
Semakin lama semakin banyak tamu yang berdatangan, Kirana semakin malu ia merasa dirinya tak pantas untuk berada disana, selain malu Kirana pun merasa takut ketika melihat orang orang yang ada disana mereka tampak menyeramkan di mata Kirana, Kemudian Kirana duduk di sebuah meja yang sudah di siapkan, Kirana satu meja dengan kakaknya Tara yaitu Tama begitu juga dengan kekasihnya Ellen, tempat duduk dan meja Kirana berbeda dengan para tamu yang lain seperti meja khusus .
Kirana tak menyangka jika Kakak Tara yaitu Tama begitu baik dan juga ramah begitu pula Ellen mereka berdua begitu baik kepada Kirana , Rasa canggung atau rasa malu Kirana pun seketika hilang kepada mereka, yang kirana lihat saat ini Tara dan kakaknya itu benar benar berbeda sekali, Tama lebih ramah dan mudah sekali tersenyum bukan hanya pada Kirana melainkan kepada orang lain pun sedangkan Tara yang Kirana lihat Tara begitu dingin meskipun ia juga sama baiknya seperti Tama tapi Tara jarang sekaki tersenyum kepada orang lain meskipun orang orang di sekelikingnya selalu menyapa atau pun tersenyum kepada tapi Tara menyikapinya dengan sikap dinginya itu selain itu Tara juga orangnya sangat sulit di tebak .
Setelah itu Tara datang menemui Kirana dengan yang lain sembari membawakan Kirana segelas minuman lalu Tara duduk di samping Kirana .
" Terimkasih " Ucap Kirana sembari mengambil minuman tersebut.
Sembari meminum minuman yang di berikan oleh Tara tadi Kirana memperhatikan Tara yang sedang di ajak bicara oleh kakaknya itu, Kirana melihat Tara hanya begitu dingin menyikapi kakaknya itu meskipun kakaknya berbicara panjang lebar Tara hanya menjawabnya dengan kata ( Iya ) saja dan sesekali iya hanya menganggukan kepalanya seolah seolah seperti orang yang tak peduli, di tengah tengah pembicaraan mereka tiap tiba ada seorang bapak bapak datang menghampiri mereka, Kirana begitu terkejut ketika bapak bapak itu datang menghampiri meja mereka , bapak bapak yang Kirana lihat di depan matanya itu begitu menyeramkan kepalanya yang botak serta bekas luka yang ada di wajahnya semakin membuatnya terlihat menakutkan , setelah bapak bapak itu sudah berada di Hadapan Kirana dan yang lain tiba tiba saja dia memeluk Tara , Kirana yang melihat itu sontak terkejut di buatnya.
" Boochan lama tidak bertemu " Ucap si bapak tersebut
" Hentikan Paman " Ucap Tara sembari berusaha melepaskan pelukannya itu
" Boochan " Ucap Kirana
" Heheh itu panggilan Tara , semua orang yang ada dirumah kami selalu memanggil Tara dengan sebutan itu " Ucap Tama kepada Kirana
Tama lalu memberitahu Kirana kalau orang yang memeluk Tara itu adalah orang yang selalu bersama Tara ketika Tara masih kecil, dari mulai mengantar Tara sekolah Hingga yang lainnya orang itu yang selalu bersama Tara jadi tidak heran jika ia seperti itu kepada Tara .
" Karna ayah dan ibu begitu sibuk dengan pekerjaannya jadi paman Ando yang selalu bersamanya , bisa di bilang paman Ando adalah ayah kedua untuk kami " Ucap Tama
Setelah mengetahui itu Kirana lalu tersenyum sembari melihat Tara yang masih di peluk oleh Paman Ando itu.
" Paman apa ayah sudah sampai disini? " Ucap Tama
" Sudah Tuan, Tuan besar baru saja sampai tadi " Ucap Ando kepada Tama
Tak lama Ayah Tara pun datang seketika saja semua orang yang ada di sana menundukkan kepalanya seperti memberi hormat, Tama dan yang lain pun mereka semua langsung berdiri setelah melihat ayahnya itu sudah berada disana, melihat mereka seperti itu Kirana pun ikut berdiri mengikuti Tama dan yang lain, ketika Kirana melihat Tara ia hanya duduk santai saja sedangkan yang lain mereka semua bangun dari tempat duduknya itu , hanya Tara saja yang masih duduk.
