My Expectation Was Change After I See My Effect Skill

My Expectation Was Change After I See My Effect Skill
Chapter 3 : Status Aku


__ADS_3

Cahaya yang keluar adalah warna putih dan hitam, bahkan cahaya yang dikeluarkan itu sangat kecil. Cahaya menghilang, di depan aku muncul seperti hologram status tetapi tidak ada menu skill dan hanya Nama, Umur, Class, Title dan statik.


Nama : Kuro


Age    : 16


Race  : Human


Level : 1


Class  : ???


Title    : Human From Another World


Strength : 10


P Defense : 37


M Defense : 21


Agillity : 23


Magic : 10


Tetapi saat aku lihat Title ku berubah menjadi Human From Another World mungkin karna aku sudah berada di dunia lain. Ketika aku melihat Raja, Sage, Dan Putri seperti yang kuharapkan mata mereka seolah tidak percaya apa yang mereka lihat, dan putri itu mendekat ke aku dan melihat lebih jelas lagi ke status aku dan ekspresinya semakin tidak percaya.


"Apakah ada kesalahan dalam Batu Static ini, Sage ?."


Putri itu bertanya saat ia berada di samping aku ngomong ngomong bau putri sangat harum.


"Tidak, bahkan Batu ini pemberian dari tuhan tidak mungkin salah. Kemungkinan orang ini memang tidak memiliki bakat menjadi pahlawan dan hanya ikut terbawa."


Aku sedih disini, mana mungkin aku hanya ikut terbawa aku bahkan siswa di kelas ini juga. Aku ingin membalas tetapi aku tidak berani karna mata Sage itu mengerikan dan juga mata raja seolah melihat seorang manusia biasa berbeda dengan menatap teman sekelasku.


"Aku mengerti, Baiklah. Kamu memiliki stat seperti orang didunia, dan juga kamu tidak memiliki Class jadi mungkin kamu ikut terbawa kesini. Dan juga Title mu hanya Human From Another World tidak seperti yang lain. Yang lain mempunyai Title Hero From Another World. Jadi kamu lakukan yang terbaik."


"O-Oke, Terima kasih Putri."


Putri balik ke tempat awal ia pada saat mengatakan "Lakukan yang terbaik" Putri mengatakan seolah tidak tertarik. Akupun balik ketempat aku sebelumnya dan menerima pandangan kasihan dari temanku dan juga ada yang memandang rendah ke arahku, yahh tidak apa apa emang itu takdirku. Sialan kamu Dewi, kata kamu. Kamu akan memberikan Class dengan mengacha dengan adil tetapi aku tidak mempunyai Class disini.


"Baiklah para Pahlawan sekalian aku sudah mengetahui Class dan Static kalian jadi yang Terkuat adalah kamu disana, Hikari dan yang terlemah adalah kamu disana, Kuro."


"Seperti yang di harapkan dari Hikari."


"Hikari kamu memang hebat."


"Kamu memang cocok jadi pahlawan terkuat Hikari."


"""Hikari adalah yang terhebat."""


"Hahaha ini karna aku beruntung mendapatkan Class ini."


"Tidak beruntung itu memang cocok buatmu, Hikari."

__ADS_1


"Yup benar sekali."


"Terima kasih pujiannya."


Hikari menjadi pusat perhatian seperti biasa aku di tinggal sendiri di belakang. Bahkan Putri itu memerah ketika melihat Hikari, Hikari mempunyai muka seperti karakter utama Rambut Hitam, Tubuhnya kurus tetapi sedikit berotot, warna matanya biru dan aura yang keluar dari tubuhnya dan matanya seolah kemurnian sejati. Tidak seperti Aku Rambut berwarna hitam, muka seperti karakter sampingan, mata hitam dan tubuhku kurus sedikit gemuk tidak terlihat pun sedikit otot. Yah begitulah aku berbeda dengan Hikari begitu murni sedangkan aku Gelap seperti Namaku sendiri Kuro.


"Hei, Kuro jangan bersedih aku juga mungkin terendah lihat status ku."


Teman ku Yuu datang dengan sedikit senyum. Mungkin untuk menghiburku sedikit, tetapi ketika ia melihatkan statusnya. Yuu kamu membuat ku tambah depresi dengan statmu bahkan ada yang 100 dan rata rata 80 dan class dia adalah Spearman.


"Makasih Yuu itu semakin membuatku ingin menangis."


"Hahh maaf, Kuro. Aku tidak bermaksud begitu."


"Yah tidak apa apa aku juga mengerti."


"Mmm, jika ada yang bisa kubantu aku akan membantu. Teman."


"Terima kasih banyak Yuu."


Teman yah. Bahkan Yuu tetap menaggap ku Teman ketika aku adalah yang terendah.


Aku tidak salah memilih teman mungkin.


Ketika aku melihat sekeliling Putri yang tadi tersenyum mulai mengahpus ekspresinya dan mulai berbicara lagi.


"Baiklah para pahlawan, selanjutnya aku akan menjelaskan apa yang akan kalian harus lakukan adalah menjelajah dungeon. Nah Dungeon adalah ruang bawah tanah yang di buat oleh para Dewi dan setelah itu di dalam dungeon terdapat Monster. Nah Dungeon itu memiliki 100 lantai semakin kamu dalam semakin tinggi Lv monster itu lah yang di sebut Dungeon. Tetapi sebelum kalian memasuki dungeon kalian akan dilatih terlebih dahulu oleh orang orang kerjaan cara menggunakan kemampuan Class kalian dan juga mengajari dasar tentang dunia ini."


