
Kemarin ketika aku berbisik kepada Maid yang aku bisikan adalah "Bawa Pahlawan itu ke ruangan yang jauh dari para pahlawan lainnya.", kenapa ?. Yah karena dia orang dunia lain yang tidak memiliki Title Pahlawan jadi aku harus memisahkannya dari pahlawan lain.
Aku sekarang berada di kamarku, juga kamarku jauh dari kamar para pahlawan dan sekarang aku sedang berpikir tentang Evil God yang akan dibunuh oleh para Pahlawan. Karena kali ini ada 2 Pahlawan sejati dan ada juga pahlawan lain yang memiliki Class Unique dan Static yang sangat tinggi bahkan masi level 1.
"Ya aku yakin bahwa para Pahlawan akan mengalahkan Evil God itu."
"KNOCK KNOCK"
Setelah aku mengatakan itu terdengar suara ketukan dari pintu kamrarku .
"Permisi, Floem."
"Oh, Ayah aku akan segera membukanya."
Aku berjalan dan membuka pintu kamarku dan aku menyuruhnya untuk duduk di sofa. Ayahku jarang datang ke kamarku, pasti jika ayahku datang dia akan membicarakan sesuatu yang penting.
"Floem."
"Ya Ayah ?"
"Apakah menurutmu pahlawan yang di panggil dapat mengalahkan Evil God ?."
"Iya, aku yakin kali Evil God akan dikalahkan oleh para pahlawan."
"Hahaha, kamu mengatakan itu dengan ekkspresi seperti itu pasti kamu sangat serius."
"Iya, karena pahlawan yang dipanggil sekarang ada 2 Pahlawan sejati dan beberapa Pahlawan yang memiliki Class Unik dan juga Static mereka tinggi tinggi."
"Aku mengerti, tetapi Evil God setara dengan God, bisakah para Pahlawan ini mengalahkannya ?."
"Aku tidak tahu tapi dalam 2 tahun ini pasti pahlawan akan tumbuh kuat, aku yakin."
"Hemmm, Aku mengerti, dan juga jika Pahlawan berhasil mengalahkan Raja Iblis dan mulai memberontak kepada kita, kita mungkin tidak bisa menanganinya."
"Jangan kahwatir tentang itu pasti hal seperti itu tidak akan terjadi."
"Misalkan itu terjadi apa yang akan kamu lakukan, Floem ?."
"Aku tidak tahu, tapi apakah Ayah memiliki suatu rencana untuk mencegah itu terjadi ?."
"Ya, aku mempunyai tapi itu melibatkan kamu."
"Jika itu untuk mencegah aku akan melakukannya dan juga, bila itu membuat dunia ini damai. Aku akan melaukannya."
"Jika kamu berkata begitu Floem, kamu akan Bertunangan dengan salah satu Pahlawan yaitu Pahlawan sejati, Hikari kamu mau Floem ?."
"Bertunangan ?!?!?."
Aku terkejut dengan apa yang dikatakan ayahku, tetapi ketika ayahku mengatakan itu ia memasang ekspresi menyakitkan dan sedikit kesedihan di mukanya. Bertunangan dengan pahlawan itu mungkin dapat mencegahnya tetapi apakah pahlawan itu sendiri mau bertunangan denganku.
"Iya, Floem."
"Aku tidak bisa menjawabnya sekarang dan juga aku tidak tahu sifat Pahlawan, Hikari itu dan juga apakah pahlawan itu mau bertunangan dengan ku ?."
"Aku tidak tahu tetapi tolong, Floem dalam sebulan ini tolong kamu nilai Pahlawan Hikari itu dan jika Pahlawan itu menurutmu baik tolong dekati dia, Floem."
"Baiklah Ayah aku akan mencobanya."
"Thank you, Floem."
"Jangan khwatir."
Setelah itu ayahku berdiri dari sofa dan berjalan keluar dari kamarku. Aku berjalan juga keppintu untuk menutupnya, setelah itu aku pergi ke cermin diatas mejaku di situ ada mukaku Rambut warna Orange, mata biru. Aku tidak percaya diri dengan kecantikanku dari kecil.
"Tapi aku berharap wajahku menarik perhatian Pahlawan Hikari."
Aku membuka mataku setelah itu aku melihat sekeliling itu masi sama seperti kemarin malam tetapi tidak gelap melainkan terang, cahaya itu datang dari matahari dan menyinari ruangan melalui jendela.
