My Boyfriend Is A Gangster Bos

My Boyfriend Is A Gangster Bos
Episode 18


__ADS_3

Sudah satu bulan lebih setelah kejadian itu, Kirana trus mencari pekerjaan dan tidak ada satu pun perusahaan yang menerimanya tapi Kirana tidak menyerah begitu saja ia trus mencari pekerjaan dan untungnya ia masih memiliki uang simpanan tapi meski begitu ia tetap harus bekerja karna semakin lama uangnya itu pun akan habis dan ternyata benar hari demi hari uang tabungan kirana semakin mengurangi sedikit demi sedikit sampai benar benar tersisa hanya beberapa saja.


sampai kirana tak sempat membayar listrik dan juga air sampai sampai listrik di tempat tinggalnya itu mati dan air pun tidak ada, Kirana masih sering bertemu dengan Natan dan Natan pun selalu menawarkan bantuan untuknya dengan meminjamkan uang dan juga menawarkan pekerjaan untuk Kirana namun Kirana menolaknya karna tidak ingin merepotkan Natan dan juga ia malu jika harus seperti itu kepada orang yang bukan siapa siapa, sudah hampir tiga bulan Kirana seperti ini ia tidak tau lagi harus bagaimana selain ia tidak memiliki uang sekarang ia juga harus membayar uang sewa apartemennya itu, Kirana tidak mungkin kembali lagi kerumah orang tuanya di tempat menunggunya bis Kirana kebingungan dan entah harus bagaimana lagi ia sudah mencari pekerjaan kesana kemari dari pagi hingga malam hari namun tidak ada satu pun yang pekerjaan yang dia dapatkan.


Tiba tiba hujan pun turun kirana yang sedang berteduh di tempat menunggunya bis , Kirana duduk sembari melihat ponselnya itu waktu sudah menujukan setengah 11 malam, Bis yang Kirana tunggu pun datang Kirana lalu segera naik ke dalam bis itu , di sepanjang perjalanan Kirana melihat jalanan yang dulu sering ia lewati bersama Tara dan entah kenapa semakin Kirana mengingatnya semakim membuat Kirana sedih, bis itu lalu melewati Cafe milik Kirana dulu, Kirana turun dari bis setelah sampai di sana, Kirana berjalan mendekati tempat dimana cafenya dulu berada bekas kebakaran sebelumnya masih ada disana, Sembari melihat cafenya itu Kirana mengingat apa saja yang pernah terjadi di tempat ini, Air mata Kirana pun jatuh karna tak sanggup ia tahan lagi, Kirana baru saja mendapatkan kebahagiaan namun seketika tiba tiba saja kebahagiaanya itu berubah begitu saja dengan kejadian seperti ini.


sembari di basahi derasnya air hujan Kirana menangis sembari menatap cafe tempat miliknya dulu, Kirana duduk sembari menutup wajahnya itu dengan kedua tanganya, Kirana hanya bisa menangis menerima kenyataan yang sudah terjadi kepadanya itu.


" Tara dimana kau " Ucap Kirana.


" Aku di sini " Ucap Tara.


Kirana perlahan lalu membuka tanganya itu dan ternyata benar Tara tiba tiba ada di hadapanya sembari menutupi Kirana dengan payugnya itu , Tara lalu memegang wajah Kirana sembari menghapus Air matanya itu dan Kirana langsung memeluk Tara .


" Kau kemana saja selama ini , kau menghilang begitu saja tanpa memberitahuku " Ucap Kirana sembari menangis


" Maafkan aku " Ucap Tara.


Kirana mengeluarkan semua rasa sedihnya itu semua air matanya itu yang sudah lama ia tahan.


" Ayo kita pulang kau bisa sakit jika trus seperti ini " Ucap Tara.


Kirana lalu melepaskan pelukannya itu, Tara kemudian memegang Tangan Kirana dan langsung membawanya pergi dari sana , Kirana lalu naik kedalam mobil yang Tara bawa, disana ada Gino dan juga Anna.


" Kemana kita sekarang? " Ucap Gino


" Kita pulang kerumahku " Ucap Tara.


Tara membawa Kirana pulang kerumahnya.


