
Mulai pagi ini yang akan menempati meja sekretaris yang di tinggalkan Ardina adalah Candra. Damar makin kesal karena Candra menjalani pekerjaannya dengan bahagia.
Tok tok tok
“Masuk !” kata Damar dari dalam ruangan itu. siang ini mood Damar masih berantakan.
“Pak ada surat untuk bapak,” Candra mengantar surat itu, selama jam kerja ia selalu bicara formal dengan Damar, di luar jam kantor baru ia berbicara santai.
“Siapa yang mengirimnya ?” Damar penasaran, ia masih trauma atas pengiriman paket dulu, ia takut surat itu menjadi kejutan lagi untuknya.
“Ardina yang mengirimnya !” mendengar siapa yang mengirim, Damar langsung mengambil surat itu dari tangan Candra. Sungguh Damar senang mendapat surat.
“Kenapa dia mengirimiku surat, bukankah dia bisa mengirimkan pesan saja lewat HP ?” Damar hanya berbasa-basi, padahal sekarang hatinya tengah berbunga-bunga.
“Tu kan benar, bucinnya udah mulai,” kekeh Candra dalam hati.
“Ngapain kamu masih disini ? keluar sana kembali kerja !” ketus Damar.
“Baik pak,” Candra lalu keluar.
Damar melihat amplop surat itu, amplop surat berwarna biru laut, warna kesukaan Damar, bahkan bau amplop suratnya sewangi parfum kesukaan Damar. Surat yang aneh pikir Damar, baru kali ini surat di lumuri parfum. Hati Damar berdebar-debar ketika membuka surat itu. Di bacanya surat itu.
Dear : Mas Damar
Mengapakah bayangan mu selalu menghantuiku di setiap malamku ?
Mengapakah senyummu selalu terbayang di setiap tidurku ?
Denganmu begitu menggangguku
Tanpamu membuatku kesepian
Bait pertama surat itu membuat Damar tersenyum senang, ia tidak menyangka akan mendapatkan surat cinta dari Ardina.
Jika aku sang Hawa maka kamu lah sang Adam
Jika aku Dewi Shinta maka kamulah Sri Rama
Jika aku Juliet maka kamulah Romeo Ku
Jika kamu Matahari maka akupun menjadi Rembulan
Bait kedua ia baca kembali, senyumnya semakin merekah, ia bahkan menyesal memecat Ardina.
Wajahmu selalu menghiasi malamku
Otakku di penuhi dengan dirimu
Mengapakah kau membuatku gila ?
Mengapakah kau membuatku tak bisa bernafas lega ?
__ADS_1
Bait ketiga itu membuat Damar berpikir apakah Ardina mencintainya ? apakah tidak masalah jika ia jatuh cinta kembali meskipun saat ia di khianati dia bahkan sempat bersumpah tidak ingin mencintai wanita lagi.
Mas Damar aku baru menyadari kalau aku jatuh cinta padamu
Karena aku mencintaimu aku tidak ingin merahasiakan sesuatu darimu
Aku lah pengirim paket itu
Aku kira awalnya aku melakukan hal itu karena hanya untuk membalas budi
Ternyata bukan itu alasannya
Aku melakukannya karena aku tidak bisa melihat pria yang aku cintai di permainkan
Bait keempat ini membuat hati Damar bergetar, ia sudah setengah yakin untuk jatuh cinta kembali.
Aku bersalah membuat mas Damar berubah
Aku tidak ingin melihat mas Damar berubah menjadi binatang
Aku mencintai mas Damar yang dulu
Mas Damar yang hangat dan penuh kasih sayang
Percayalah mas cinta tidak seburuk yang mas kira !
Bait kelima membuat Damar terharu, ia kini yakin akan mencintai wanita kembali, padahal beberapa hari yang lalu ia sangat kecewa karena di khianati.
Jika kamu sudah menerima suratku ini
Aku senang sudah mampu mengungkapkan isi hatiku
Meskipun aku tau mas akan marah ketika membaca surat ku ini
Aku mencintaimu mas Damar
Sangat mencintaimu mas
Damar mulai kesal, ia marah bukan karena membaca surat ini tapi karena baru tau orang yang sudah membuat ia yakin untuk jatuh cinta lagi ternyata meninggalkannya. Ia juga tidak bisa menyalahkan Ardina sepenuhnya karena Damar yang sudah memecat Ardina duluan, meskipun Damar tidak tau ternyata setelah Damar pecat Ardina pergi jauh, pergi entah kemana.
