My Expectation Was Change After I See My Effect Skill

My Expectation Was Change After I See My Effect Skill
Chapter 13 : Kebenaran


__ADS_3

Kemarin setelah aku selesai mandi, Livia sudah tertidur di atas kasurku.


Ini adalah hari ke-8 aku di dunia lain.


Aku sedang berada di kamar mandi, dan juga sekarang aku sedang berpikir.


Selama 8 hari di dunia lain, aku sudah sedikit terbiasa di dunia ini.


Tapi aku paling tidak terbiasa oleh waktu di dunia ini.


Ya itu karena, jam di dunia ini. Sepertinya lebih cepat dari pada di dunia ku sebelumnya.


Kamu tau ?, susah sekali untuk mengikuti waktu tidur di dunia ini.


Tetapi karena aku lelah setelah latihan, itu membantu aku tidur dengan gampang.


Aku harus terbiasa mulai hari ini, dan aku akan menanyakan tentang ini pada Livia.


Sesekali aku mau menayakan tentang itu, tetapi aku selalu lupa karena terlalu asik berbicara.


Baiklah, aku akan melakukan yang terbaik juga di hari ke-8 ini.



Aku sekarang sedang berada di salah satu kamar tamu di Kerajaan Lakuos.


"Knock Knock."


Suara ketukan dari pintu kamar aku.


"Siapa itu ?."


"Ini aku."


Itu adalah suara yang di miliki Putri, aku sudah tau bagaimana suara Putri.


Aku berjalan ke pintu dan membuka pintu.


"Pagi, Saika."


Di depan aku sekarang, ada Putri yang sedang tersenyum.


"Pagi."


"Mmm, apakah kamu bisa tidur ?."


"Bisa, karena perjalanan kemarin sedikit melelahkan."


"Begitukah, bagus jika begitu."


Setelah mengatakan itu. Putri berjalan melawati aku, dan dia memasuki kamar aku.


Aku tersenyum melihat Putri, dia tidak ada bedanya.


Meskipun kita berada di Kerajaan lain, Putri sama sekali tidak mengubah sifatnya.


Yah karena, dia sering memasuki kamar aku tanpa bertanya.


Aku suka sifatnya, dan sifatnya itu mirip dengan Adikku.


"Neh, Seika coba kemari!."


Putri memanggil aku dari dalam kamar aku, aku menutup pintu dan jalan ke arah Putri.


"Ada apa ?."


Menanyakan itu pada Putri yang sedang duduk di kasurku, sedangkan aku berdiri di depan Putri.


"Kamu kemarin bertanya kan ?, tentang apa yang harus kamu lakukan setelah latihan ini berakhir ?."


Benar apa yang di katakan Putri, kemarin saat kami sedang berada dalam perjalanan ke Kerajaan Lakuos.


Aku bertanya tentang, apa yang harus di lakukan setelah latihan aku berakhir.


"Iya, apa yang harus aku lakukan ?."


"Mmm, yang kamu lakukan mulai sekarang adalah bebas."


"Maaf ?."


Aku tidak mengerti apa yang Putri maksud "Bebas".


"Mmm, kamu sekarang bebas melakukan apa pun mulai sekarang."


"Apa pun ?."


"Iya, kamu bebas melakukan apa pun yang kamu inginkan."


"Eh, aku masi tidak mengerti."


Otak aku tidak bisa memproses apa yang di katakan Putri disini.


"Kamu lemot seperti biasanya Saika, walaupun kamu pinter."


Putri tersenyum kecut, ketika mengatakan itu.


"Baiklah aku akan menjelaskannya, nah kamu dapat melakukan apa yang kamu inginkan dari sekarang."


"Mau itu dari menjelajahi dungeon, hidup santai di dunia ini, tetap tinggal di Istana, dan berbagai hal yang kamu inginkan."


"Tetapi, jika terjadi sesuatu yang dapat membahayakan umat manusia. Kamu sebagai Pahlawan harus mencegah hal itu."


"Jika kamu tidak melakukan itu, yah itu tidak masalah. Tetapi aku sebagai orang di dunia ini, sangat berharap kepada pahlawan yang satu satunya harapan kami."


"Jadi begitulah, tetapi jika kami orang kerajaan memanggil kamu untuk datang ke istana. Tolong kamu datang, tetapi itu tergantung kamu mau atau tidak."

__ADS_1


Putri mengatakan itu sambil tersenyum, tetapi aku berpikir disini.


Bukankah, semua itu tergantung kemauan Pahlawan, jika Pahlawan itu tidak memiliki niat. Pasti dia tidak akan membantu.


