
Setelah selesai bertemu dan membahas soal masalah Cafe , Kirana lalu memutuskan untuk segera pulang karna hari pun sudah malam jadi Kirana memutuskan untuk pulang lebih dulu , Kirana pun berpamitan kepada Natan dan juga yang lain , namun Natan yang tak tega melihat Kirana pulang sendirian Natan lagi lagi menawarkan tumpangan kepada Kirana , namun Kirana menolak tawarannya itu.
" kalau begitu bagaimana kalau aku menemanimu sampai bis yang kau tunggu datang " Ucap Natan
" kau yakin ? , lumayan lama loh " Ucap Kirana
" Tidak apa apa " Ucap Natan sembari tersenyum.
Natan pun lalu mengantar Kirana ke pemberhentian bis yang ada di sebrang restoran tersebut , Natan lalu menemani Kirana disana sembari menunggu bis datang Natan membelikan Kirana minuman dan juga makanan .
" Ini makan dulu " Ucap Natan sembari memberikan makanan tersebut kepada Kirana .
Kirana lalu mengambil makanan tersebut sembari berterimakasih kepada Natan .
di sisi lain keberadaan Tara , Tara yang sedang berada di pinggir jalan sembari menikmati pemandangan dan danau yang ada di hadapannya itu tiba tiba Tara mendengar seseorang memanggil namanya , mengetahui siapa yang sudah memanggil namanya itu Tara tak menghiraukannya sama sekali , orang itupun lalu berjalan menghampiri Tara kemudian ia berdiri di samping Tara .
" sudah lama sekali yah kita tidak seperti ini " Ucap Nadia sembari tersenyum kepada Tara
namun lagi lagi Tara tak menjawabnya , Tara hanya diam menatap danau yang ada di hadapannya itu sembari menikmati rokoknya .
" Tara aku merindukanmu " Ucap Nadia sembari melihat ke arah Tara .
Tara yang mendengar itu ia langsung mematikan rokoknya itu kemudian pergi dari sana , namun ketika Tara hendak berjalan untuk pergi dari sana , Nadia menahannya .
__ADS_1
" ada apa lagi , apa kau masih belum puas setelah berhasil membunuh ibuku dan sekarang masih berani muncul di hadapanku dan berkata seperti itu apa kau tidak malu " Ucap Tara
" Aku kan sudah pernah memberitahumu dan aku juga sudah menjelaskan semuanya kepadamu tapi.... "
" Yang ayahmu cari adalah ayahku dan itu tidak ada hubungannya dengan ibuku karna ibuku tidak pernah tau pekerjaan ayahku seperti apa dan dia tidak pernah tau orang seperti apa ayahku itu tapi kenapa ayahmu membunuh ibuku yang tidak tau apa apa sama sekali " Ucap Tara
" Aku sudah berusaha memberitahu ayahku dan aku juga sudah berusaha untuk mencegahnya saat itu "
" sudah cukup aku sudah muak mendengarnya , lagi pula aku sudah tau semuanya " .
Jadi tiga tahun yang lalu sebelum kematian sang ibunda Tara meninggal , mereka berdua sempat berpacaran ketika mereka masih duduk di bangku sekolah , Tara yang merupakan anak dari seorang mafia terkenal begitu pula Nadia ia juga anak dari seorang bos mafia , kedua kelompok ini berbenteruan dimana bisnis yang mereka jalani sama karna tidak ingin memiliki saingan kedua kelompok ini saling merebut wilayah untuk menjalankan bisnisnya itu namun karna kelompok ayahnya Tara ini lebih kuat dari pada ayahnya Nadia , kelompok ayahnya Tara ini cukup mendominasi hampir seluruh kota di pegang olehnya meskipun beberapa belum mereka kuasai dan namanya juga sudah terdengar dimana mana dan juga sangat di takuti .