" Aku mencarimu kerumah kau tidak ada di sana dan lampu di rumahmu mati , dan ternyata kau ada disini" Ucap Tara sembari memberikan jaketnya kepada Kirana

__ADS_1


" Aku belum membayarnya jadi listrik dan air di rumahku di matikan, dan aku baru mau pulang tadi " Ucap Kirana


" pantas saja lampunya mati, Memangnya kau habis Darimana tadi ? "


" Mencari pekerjaan "


Sesampainya di rumah Tara , Kirana lalu di beri pakaian oleh Anna .


" Terimkasih " Ucap Kirana


" Sama sama " Ucap Anna sembari tersenyum.


Kirana lalu mengganti pakaiannya itu kemudian Kirana duduk di tempat biasa ia datang kesana .


" Ini makanlah kau pasti belum makan " Ucap Tara sembari memberikan makanannya itu.


Kirana pun mengambil makanan yang di berikan Tara kepadanya setelah itu Kirana berbicara kepada Tara mencoba memberitahu apa yang sudah terjadi kepadanya.


" Jadi kau sudah tau lalu kenapa kau tidak ada waktu itu jika kau sudah tau " Ucap Kirana


" Aku minta maaf " .


Kirana tidak menjawabnya ia hanya diam saja.


" Aku benar benar minta maaf, dan aku juga maaf karna tidak membaca atau membalas pesan yang kau kirim padaku saat itu " Ucap Tara


" Memangnya kau kemana saja waktu itu " Ucap Kirana


" Ada sesuatu yang harus aku kerjakan "


" apa sangat sibuk sampai kau tidak bisa membalas pesan dari ku, aku tau mungkin pekerjaanmu jauh lebih berat atau begitu sibuk tapi apa tidak bisa menyisakan waktumu sedikit saja untukku, apa kau tau aku menunggumu aku mengkhawatirkan mu dan aku selalu memikirkanmu aku takut terjadi apa apa kepadamu , setidaknya beritahu aku kabarmu agar aku tau kalau kau itu baik baik saja " ucap Kirana sembari menangis.

__ADS_1


" Di saat keadaan seperti ini kau masih sempat memikirkan orang lain padahal kau sendiri sedang kesusahan seperti ini " Ucap Tara sembari memeluk Kirana


" Karna aku menyayangimu "


" Aku juga, aku juga menyayangimu Kirana, terkadang akupun sama selalu merasa cemas dan khawatir terhadapmu aku takut sesuatu yang tidak aku inginkan terjadi kepadamu dan benar saja seusatu yang tidak aku inginkan itu terjadi padamu "


" Maafkan aku " Ucap Tara.


Setelah itu Kirana memberitahu Tara kalau ia sudah tidak bisa kembali ke apartemennya dulu karna ia belum bisa membayar uang sewanya itu.


" Sudah tidak perlu di pikirkan kau bisa tinggal disini bersamaku " Ucap Tara


" Hah mana mungkin kita kan belum menikah mana bisa kita tinggal satu rumah begitu saja" Ucap Kirana


" Kalau kau ingin tidur di pinggir jalan tidak apa apa aku tidak akan memaksa, karna aku tau kau tidak mungkin kembali kerumah orang tuamu "


" Tapi bukanya tidak baik jika kita satu rumah belum menikah seperti ini , apalagi sampai tidur bersama " Ucap Kirana


" Kau tenang saja kamar di sini banyak aku bisa tidur dimana saja dan kau bisa tidur di kamarku, lagi pula disini selalu banyak orang kau tidak perlu takut " Ucap Tara


" Ba... Baiklah kalau begitu, Tapi hanya sampai aku mendapakan pekerjaan pekerjaan saja " Ucap Kirana


" Iya iya, lagi pula jika aku ingin macam macam kepadamu aku bisa melakukannya sekarang " Ucap Tara sembari tersenyum.


* PLAKK *


Kirana menampar wajah Tara dengan keras


" Aduuuh " Ucap Tara sembari memegang wajahnya itu


" awas saja kalau kau berani seperti itu akan ku hajar wajahmu itu " Ucap Kirana

__ADS_1


" Iya iya " Ucap Tara sembari memeluk Kirana


__ADS_2