"Jadi aku benar benar dipindahkan kedunia lain ya."
Aku kira itu hanya mimpiku dipindahkan ke dunia lain.
Apa yang sedang keluargaku lakukan dan juga apakah keluargaku khawatir tentang aku yang menghilang.
"KNOCK KNOCK", suara itu berasal dari pintu kamarku.
"Permisi"
"iya, siapa ?."
"Ini aku, Maid yang sebelumnya membawamu ke kamar ini."
"Oh, maaf membuat kamu menunggu aku akan segara membukanya."
Aku buru buru turun dari tempat tidurku dan membuka pintu.
"Selamat pagi, Pahlawan Kuro."
"M-Pagi."
Aku gugup karena pelayan yang berdiri di depanku sangat cantik, warna rambutnya perak, matanya berwarna silver dan bibirnya tipis. Sial!! mengapa perempuan di dunia ini sangat cantik.
"Sangat cantik."
"Maaf ?."
"Ah tidak apa apa."
Aku secara tidak sengaja membocorkan suaraku dengan gugup aku memperbaiki kegugupanku.
Ketika melihat tangan Maid itu membawa nampan dan di atas nampan itu ada Roti, Sayur sop daging, dan 2 gelas air.
"Baiklah, Nah disini aku membawa makanan untuk makan pagimu."
"Makan pagi ya, baiklah terima kasih."
Aku mengambil nampan dengan kedua tanganku dan aku berjalan ke mejaku untuk meletakan makanan aku. Setelah itu aku kembali ke pintu.
"Nah nampanmu akan diambil pada sore hari dan pada saat sore hari aku akan datang ke kamar kamu lagi membawa makanan baru."
"Oke, Aku mengerti terima kasih."
"Tidak masalah, dan juga aktivitas kamu setelah makan adalah mandi, dan berlatih di area pelatihan. Area latihan kamu tidak jauh dari sini kamu tinggal belok kiri dari sini, setelah itu lurus sampai menumakan belokan ke kanan dan disana kamu akan menemukan pintu tempat latihanmu."
"Baik aku akan mengingatnya sekali lsgi aku mengucapkan terima kasih atas makanannya dan juga penjelasannya."
"Tidak jangan khawatir tentang itu adalah tugas aku, juga kamu ramah dan sopan."
"Hahaha, makasi atas pujiannya."
"Tidak masalah, aku akan pergi nanti sore aku akan datang lagi untuk membawa makan."
"Baik aku menantikannya."
Maid itu mulai berjalan pergi dari kamarku, dan aku menutup pintu kamarku, dan pergi ke meja dan duduk di kursi untuk makan. Aku mengambil roti yang ada di nampan pada saat aku gigit roti itu sedikit keras tetapi rasanya seperti roti roti biasa, juga aku mencoba menyelupkan roti ke sop daging dan rasanya bertambah enak dan aku mencoba daging yang berada di sop dengan sendok saatku menggigit daging itu rasanya seperti daging ayam bedanya sedikit lebih halus.
"mmm, rasanya sangat enak."
Seperti yang di harapkan dari makanan kerajaan , setelah aku menghabiskan makanan aku meminum air putih yang ada di gelas rasanya seperti air di bumi, nah makananku sudah abis jadi sebaiknya aku mandi.
Aku mulai berdiri dari kursi dan berjalan ke kamar mandi, jadi ini pertama kalinya aku mandi didunia lain yah. Saat aku membuka pintu kamar mandi itu didalamnya terdapat bak berisi air dan di samping terdapat toilet jongkok terbuat dari kayu.
"Fasilitas kamar mandi di dunia lain seperti yang aku baca di novel."
"Jadi begini toilet jongkok di dunia lain. Tidak masalah."
Aku membuka seragam sekolahku dan aku menaruhnya di gantungan belakang pintu, juga digantungan itu terdapat handuk.
"Wow ini sangat lengkap seperti yang di harapkan."
"Baiklah aku akan menikmati mandi pertamaku di dunia lain."
Setelah selesai mandi aku keluar dari kamar mandi tanpa busana dan memakai handuk untuk mengeringkan tubuhku. Setelah kering aku kembali memakai seragam sekolah, sayang sekali aku tidak mendapat pakaian.