Juga jika itu aku, aku lebih baik hanya berdiam tetapi. Sama saja bukan, jika aku adalah Pahlawan dan aku tidak menggunakan kekuatan aku. Itu sama saja seperti aku mengabaikan kewajiban aku.


"Huuh", aku sangat lelah tinggal di dunia ini. Aku harus memikirkan apa yang harus aku lakukan dari sekarang.


"Sekarang aku mengerti, terimakasih penjelasannya Putri."


"Tidak masalah, dan juga ingat ini. Mungkin kamu berpikir ini terlalu santai, tetapi dunia ini sedikit berat dari apa yang kamu bayangkan."


"Eh, apa maksudmu Putri ?."


"Tidak apa apa, lebih baik cari tau tentang itu sendiri."


Putri mengatakan itu sambil tertawa di atas kasur ku. Putri sangat cantik dan juga rambut warna ungunya menambahkan keindahan.


Namun sifat Putri itu lah, yang sedikit menggangu kecantikannya.


Tetapi jika kamu terbiasa dengan sifatnya, kamu akan melihat itu sebagai tambahan keimutan ya dia miliki.


Aku sudah terbiasa jadi itu lucu.


"Neh Saika."


Putri yang tadi tertawa, memanggil aku dengan wajah serius.


"Kenapa ?."


"Ini tawaran yang menarik buat kamu."


"Apa itu ?."


"Kamu sekarang sudah selesai latihan, dan juga sekarang kamu bebas melakukan apa pun yang kamu inginkan."


"Ya."


"Aku secara pribadi menawarkan, kamu sebagai Pahlawan Tetap di kerjaan kami."


"Eh, bukankah aku sudah menjadi Pahlawan di kerajaan kamu."


"Benar apa yang kamu katakan, tetapi aku akan menjelaskan sesuatu disini."


Putri memasang wajah lebih serius, ketika dia mengatakan itu.


"Apa itu ?."


"Mmm, sebenarnya Pahlawani itu di bedakan menjadi 2."


"Pahlawan yang di pilih oleh Tuhan dan Pahlawan yang di pilih Kerajaan."


"Pahlawan yang di pilih oleh Tuhan adalah Orang yang berasal dari dunia lain, memiliki Title Hero From Another World, dan memiliki class yang unik yang di berikan oleh Tuhan."


Putri mengatakan itu, aku sedikit terkejut dengan apa yang di katakan olehnya.


Jadi Pahlawan di bagi menjadi 2 ya, berarti aku adalah orang yang pilih Tuhan.


"Namun Tuhan memberitahu kita bahwa, kita dapat memilih Pahlawan yang di pilih oleh dia. Menjadi Pahlawan di pilih oleh Kerajaan."


"Asalkan itu mendapatkan persetujuan dari Pahlawan tersebut, makanya apakah kamu mau menjadi Pahlawan Tetap Kerajaan Dorugis ?."


Putri menanyakan itu dengan wajah serius.


Menurut aku, ini adalah tawaran yang bagus tetapi. Aku harus tau terlebih dahulu apa saja yang bisa ku dapat, jika aku menjadi Pahlawan Tetap.


"Aku tidak bisa menjawab sekarang, tetapi apa saja yang bisa ku dapat dari menjadi Pahlawan Tetap ?."


"Nah jika kamu bertanya begitu maka, kamu akan terkejut."


Putri mengatakan itu dengan semangat, jarang sekali aku melihat muka dia yang bersemangat.


"Apa saja itu ?."


"Mmm, pertama kamu akan di berikan gelar Pahlawan Tetap Kerajaan Dorugis, setelah itu biaya hidup kamu akan di tanggung oleh Kerajaan, dan kamu akan di berikan hak setara dengan bangsawan tertinggi di kerajaan."


"Eh, serius ?."


"Ya!."


Putri mengatakan itu dengan tersenyum bahagia, itu tawaran yang menarik.


Aku langsung ingin menjadi Pahlawan Tetap tetapi, aku tidak bisa langsung menerima hal itu.


Aku di ajarkan oleh orang tua aku untuk berpikir, menanyakan keuntungan, dan apa saja yang harus aku lakukan. Jika aku ingin menyetujui sesuatu.


"Setelah aku menjadi Pahlawan Tetap, apa yang harus ku lakukan ?."


"Itu gampang. Kamu hanya harus melindungi kerajaan Dorugis dari kehancuran dan melindung penduduk Dorugis."


"Itu saja ?."


"Ya."


Aku mendengar itu seolah tidak percaya.


Lebih baik aku menerima tawaran ini. Jadi aku tidak perlu mencari duit, yah aku malas dengan kegiatan itu.