Aku datang ke tempat ini membawa luka
Aku kembali ke tempat asalku karena sudah belajar menerima luka
Aku senang datang ke tempat ini dan menemukan obatku
Aku akan selalu mencintaimu sampai takdir bersedia menyatukan kita
Aku sangat mencintai mas Damar.
Bait terakhir itu membuat Damar sudah memutuskan sesuatu.
__ADS_1
“Aku harus mencarinya ! aku tidak ingin kehilangan dia ! Ardina maafkan aku !”
“Candra…” panggil Damar. Mendengar teriakan Damar dari dalam ruangan membuat Candra segera masuk.
“Ada apa pak ?” tanya Candra.
“Cari tau dimana Ardina sekarang ? cepat !” titah Damar.
“Hehe, tu kan benar, bucinnya sudah mulai, akhirnya runtuh juga kan pertahan lo ! makanya jangan main-main dengan cinta !” kekeh Candra dalam hati.
“Akan saya laksanakan pak,” Candra pun keluar mulai melaksanakan semua perintah Damar.
Drutt…
HP Damar berbunyi. Mata Damar terbelalak melihat layar HP, Daddy nya yang ternyata menelpon.
“Hallo Dad ?” ucap Damar.
“Apa kami bukan orangtuamu ?” nada bicara Daddy sudah sangat kesal.
“Maksud Daddy ?”
“Daddy mendapat telpon dari mantan sekretarismu, namanya Ardina, dia sudah mengatakan pada Daddy dan Mommy mu semuanya, pokoknya kamu sekarang pulang ke rumah kami ! Daddy di minta oleh dia untuk menasehati kamu agar kelakuan kamu tidak terulang lagi,” perintah Daddy.
Damar tidak menyangka di saat Ardina sudah memutuskan pergi dia masih memikirkan Damar, Ardina ingin Damar di awasi dengan ketat oleh kedua orangtuanya agar tidak berubah seperti semalam, itulah alasan Ardina memberitahukan semuanya kepada orangtua Damar.
“Iya Dad, sekarang aku akan menemui Daddy dan Mommy,”
“Cepat lah datang ! dasar anak tengil, kenapa kamu pecat sekretarismu yang baik itu ! padahal dia begitu menyukaimu, dia jauh lebih baik dari mantan istrimu itu, kamu menikah tanpa restu kami, bercerai pun tanpa memberitahu kami, kamu anggap apa kami ini ?” ucap Daddy lagi.
Damar tidak menyangka Ardina sampai mengatakan perasaannya kepada kedua orangtua Damar. Ardina memang tipe wanita yang sungguh berani pikir Damar.
“Maafkan aku Dad,” Damar dari dulu memang malas berdebat dengan kedua orangtuanya. Begitu pula kedua orangtuanya.
Setelah di minta pulang ke rumah orangtuanya, secepat mungkin Damar ke sana. Benar saja, sampai di sana Damar mendapat kuliah panjang kali lebar dari Daddy dan Mommy nya, Damar hanya bisa mengangguk pasrah, Ardina benar-benar hebat mencarikan penggantinya untuk mengawasi Damar. Damar mulai bingung kenapa dia bisa jatuh cinta dengan wanita yang berhasil membuatnya seperti anak kecil yang selalu di awasi.
“Dad Mom, aku tidak akan mengulanginya lagi, aku janji !”
“Benar begitu ?” tanya Mommy memastikan.
“Iya Dad, kalian harus percaya padaku ! lagipula aku juga sudah menemukan seseorang yang akan selalu mengawasiku 24 jam agar aku tidak menyeleweng lagi,” ucap Damar.
“Maksudmu ?” kedua orangtua Damar tidak mengerti maksud anaknya.
“Apa Daddy dan Mommy merestui jika kali ini aku menikah ?”
Saat menikah dengan Marsha, meskipun kedua orangtuanya tidak merestui tapi Damar dulu tetap pada keputusannya. Damar adalah tipe laki-laki yang harus mendapatkan apa yang diinginkannya meskipun sekarang Damar menyesali keputusannya yang kekeh menikahi Marsha tanpa restu dari Mommy dan Daddy nya.
“Dengan siapa kamu mau menikah lagi ? kami takut kamu akan di bodohi lagi ?” kata Daddy.
“Dengan Ardina, apa kalian setuju ?” kata Damar.
__ADS_1
Terlihat kedua orangtuanya langsung tersenyum girang.
“Kami setuju,” kalimat padat dan singkat itu bersamaan di ucapkan kedua orangtuanya. Damar terlihat bahagia mendengar jawaban itu. Damar juga baru menyadari bahwa pernikahan dengan restu kedua orangtua ternyata begitu indah. Damar semakin bersemangat saja untuk mencari keberadaan Ardina.