"Baiklah sesudah selesai mandi aku akan pergi ke area latihan dan juga mungkin beberapa teman sekelasku sudah berada di sana."
__ADS_1
Segera aku keluar dari kamarku dan berjalan ke lorong bahkan kekaguman ku tentang lorong ini tidak berubah. Aku mengikuti jalan yang di katakan maid.
"Setelah ini belok kanan ya."
Ketika aku belok kanan aku melihat pintu sedikit besar, aku berjalan menuju pintu itu dan ketika aku membuka pintu.
"WOW"
Tanpa sadar aku mengeluarkan suara itu sangat indah, bahkan tempat latihan itu luas seukuran lapangan sepak bola bahkan dikelilingi oleh dinding. Sepertinya ini aula belakang kerajaan ini , tidak masalah mau dimana itu.
"Hi, Kuro."
"Oh Yuu Selamat pagi."
"Pagi juga, lihat ini aku memegang pedang."
"Wow pedang kayu apakah kamu sedang berlatih, Yuu ?"
"Emm Tidak aku menemukan ini di tengah lapangan jadi aku mengambilnya."
"Aku mengerti, apakah latihannya masi belum di mulai ?."
"Belum bahkan siswa yang baru berkumpul 20, juga latihan akan dimulai jika sudah lengkap.
"Aku mengerti."
Aku mulai melihat lihat area lapangan, di kanan lapangan ada Hikari, Arata, Sora dan juga beberapa siswa, di sebelah tengah ada 4 orang siswa perempuan yaitu Tsuhira dan juga gadis lain. Aku tidak sabar untuk latihan dan juga aku penasaran dengan sosok seperti apa yang melatih kita.
"Oh Kuro sepertinya latihan akan dimulai."
Temanku, Yuu mengatakan itu dan aku melihat belakang pintu itu terbuka. Yang masuk adalah 9 Siswa dan di belakang siswa ada 1 Laki-Laki sedikit tua, tingginya lebih tinggi dari ku sekitar 180, membawa pedang di punggunya, juga memakai baju besi berat dan disamping pria itu ada perempuan masi muda tingginya 173 hampir sama denganku, membawa buku di tangannya.
"Sepertinya, aku tidak sabar untuk latihan apa yang kita lakukan."
"Benar, aku juga."
2 Orang itu mulai berjalan ke tengah lapangan juga diikuti oleh 9 siswa tadi dan Aku, Yuu mengikutinya. Saat sampai di tengah lapangan pak tua berhenti dan mulai berbicara kepada Tsuhira
Untuk menyuruhnya berbaris, dan Hikari, Akari, Sora dan beberapa siswa mulai berjalan kesini untuk berbaris.
Nah baris di bagi menjadi 7 per 1 baris, juga karena siswa di kelasku ada 29 di salah satu baris ada 8 orang dan 1 orang itu, aku di paling belakang. Saat ini kita semua sedang duduk bersila di depan kami adalah Old Man dan perempuan sedang berdiri melihati kami, Old Man mulai membuka mulutnya.
"Baik, kalian akan latihan di lapangan ini juga yang membimbing kalian berlatih adalah aku dan perempuan yang disampingku."
"Nah sebelum aku memulai latihan, Aku akan memberitahu namaku adalah Chris Riz Lumod kalian dapat memanggilku Chris dan di sampingku namanya adalah Erika Riz Fallen kalian dapat memmanggilnya Eri. Mengerti ?."
"""""Ya, mengerti """""
Ketika pria itu mengatakan "Mengerti ?" dia mengeluarkan aura intimidasi mengakibatkan semua siswa menjawabnya tanpa sadar selain Tsuhira. Bahkan ia tetap kalem di dalam intimidasi itu.
"Hahaha, kalian semua bersemangat seperti yang di harapkan dari para pahlawan."
"Baiklah aku akan menjelaskan apa Latihan yang kalian harus lakukan hari ini. Tapi kalian akan berlatih sesuai Class kalian yang mempunyai Class senjatanya Sword, spear, kunckle, Sword Shield, dan Axe kalian akan dilatih di bawah bimbinganku. Nah yang memiliki Class Mage silahkan kalian berlatih di bawah bimbingan Eri. Mengerti ?."
"""""Ya, Mengerti."""""
Sial apa yang harus ku lakukan disini. Bahkan Classku tidak jelas mungkin aku harus mengambil pedang karna aku memiliki ketarikan dengan senjata itu bahkan sebelum dipindahkan kedunia lain juga untuk melatih kemampuan fisikku.