"Aku juga, ini adalah mimpi seorang pria menjelajahi dungeon."


"Iya benar aku juga tidak sabar."


Menjelajahi Dungeon wow aku juga tidak sabar, tetapi aku ragu akan statik dan skillku.


"Baiklah dan juga kalian akan tinggal tinggal di istana selama sebulan untuk pelatihan dan pelajaran dasar."


"Aku mengerti, dan juga putri kapan bencana itu datang."


"Kami belum memastikannya tetapi sekitar 2 tahun dari sekarang. Makanya dari itu, mulai besok kalian mulailah berlatih."


"Apa 2 tahun dari sekarang apakah kita bisa disini."


"Kita bisa, tenang. Juga kita disini akan menaikan lv bersama pada saat di dungeon dan saat itu tiba kita akan menghalahkannya."


"Ya, seperti yang di katakan Hikari bahkan kita mempunyai kemampuan cheat yang di berikan oleh dewi."


"Betul, kita pasti bisa melawannya juga kita mempunya 2 terkuat disini."


"Ya benar."


Ketika semua bersemangat kecuali saya, putri itu melihati kita dengan senyumm. Dan ia bergumam kecil hampir tidak kedengaran apa pun tetapi aku bisa mengerti apa yang ia gumamkan yaitu "Mungkin kali ini Evil God itu akan mati.". Setelah itu ia mulai membuka mulutnya lagi.


"Baiklah pahlawan kalian akan istirahat dikamar masing masing."

__ADS_1


""""Oke, terima kasih putri.""""


"Aku tidak percaya kita akan tidur di Istana."


"Sama Aku juga."


"Aku tidak sabar tidur di kasur istana, pasti itu sangat mahal."


"Baiklah kalian akan diantar ke kamar kalian masing masing jadi, selamat beristirahat."


Kata putri dengan senyum cantiknya para laki laki memerah ketika melihat senyum putri itu. Pintu yang belakang kita terbuka setelah putri mengatakan itu yang ada didepan pintu itu adalah perempuan yang sedang memakai pakaian Maid. Aku tidak percaya melihat begitu banyak perempuan yang memakai pakaian Maid dan juga semua Maid itu sangat cantik, tetapi tidak sebanding putri dan Tsuhira dan Sugumi tetapi kecantikan tetap lah kecantikan.


"Sialan, itu maid ?."


"Banyak kejutan hari ini yang tidak ku harapakan."


"Betul bahkan para maid sangat cantik sial jika saja aku bisa membuat harem akan ku jadikan semua istriku."


"Berhenti bicara tentang Harem tidak mungkin bagi kita. Itu hanya untuk Hikaru dia pasti akan mendapatkan 1 atau 2 perempuan dalam waktu dekat."


"Sial tidak ada yang tau, lagian tidak apa apa untuk berharap sedikit."


"Benar mari kita berlatih besok dan menjadi kuat agar didekati perempuan."


"Haha lelucon perjaka memang terbaik."


"Sialan kamu juga perjaka."


Perempuan hanya melihati para lelaki dengan jijik, yah siapapun pasti berharap ingin harem jadi mau bagaimana lagi. Jika itu aku ah tidak mungkin 1 perempuan pun sulit untukku. Maid itu jalan ke arah para setiap pahlawan, tetapi arah 1 Maid adalah ke putri dan dibisiki sesuatu. Segera setelah selesai dibisiki Maid itu berjalan ke arahku.


"Permisi, bolehkah aku mengantar mu ke kamarmu ?."


"Te-tentu jika itu tidak merepotkan mu."


"Baik, jadi tolong ikuti aku."


Sialan kenapa aku gugup saat ditanya. Aku mulai mengikuti maid itu tetapi jalan yang diarahkan maid itu berbeda dengan jalan yang diarahkan oleh maid lain.


Di Lorong aku sambil berjalan mengikuti maid itu.


Aku melihat lorong yang begitu luas kanan di penuhi dengan pintu mungkin itu kamar dan kiri adalah kaca yang sangat lebar bahkan terlihat bulan. Jadi ini sudah malam ya tidak terasa apa mungkin waktu disini lebih cepat dari bumi ? mungkin.


Maid yang didepanku mulai memperlambat jalannya dan berhenti di depan suatu pintu dan maid itu berbalik menghadap aku.


"Nah, Pahlawan ruangan ini adalah kamar kamu jadi silahkan beristirahatlah."


"Aku mengerti, kenapa kamarku sangat jauh dari teman temanku."


"Maaf, aku tidak tau."


"O-Oke, terima kasih sudah mengantarku."


Maid itu pergi. Aku segera membuka pintu kamarku dan menutupnya kembali ketika aku berbalik untuk melihat kamar itu adalah kamar yang lumayan besar dan diruangan itu hanya terdapat meja, tempat tidur dan ada pintu kamar mandi. Di meja ada semacam tetapi tidak ada korek api atau apa jadi kondisi ruangan ini gelap hanya ada cahaya dari jendela, dan dibawah meja terdapat buku-buku tetapi tulisan dan bahasa buku itu tidak ku kenal. Jadi abaikan untuk saat ini sebaiknya aku istirahat. Aku terjun ke kasur, kasur itu sedikit kasar tidak seperti di duniaku sebelumnya, baiklah aku akan tidur untuk pertama kalinya di dunia lain.

__ADS_1


__ADS_2