__ADS_1
" Tara " Ucap Kirana
" Ada apa " Ucap Tara sembari melihat wajah Kirana
" apa kau tidak lihat orang lain bangun dari tempat duduknya untuk menyambut kedatangan ayahmu "
" Untuk apa lagi pula yang datang ayahku " Ucap Tara.
Kirana lalu mearik tangan Tara agar Tara ikut berdiri bersamanya, Tara pun lalu berdiri di samping Kirana.
" Terimkasih untuk kalian semua yang sudah menyempatkan waktu kalian untuk datang hari ulang tahunku ini " Ucap Ayah Tara itu kepada semua orang yang ada disana.
Kemudian Ayah Tara berjalan menghampiri meja Kirana itu di dampingi oleh dua orang di sampingnya ayah Tara itu perlahan menghampiri Kirana dan yang lain.
" Selamat ulang tahun ayah " Ucap Tama
sembari tersenyum ayahnya itu memegang pundak Tama.
Begitu pula Ellen sang kekasih Tama ia juga mengucapkan selamat kepada ayah Tara itu .
" Tidak aku sangka ternyata adikmu juga ada disini Tama, ayah senang melihatnya ini pertama kalinya ia datang di hari ulang tahunku " Ucap Sang ayah sembari memegang kepala Tara.
" Aku terpaksa datang karna salah satu orang mu datang kerumahku " Ucap Tara kepada ayahnya.
Sang ayah hanya tersenyum menanggapinya , lalu setelah itu Kirana mengucapkan selamat kepada ayahnya Tara , Ayah Tara tersenyum sembari mengucapkan terimkasih kepada Kirana.
" Apa wanita ini pacaramu? " Ucap Sang ayah kepada Tara
" Iya dia pacaraku " Ucap Tara
__ADS_1
" Maaf jika dia selalu merepotkan mu " Ucap ayah Tara itu kepada Kirana
" Tidak justru saya yang selalu merepotkan Tara " Ucap Kirana
" Yang benar anak ini tidak pernah merepotkan mu , Aku tidak menyangka jika anak kecil ku ini sudah dewasa "
Kirana tersenyum mendengarnya.
" Kalau begitu nikmati pestanya tidak perlu malu malu ambil saja apa yang kalian mau " Ucap sang ayah itu.
" Iya terimkasih om, Maaf saya tidak membawakan hadiah untuk anda " Ucap Kirana
" Tidak apa apa melihat si kecil Tara ada di hari ulang tahunku saja itu sudah cukup membuatku senang " .
Kemudian Ayahnya Tara itu mengajak kedua anaknya itu untuk ikut bersamanya , Kini Kirana Hanya bersama Ellen dan juga Ando .
" Jadi anda pacarnya Boochan Nona? " Ucap Ando
" I.... Iya tuan " Ucap Kirana sembari terbata bata
" Tidak perlu memanggil tuan panggil saja aku Paman " Ucap Ando sembari tersenyum kepada Kirana
" I.... Iya paman " .
Kirana tak menyangka ternyata orang orang yang ada di sekeliling Tara begitu baik dan juga begitu Ramah, awalnya Kirana menyangka jika orang menyeramkan itu tidaklah seperti ini ternyata dugaan kirana salah, Ando rupanya orang yang sangat ramah selain itu ia juga begitu baik dalam berbicara pun ia begitu sopan kepada Kirana , Ando benar benar menghargai Kirana .
" Terimakasih sudah membujuk Boochan agar mau datang ke kemari " Ucap Ando
" I....iya sama sama, memang sebelumnya Tara tidak pernah datang di hari penting seperti ini ? "
__ADS_1
" sama sekali tidak pernah dan hari ini aku sendiri tidak menyangka jika anak itu akan datang di hari ulang tahun ayahnya ini dan jujur saja bukan hanya aku saja yang senang bisa melihatnya lagi begitu juga tuan besar ia pasti sangat senang " Ucap Ando.