepis tanganya itu.


" Berani menyentuhnya akan ku patah tangan kalian " Ucap Tara


" Wah wah lihat ada yang marah "


Tanpa banyak basa basi Tara langsung menarik rambut orang tersebut dan membenturkanya ke meja setelah itu Tara juga langsung memukul kepala orang itu menggunakan gelas yang ada di pinggirnya itu.


* PRANKK!! *.

__ADS_1


Gelas itu pun pecah dan darahpun keluar dari kepala orang tersebut, Orang orang yang berada di sana sontak di buat terkejut melihatnya, Tara Trus memegang kepala orang itu .


" Sudah berani meludahi makananku kalian juga berani menyentuhnya " Ucap Tara.


Tara kembali membenturkan kepala orang itu tak hanya itu Tara pun menggesek gesekan wajahnya ke makanan yang sudah di ludahnya itu, Tak terima teman di perlukan seperti itu oleh Tara kedua teman segera menyerang Tara, Namun dengan mudah Tara menghindar dari pukulannya itu, Tara kembali mengambil piring yang ada di meja lain kemudian Tara memukulkanya ke kepala orang itu , Tara benar benar menghabisi ketiga orang itu sampai sampai ketiga orang itu berlumuran darah buatnya tak hanya itu saja selain Tara membenturkan kepala mereka ke kaca Tara Juga mematahkan tangan orang yang sudah menyentuh Kirana tadi.


" Hanya seekor kecoa yang bermulut besar " Ucap Tara.


Orang orang yang ada disana hanya bisa terdiam melihatnya mereka tidak berani berbuat apa apa, begitu juga Kirana ini untuk pertama kalinya ia melihat Tara seperti ini, dari sisi pendiamnya Tara Kirana tak menyangka jika Tara seperti ini.


" Aku tau kalian mengikuti kami sedari tadi, siapa yang menyuruh kalian " Ucap Tara


" A..... Anu pak tua itu yang menyuruh kami "


" Dasar orang tua sialan " Ucap Tara.


Tara lalu membawa Kirana pergi dari sana, di sepanjang perjalanan Kirana hanya terdiam dan tak berani berbicara ia masih tidak menyangka dengan apa yang dia lihat tadi , mereka berdua pun sampai di rumah Tara, Tara kemudian membantu Kirana membereskan barang barangnya itu dan membantu memasukan pakaianya ke dalam lemari milik Tara itu , tiba tiba ponsel Kirana berbunyi, Kirana pun segera menjawab telpone tersebut dan ternyata itu telpone dari Nina, Nina mengajak Kirana bertemu untuk membicarakan masalah kebakaran cafenya itu, Kirana sudah di tunggu oleh Nino dan Juga Natan di salah satu Cafe.


Kirana lalu memberitahu Tara tentang apa yang ia bicarakan dengan Nina di telpone tadi, setelah Tara mengetahuinya Tara pun lalu mengantar Kirana bertemu dengan Nina , Sebelum Kirana masuk ke dalam Cafe untuk menemui Nina, Tara memberikan Kirana uang.


" Ini untuk apa? " Ucap Kirana


" Untukmu kau pasti tidak punya uang kau tidak mungkin hanya diam saja melihat mereka makan " Ucap Tara


" Sudah ambil saja "


" Tapi ini terlalu banyak "


" Tidak apa apa ambil saja "


" Nanti kau bagaimana? "


" Sudah tidak khawatir ".


Kirana lalu mengambil uang yang di berikan Tara kepadanya.


" Maaf aku jadi merepotkan mu begini " Ucap Kirana


" Tidak apa apa aku senang bisa membantu mu " Ucap Tara sembari tersenyum


" Kau yakin tidak mau masuk dulu, bertemu mereka " Ucap Kirana

__ADS_1


" Tidak apa apa tidak perlu tutup salam saja untuk mereka, Ohiya nanti jangan pulang terlalu malam kau harus ikut makan malam nanti " Ucap Tara


" Baik siap kapten " Ucap Kirana sembari tersenyum.


Tara lalu mengacak ngaca rambut Kirana setelah itu ia langsung pergi dari sana.


" Hati hati di jalan " Ucap Kirana.


Kirana pun lalu masuk ke dalam Cafe itu untuk segera menemui Nina dan juga yang lain , setelah sudah bertemu dengan mereka Kirana lalu duduk di samping Nina.


" Orang yang bersamamu tadi itu siapa, kalian berdua sepertinya dekat sekali? " Ucap Natan


" Oh dia Tara pacarku " Ucap Kirana


" Aku tidak pernah tau kalau kau punya pacar? " Ucap Natan


" Pacar Kirana memang seperti itu dia seperti hantu kadang terlihat kadang juga tidak dan selain itu dia juga selalu muncul secara tiba tiba , makanya banyak orang yang mengira kalau kirana itu tidak memiliki pacar karna pacarnya tidak pernah berada di sampingnya " Ucap Nina


" Kenapa kau mau kepada orang sepertinya selain dia tidak pernah ada di samping dia juga tidak bisa di andalkan " Ucap Natan


" Dia selalu ada kok , malah Tara selalu bisa di andalkan dan selalu menemaniku, meskipun dia seperti itu " Ucap Kirana sembari tersenyum.


mereka lalu membahas tentang kejadian kebakaran itu dan banyak sekali yang mereka bicarakan sampai waktu tak terasa begitu cepat berlalu, Malam pun tiba Natan berniat mengantar Kirana pulang namun Kirana menolaknya.


" Apa kau akan di jemput oleh pacarmu itu? " Ucap Natan


" Tidak aku akan pulang naik bis, Tara tidak akan menjemputku katanya ia ada pekerjaan dan tidak bisa menjemputku hari ini " Ucap Kirana


" Kalau begitu biar aku antar pulang saja, dari pada kau harus pulang menggunakan bis "


" Sudah tidak apa apa, kalau begitu aku pulang dulu " Ucap Kirana.


Kirana lalu berjalan pergi meninggalkan Natan dan juga yang lain.


" Sialan kenapa dia lebih memilih orang itu dari pada aku, apa yang kurang dariku selain aku terkenal akupun mempunyai uang yang banyak, dari pada orang itu dari penampilannya saja seperti itu dan juga ia menggunaka sepeda motor yang jelek " Ucap Natan di dalam hatinya itu.


sedangkan di sisi lain Tara dan Sansan sedang menyekap pria tua sebelumnya di salah ruangan.


" A..... Aku minta aku tidak tau kalau anda adalah pemimpin semua gangster yang ada di sini tuan, saya tidak tau kalau itu anda "


" Robek mulutnya " Ucap Tara kepada Sansan.

__ADS_1


" TIDAAAKKKK!!!! ".


__ADS_2