Aku mulai berjalan mengikuti Old man dan sambil berjalan aku membuka statusku.
Nama : Kuro
Age : 16
Race : Human
Lv : 1
Class : ???
Titel : Human From Another World
Skill Point : 0
Strength : 10
P Defense : 37
Agility : 23
Magic : 10
Skill :
Skill Dasar
- Appraisal Lv 1
- Detection Lv 1
- Night Vision Lv 1
- Poison Resistance Lv 1
- Auto Recovery (Lower) Lv 1
Skill Tree ???
- Gluttony
Tidak berubah ya bahkan ketika di pindahkan kedunia lain. Sial statik aku hanya sampai 37 paling tertingi haha mungkin aku benar orang yang ikut terbawa disini. Aku mengehela nafas dan mengucapkan status lagi layar hologram menghilang.
Old Man itu berhenti, mungkin ini adalah tempat kita latihan. Disini adalah tempat sebelumnya Hikari, Arata dan sora berkumpul, Hikari dan Arata juga ada disini termasuk Yuu, aku dan 12 siswa lagi mereka mengambil bimbingan Old Man sedangkan Tsuhira dan Sora mengambil bimbingan Erika.
"Baiklah kita akan berlatih disini tapi sebelum kalian berlatih aku akan menjelaskan beberapa tentang skill, Level dan stats. Mengerti ?."
"""""Ya mengerti"""""
"Nah, Skill itu menjadi terbagi menjadi 2 Skill dasar dan Skill tree. Skill Dasar adalah sesuatu skill yang bisa kalian dapat dari kalian lahir dan juga ada kemungkinan kalian mendapatkan skill dari pengalaman kalian, dan juga Skill Dasar tebanyak di dunia ini adalah 10 bahkan itu hanya beberapa orang. Orang normal di dunia ini hanya memiliki paling sedikit 1 sampai 3."
"Sedangkan Skill Tree adalah Skill turunan dari Class kalian. Nah kalian dapat memperluas Skill Tree kalian dengan Skill Point. Jika kalian belum tahu cara mendapatkan Skill Point kalian harus menaikkan level kalian, setiap level naik akan memberikan 1 Skill Point. Skill yang berada di dalam Skill Tree itu ada batasannya jadi setiap kalian memperluas Skill Tree kalian semakin banyak juga pilihan di Skill Tree kalian. Mengerti ?."
"""""Iya, mengerti."""""
"Selanjutnya aku akan menjelaskan tentang Level. Level merupakan pengalaman kalian diri kalian dari membunuh monster dan memberitahu sekuat mana kalian. Nah Level mempunyai batas yaitu 100 jika kamu menaikan batasnya kamu harus ke Tempat suci yaitu gereja, tetapi untuk pahlawan itu tidak memiliki batas itu yang di katakan Dewi jadi kalian tidak perlu pergi ke Gereja."
"Nah Juga Stats kalian akan bertambah seiring level kalian naik. Mengerti ?."
"""""Iya, Mengerti."""""
"Hey, Kuro. Aku sangat senang disini coba lihat aku memilih Skill Dasar dan menaikkan Skill Tree tetapi sebelum dipindahkan aku terlalu fokus pada Skill Tree jadi aku hanya memilih Apprisal untuk Skill Dasar dan sisanya Skill Point ku habiskan untuk memperluas Skill Tree."
"Aku mengerti itu persis seperti kamu bahkan ketika di dunia sebelumnya, kamu bermain game Rpg lupa tentang dasarnya dan hanya fokus menaikkan skill."
"Hahaha, yah aku terlalu bersemangat. Aku tidak sabar mencoba skill aku tetapi aku harus memakai spear untuk mengaktifkan skillku."
"Aku mengerti lakukan yang terbaik, Yuu."
"Kamu juga."
Ketika Yuu menunjukan statusnya itu sagat berbeda dariku.
Nama : Yuu
Age : 16
Race : Human
Lv : 1
Class : Spearman
Titel : Hero From Another World
Skill Point : 0
Strength : 113
P Defense : 80
__ADS_1
M Defense : 87
Agillity : 136
Magic : 83
Skill :
Skill Dasar
- Appraisal Lv 1
Skill Tree ???
