My Honey Ardina

My Honey Ardina
Hukuman


__ADS_3

Marsha dan Rendi yang sudah merasa tidak bisa mengelak lagi akhirnya memutuskan bersikap santai sehingga membuat Damar semakin menggeram. Bahkan mereka dengan santainya memungut pakaian mereka dan memasangnya di depan Damar sehingga membuat hati Damar semakin mendidih.


“Oh, jadi ini suami kamu Baby ? suami yang memaksamu menikahinya ?” kata Rendi tersenyum devil setelah memasangkan pakaiannya.


“Benar-benar tidak tau malu, beraninya kamu tidur dengan istriku !” ucap Damar dengan masih mempertahankan nada tingginya.


“Pak Damar Kezio Wiraja anda lah yang tidur dengan kekasihku, asal anda tau kami sudah berpacaran selama 2 tahun dan sering tidur bersama, anda lah yang berada di tengah-tengah kami,” kata Rendi lagi.


“Aku pikir kamu wanita baik-baik Marsha, hati kamu benar-benar busuk, aku menyesal pernah mengenalmu, jika aku tau kamu yang sebenarnya maka aku tidak akan menyukaimu ! dasar wanita murahan, aku sangat membenci kalian !” ucap Damar.


“Kamu menyalahkan aku atas semua ini ? haha, Damar harusnya kamu yang ngaca ! kamu yang memaksaku menikahimu, asal kamu tau aku tidak pernah mau menjadi istrimu,” jawab Marsha.


“Dasar murahan, jika aku tau kebusukanmu, aku juga tidak mau memaksamu menikah denganku, bisa-bisanya aku berpikir ingin memiliki anak darimu, aku kecewa padamu Marsha, apa yang kurang dariku sehingga kamu sejahat itu padaku, bahkan kamu sengaja tidak ingin mengandung anakku ?” teriak Damar saat mendapati istrinya bercumbu panas dengan selingkuhannya.


“Jadi kamu sudah tau aku memakai alat kontrasepti ? hebat juga ya kamu, ternyata kamu memata-mataiku selama ini ! bagus ! sekarang akan ku katakan yang sebenarnya, aku tidak pernah mencintaimu dari awal, aku menikah denganmu hanya karena hutang keluargaku pada keluargamu !” ucap Marsha dengan suara yang tidak kalah menggelegar.


“Benarkah ? baiklah kalau begitu, jika kamu selama ini berani bermain api denganku, maka api itu akan melahapmu sampai habis,” Damar tersenyum Devil.


“Akan ku habisi kalian berdua, ! aku akan membuat kalian membunuh diri kalian sendiri, jadi aku tidak perlu mengotori tanganku sendiri, dari sini aku belajar, aku tidak akan pernah menjadi orang baik lagi kalau kebaikanku hanya mengantarkanku kepada kebodohanku sendiri,” geram Damar dalam hati.

__ADS_1


Ucapan dan senyuman penuh arti dari Damar membuat Marsha dan Rendi merinding, entah apa yang akan Damar lakukan setelah ini pada mereka, membayangkannya saja sudah membuat nyali mereka menciut.


“Tunggulah kejutaan dari ku !” ucap Damar pada mereka. Setelah mengucapkan itu, dengan langkah arogan Damar meninggalkan mereka lalu keluar dari apartemen Rendi.


Hari ini Damar akhirnya sadar bahwa dia mulai sekarang tidak boleh terlalu baik ataupun percaya dengan orang lain jika tidak ingin di bodohi. Saat keluar dari apartemen Rendi, ternyata di luar ada Ardina yang sedang menunggunya.


“Ardina ?” ucap Damar.


“Akhirnya mas Damar keluar juga, aku kira mas Damar akan mengamuk di dalam ? kamu tidak papa kan mas ?” tanya Ardina dengan lembut.


“Apa kamu sudah lama ada di sini ? kenapa kamu mengikutiku ?”


“Aku mengkwatirkanmu, firasatku mengatakan kalau mas akan ke apartemen Rendi, ternyata aku benar kan ? untung aku tadi pagi ada melihat isi paket itu ! jadi aku tau alamat Rendi,” kata Ardina.