Ayahnya Nadia ini mencoba untuk menghancurkan kelompok ayahnya Tara dan kembali mengambil seluruh wilayah kota yaitu dengan cara menyuruh anak perempuannya itu untuk mendekati Tara dan menggali semua informasi darinya , namun karna Tara saat itu tidak tau apa apa sama sekali dia memberitahu apa yang Nadia tanyakanya tentang ayahnya atau apapun itu namun setelah Tara memberitahu dimana dia tinggal , kejadian yang tak di inginkan pun terjadi .
" paman kenapa di luar ribut sekali ada apa ? " Ucap Tara
" Tidak ada apa apa tuan , sebaiknya tuan tetap disini jangan pernah keluar tetap bersama ibu , sebentar lagi ayah anda akan pulang " Ucap Ogo .
tiba tiba saja suara tembakan terdengar dimana mana sontak itu membuat Tara semakin penasaran.
" Sudah tuan diam disini jangan kemana mana " Ucap Ogo sembari pergi meninggalkan Tara .
setelah Ogo pergi meninggalkan Tara , Tara yang begitu penasaran ia tak mendengarkan apa yang di katakan Ogo sebelumnya , Tara berlari keluar rumah dan ketika Tara berhasil keluar rumah betapa terkejutnya Tara melihat orang orang yang sedang berperang dan berkelahi di hadapan matanya bahkan Tarapun melihat beberapa orang yang sudah tak bernyawa berjatuhan di depan rumahnya itu , seluruh tubuh Tara bergetar setelah ia melihat itu , bahkan Tara tak bisa menggerakkan tubuhnya itu , Tara hanya bisa diam sembari ketakutan .
__ADS_1
* BRUKKK *
" Apa yang kau lakukan disini!! " Ucap Tama
" Ka...Kaka " Ucap Tara sembari bergemetar
" cepat masuk kedalam dan cari ibu " Ucap Tama .
Tarapun menganggukan kepalanya itu kemudian berlari pergi dari sana mencari sang ibu , namun setelah Tara mencari ibunya kesana kemari Tara sama sekali tak menemukan ibunya itu , Tara tak tau harus mencari kemana lagi karna di semua tempat yang sudah dia cari Tara tak menemukan ibunya sama sekali, tiba tiba saja Tara mendengar suara dari belakang rumahnya itu seperti seseorang sedang berbicara, Tara pun bergegas berlari ke belakang rumahnya itu dan betapa terkejutnya Tara ketika ia melihat ada Nadia dan ayahnya disana , yang lebih membuat Tara terkejut yaitu ketika ayah Nadia menondongkan pistol itu di kepala ibunya .
Tara yang begitu ketakutan dan takut terjadi apa apa kepada ibunya , ia segera memberitahu Ogo dan kakanya .
" Aku harus segera memberitahu paman Ogo dan kakak kalau tidak nanti terjadi sesuatu kepada ibu " Ucap Tara sembari berlari terbirit-birit.
baru saja Tara bertemu Ogo suara pistol pun terdengar sangat keras dari arah dimana ibu Tara berada .
" IBUU!!!!!! " Ucap Tara sembari berteriak .
sontak orang orang yang berada di sana segera berlari ke arah dimana suara itu berasal begitu juga Ogo , namun betapa terkejutnya Ogo dan yang lain ketika ia melihat ibunda Tara sudah tertidur sembari darah keluar dari kepalanya .
Sang ayah yang baru saja sampai di rumah langsung menemui kedua anaknya itu , melihat Tara yang duduk sembari menangis sang ayah langsung menghampirinya , ia langsung memeluk anaknya itu , tak lama Ogo lalu datang menemui bosnya itu , Ogo memberitahu bosnya itu tentang apa yang sebelumnya dia lihat tadi .
setelah mereka semua sudah berada di tempat sang ibunda , Tara dan Tama menangis tersedu sedu melihat ibunda tercinta nya mati disana , sang ayah yang melihat itu langsung memeluk kedua anaknya itu .
__ADS_1