- Spear Techniques (Middle) > (Middle-Upper) 50 Point
- Agility Up (Lower) > (Lower-Middle) 5 Point
- Dragon Slance
- Spear Art (Lower) > (Lower-Middle) 10 Point
- ??? 10 Point
- ??? 20 Point
-
Dan masi banyak lagi aku sedikit iri pada Yuu, Karna di skill ku tidak terdapat (??? Point). Tetapi hanya Gluttony setelah itu tidak ada "hhuuhh".
"Baiklah, sekarang kita akan memulai latihan untuk pertama kalinya."
"Mengerti tolong bimbingannya, Sir Chris."
"Aku juga tolong bimbingannya."
"""""Aku juga."""""
"Hahaha, kalian sangat bersemangat di hari pertama ini, dan tidak masalah aku juga merasa senang bisa mengajar para pahlawan."
Old man itu tertawa ketika begitu dia terlihat senang di mukanya juga dia mungkin orang yang ramah.
"Baiklah, nah sekarang sebagai pertama kali latihan kalian harus berlari memutari tempat latihan ini 3x untuk meningkatkan stamina kalian, dan setelah itu kalian mengayunkan senjata sesuai class kalian supaya terbiasa."
"Apa 3x serius bahkan tempat latihan ini lebih besar dari lapangan sekolah kita setelah itu mengayunkan senjata, tidak mungkin kan."
"Kamu terlalu banyak mengeluh kita harus melakukannya."
"Benar, bahkan kita memiliki stats yang tinggi ini pasti tidak seberapa."
"Benar, jadi mari kita lakukan tanpa mengeluh."
"Coba kamu lihat Kuro, bahkan ia terlemah di antara kita dia siap tanpa mengeluh."
"Cih, baiklah jangan bandingkan aku dengan dia, juga dia hanya ikut terbawa kesini."
"Katashi, kamu tidak boleh begitu. Tetap dia teman sekelas kita bahkan jika dia hanya ikut terbawa itu bukan berarti dia orang lain bagi kita.
"Berisik kamu Hikari, Aku hanya tidak suka di bandingkan."
"Aku mengerti tetapi jangan mengatakan teman sekelasmu begitu."
"Ya aku mengerti, kamu terlalu ikut campur."
Katashi mulai berlari memutari lapangan setelah mengatakan itu. sedangkan Hikari melihat aku dengan senyum di wajahnya aku membalas dengan menundukan palaku sedikit sebagai ucapan terima kasihku. Hikari berbalik dan mulai berlari.
"Hei Kuro, jangan pikirkan itu mari kita berlari mungkin ini akan menjadi pertama kali aku berlari sejauh ini."
"Haha, Aku tidak memikirkannya lagian aku sudah biasa dengan itu. Yah mungkin ini pertama kalinya aku berlari sejauh ini juga, jadi ayo kita mulai."
"Oke, Ayo."
Aku mulai berlari memutari pinggiran tempat latihan dan didepan aku adalah Yuu. Yuu adalah cowo berambut coklat, tubuhnya kurus sedikit gemuk dan memiliki mata berwarna hitam sedikit coklat. Begitulah Yuu, bahkan dia bisa saja populer jika ia menginginkannya.
Aku sudah 2x puteran dan aku sangat lelah bahkan beberapa kali hampir kehilangan keseimbangan aku. Mungkin karna stats aku staminaku bertambah sedikit, kalo saja ini di dunia sebelumnya mungkin aku sudah pingsan.
"Minggir, kamu lambat juga jangan menghalangi jalanku dasar orang yang hanya ikut terbawa."
"Hei Katashi, kamu sangat jahat hahaha. Tetapi entah kenapa ketika melihat itu aku senang."
"Tidak masalah dia hanya anak ikut terbawa jadi anggap saja dia orang asing."
"Kamu jahat sekali Katashi, jangan terlalu membulinya kalau tidak Hikari akan marah."
"Jangan sebut Hikari aku benci mendengar namanya."
"Baiklah aku juga mengerti kenapa kamu bilang begitu."
Aku jatuh setelah setelah didorong oleh siku Katashi, Sialan!! bahkan setelah itu dia hanya lanjut berlari dan tidak melihatku.
Andai aja aku memiliki stats setara denganmu aku akan meninjumu, hentikan hayalan kamu kuro terima kenyataan mu.