“Apa ? mas ingin aku apa tadi ?” Ardina kaget menerima perintah dari Damar.


“Apa kamu tidak dengar ! dengar Ardina ! kamu sekretarisku, dan kamu harus mematuhi perintahku, jangan temui aku jika kamu tidak berhasil melaksanakan perintahku, aku beri kamu waktu 2 hari !” ucap Damar dengan nada sinis, kini hati Damar benar-benar terasa dingin. Setelah memerintahkan Ardina, Damar pun pergi, entah kemana dia pergi.


“Jika aku tau semua akan begini, aku tidak akan mengiriminya paket itu,” batin Ardina. Ardina menyesal karena ikut campur dalam kehidupan pribadi Damar.

__ADS_1


“Aku terlalu terbawa perasaan karena dia baik padaku, padahal tujuanku memberikan paket itu adalah untuk menghindarkannya dari istrinya yang jahat, aku tidak tau kalau keputusan gegabah ku akan membuat hatinya sakit dan sikapnya berubah, aku menyesal,” sesal Ardina lagi di dalam hatinya.


Flashback On


Satu bulan yang lalu saat Ardina di perintahkan Damar untuk mengambil dokumen penting di apartemen mendiang pak Roni, Ardina tidak sengaja bertemu Marsha dan Rendi di lift, dan ternyata mereka menuju lantai yang sama dengan Ardina. Ardina tau wajah Marsha dari berita pernikahan yang ia tonton dulu.


“My Baby Marsha, malam ini kamu ke apartemen aku lagi ya ! aku kangen, aku sangat ketagihan dengan permainan kamu di atas ranjang,” kata Rendi sambil merangkul mesra Marsha.


“Kan tadi kita udah main sayang, 2 jam lagi, nanti kalau aku keseringan ke apartemen kamu, bisa-bisa suami aku yang bodoh itu tau ! kamu tau sendiri kan kalau aku belum berhasil mengambil sebagian hartanya ?” ucap Marsha yang terpaksa menyesal menolak Rendi.


“Ya udah deh Baby, apa kamu mau aku bantu ? aku benar-benar tidak rela kalau kamu harus tinggal lebih lama lagi dengan suami kamu yang bodoh itu, membayangkan berbagi kamu dengan dia saja sudah membuatku marah,” kata Rendi.


“Kamu yang terbaik sayang ! kalau begitu ayo bantu aku !” kata Marsha setuju dengan tawaran Rendi.


Marsha dan Rendi yang tidak mengenal Ardina tidak menyadari kalau Ardina merasa kaget mendengar pembicaraan mereka di dalam lift.


“Apa pak Damar sebodoh itu ? hati istrinya yang busuk saja dia tidak tau ? tapi itu bukan urusanku juga,” batin Ardina.


Ardina sempat mengabaikan apa yang ia tau, terlebih dia ke gedung apartemen itu ada tujuannya. Namun saat dia di minta Damar menjadi sekretarisnya dan Damar tidak pernah memarahinya meskipun ia banyak berbuat salah membuat Ardina tidak tega melihat Damar di tipu terus menerus oleh istrinya, karena itu Ardina memutuskan akan menghentikan rencana Marsha dan Rendi. Sebelum Marsha dan Rendi berhasil merencanakan sesuatu untuk menikung Damar, Ardina memutuskan memberi tau Damar mengenai hal itu. Ardina kirim paket itu dengan menyertakan bukti-bukti akurat perselingkuhan Matsha dan Rendi.

__ADS_1


Ardina berpikir Damar akan berterima kasih kepada si pengirim paket itu dan di saat itulah ia akan memberi tahu Damar bahwa ia lah yang mengirim paket itu. Tapi ternyata respon Damar lain, Damar malah tidak pernah ingin tau siapa yang mengirim paket itu. Ardina menyesal mengiriminya paket. Ardina menyalahkan dirinya atas perubahan sikap Damar.


Flashback Off


__ADS_2