Juga berarti aku harus menjadi kuat yah, sebagai Pahlawan Tetap.


Yah itu tidak masalah, karena aku percaya dengan skill dan stats yang ku punya.


"Bagaimana, apakah kamu setuju ?."


"Baiklah, aku akan menerimanya."

__ADS_1


"Kamu tidak akan menyesal ?."


"Tidak akan."


Setelah aku mengatakan itu, Putri tersenyum sangat lebar.


Dia bangun dari tempat tidur dan memeluk aku.


"Terimakasih telah menerimanya, jika saja kamu menolaknya. Mungkin aku sudah kesepian."


Aku tau maksud Putri dari kesepian, karena semenjak aku tiba di dunia ini.


Putri selalu datang berbicara dan bermain bersama aku, bahkan ketika aku latihan. Dia selalu melihati aku.


Maid juga mengatakan kepadaku, bahwa Putri sangat kesepian sebelumnya. Tetapi ketika kamu datang, kesepian Putri sedikit demi sedikit menghilang.


Itu mengingatkan aku dengan Adik aku.


"Begitukah, kamu mengingatkan aku dengan Adikku Putri."


"Ingat aku adalah Putri dan aku bukan adik kamu."


"Tapi sifat kamu sama."


"Itu mungkin, tetapi kamu tidak pantas menyebut aku adik kamu. Karena tinggi badan kamu sama dengan aku."


Benar apa yang di katakan Putri, tinggi aku dan putri sama yaitu 168.


Mungkin lebih baik aku menyebut Putri, sebagai teman aku.


"Putri mohon bantuannya dari sekarang, dan juga aku sekarang menganggap kamu sebagai teman aku. Meskipun itu tidak sopan menganggap seorang Putri Kerajaan sebagai teman."


"Eh, teman ?."


"Yap."


Putri melepas tangannya dari aku, dan mundur sedikit.


"Ini pertama kalinya ada yang menyebut aku sebagai teman."


"Begitukah, berarti aku teman pertama kamu ya ?."


"Iya, aku senang teman pertamaku adalah kamu."


Putri memeluk aku lagi, pelukan yang sekarang sedikit lebih kuat dari sebelumnya.


Aku merasa sedikit bahagia dengan ini, sebenarnya di dunia sebelumnya aku juga tidak mempunyai teman.


Karena para perempuan iri dengan aku, tidak tau mengapa. Mereka semua menjauhi aku.


Jadinya tidak ada yang mau temanan dengan aku, tapi aku pernah mempunyai teman di kelas 1 SMA.


Tetapi, ah lebih baik abaikan tentang itu. Aku tidak ingin mengingat tentang itu lagi.


Putri memeluk aku sambil tertawa, aku juga memeluk balik Putri.


"Aku sangat senang."


"Aku juga."


Kami saling berpelukan, aku sangat nyaman dengan ini.


"Seika, aku lupa sesuatu."


Putri melepaskan pelukannya dan mundur menjauh sedikit dari aku.


Aku melihat muka Putri yang tadi bahagia, sekarang sedikit takut akan sesuatu.


"Apa itu ?."


"Se-sebenarnya tugas dari Pahlawan Tetap ada 3."


"Eh, apa satu lagi ?."


Putri berjalan mendekat ke arah Pintu.


"Y-ya itu kamu tau ?, tugas 1 lagi adalah jika terjadi konflik di antara Kerajaan dan itu berubah menjadi Perang. Kamu harus ikut berperang, bahkan jika kamu menolak. Kami sebagai orang Kerajaan akan memaksa kamu."


"E-eh ?, tu-tunggu tunggu. Bisakah kamu ulangi itu lagi ?."


"Maaf, aku ada urusan dan juga jangan lupa pergi ke ruang pertemuan. Di sana kita akan bertemu dengan Pahlawan Lakuos."


"Jadi aku pamit dulu, selamat tinggal Saika."


Aku terdiam dan tidak bisa berkata apa apa, hanya melihat Putri yang membuka pintu.


Setelah itu Putri menutup pintu lagi, terdengar suara lari di depan kamar aku.


"EILIS!!!!!!."


Aku berteriak memanggil nama Putri.


"Si-sial aku terkena rencana liciknya."


Aku berjalan ke kasur dan menjatuhkan diri aku ke kasur itu.


"Ak-aku ikut bepe-perang ?."


Sambil menggumamkan hal itu, aku menangis di atas kasur.


"Aku tidak mau!!!."


Maaf mama, aku telah mengikuti ajaran mama.


Tetapi ajarin itu, tidak berhasil karena yang menjebak aku terlalu licik.

__ADS_1


__ADS_2