Aku mengatakan itu dalam hati, juga ketika jatuh. Aku tidak terlalu merasakan rasa sakit mungkin karna P Def aku. Mari abaikan itu dan aku mulai berdiri dan berlari sampai tempat semula.
Ketika aku sudah sampai, aku melihat siswa lain disana mereka hanya mengeluarkan keringat sedikit bahkan ekspresinya tidak terlalu kecapean hanya aku seorang yang sangat lelah. Apakah ini effect dari stats ? sangat luar biasa.
"Yoo, Kuro. Aku kira ini akan sangat melelahkan tetapi. Ini berbeda dari yang aku kira, ini tidak terlalu melelahkan."
"Aku mengerti tetapi disini aku sangat kecapean tau, bahkan aku ingin pingsan."
"Serius ?, maaf aku tidak bermaksud sombong tapi kamu keren Kuro, kamu bahkan tidak menyerah di tengah seperti yang aku harapkan dari kamu. Jika itu aku mungkin sudah menyerah."
"Terima kasih atas pujian kamu, tapi kamu hebat, Yuu. Bahkan lari mu sunguh cepat."
"Yah, itu karena Agillity ku tinggi dan aku mengaktifkan skill Agility up."
"Huh seperti yang di harapkan dari orang mempunyai Class Spearman."
"Hei, Kuro. Apakah kamu lelah ?."
Yang bertanya adalah Katashi.
Sial kau Katashi bahkan masi menanyakan setelah tahu keadaanku, aku menjawabnnya dan mengabaikan tentang dia yang mendorong aku.
"Hahaha. Iya aku sangat lelah. Sepertinya kamu tidak lelah sekali Katashi."
"Ya ini tidak seberapa."
"Aku mengerti."
Katashi Classnya merupakan Fighter pasti dia mempunyai Skill Tree membuatnya tidak kelelahan. Katashi membuat ekspresi sombong dan setelah itu berbalik pergi ke teman temannya.
"Baiklah, sepertinya kalian semua sudah selesai, aku akan memberikan kalian istirahat 5 menit dan juga silahkan minum. Minuman yang ada di sana."
"""""Terima kasih."""""
Kata Old man itu dan mulai menunjuk ke meja di belakangnya. Disitu ada sekitar 32 Gelas air putih masing masing gelas sekitar setengah liter. Semua siswa mulai berjalan dan meminum air itu dan aku meminum 2 gelas.
Hah sangat segar baru pertama kali aku lelah sampai ingin pingsan. Ketika aku melihat siswa lain sepertinya mereka sudah siap untuk melanjutkan latihannya apa lagi Hikari dia begitu bersemangat.
"Baiklah sudah waktunya melanjutkan latihanmu, jadi silahkan kalian ambil senjata mana yang sesuai Class kalian."
Old Man mengatakan itu dan mengeluarkan kantung kecil, setelah itu ia membalikan kantung kecil itu dan keluar semua senjata besi ada Sword, Spear, Knuckle, Sword Shield, dan Axe.
"Wow ada apa kantung kecil itu, itu dapat menyimpan banyak sekali item."
"Nah, ini adalah kantung penyimpanan kamu dapat menyimpan apapun yang kalian inginkan tetapi tergantung maksimal kantung itu."
"Aku mengerti itu hebat."
"Serius aku harus punya kantung itu, itu sangat berguna."
"Ya, aku setuju."
"Baiklah kalian pilih senjata mana yang kalian inginkan."
Total senjata masing masing ada 10 dan aku mengambil pedang besi itu. Aku tidak percaya aku memegang pedang asli, ugh ini sedikit berat tetapi aku masi bisa mengayunkannya. Ketika aku melihat yang lain mereka dengan santai memegang senjata ketika aku melihat yu dia matanya bersinar huh bahkan dia mulai megerakan tombak seperti gaya menusuk tanpa kesulitan mengerakannya.
"Baiklah kalian sudah dapat pedang kalian masing masing jadi kalian harus mengayunkannya 100x dan setelah kalian selesai, kalian dapat kembali ke kamar kalian. Aku akan kembali berjaga jadi kalian jangan melakukan kecurangan. Mengerti ?."
__ADS_1
"""""Iya! Mengerti."""""
Ia mengeluarkan intimidasi lebih dari yang sebelumnya tanpa sadar semuanya mulai mengatakan mengerti tanpa sadar dan mulai mengayunkan senjatanya termasuk aku juga.