My Honey Ardina

My Honey Ardina
Akhirnya Cinta


__ADS_3

Ardina tidak jadi menelpon Damar, dia sekarang tengah sibuk dengan keputusannya. Ardina memutuskan akan kembali ke kehidupannya semula. Ia ingin pulang ke Bandung.


“Pak Supir, antarkan aku membeli tiket pesawat sekarang baru kita ke tujuan semula,” ucap Ardina. Hari ini juga Ardina ingin pulang ke Bandung. Hatinya sekarang sudah ringan. Ia bahkan sudah mantap 100 % untuk kembali ke Bandung.


Candra dari tadi pagi sampai siang ini masih melamun, pekerjaannya yang ada di atas meja tidak ia kerjakan.


Drutt…


HP nya berbunyi, nomor tak di kenal yang ternyata memanggil. Panggilan itu lalu ia angkat.


“Hallo Candra ?” ucap seorang wanita dari seberang telpon sana. suaranya mirip seperti Talita.


“Talita ?” jawab Candra pelan, Candra masih tidak menyangka bahwa Talita menghubunginya.


“Aku merindukanmu Can, maafkan aku karena telah lancang mencari tau dan menghubungi mu ? Candra aku tau apa yang aku katakan ini sangat terlambat tapi percayalah bahwa keputusanku ini sudah bertahun-tahun ku pikirkan ! bahkan aku sudah memberitahukannya kepada Damar sejak beberapa bulan yang lalu,”


“Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan,” kata Candra.


“Aku sudah meninggalkan karirku di Hollywood Can, aku juga sudah lama menghapus perasaanku pada Damar, maaf kalau aku baru menyadari perasaanku sekarang, aku ingin menjadi istrimu Can ? aku sudah membuang jauh-jauh harga diriku, aku hanya ingin menikah denganmu, aku rasa kamu pantas mendapatkannya mengingat dulu kamu juga seperti aku, malam ini aku tunggu kamu di kamar hotel milik Kingdom Company, jika kamu datang itu artinya kamu menerima lamaranku, jika tidak, maka aku yang akan melamarmu, aku akan memohon ke orangtuamu untuk menikahkan kita !” Talita langsung memutuskan sambungan telpon sepihak. Candra masih mematung mencerna kata-kata Talita. Candra menepuk-nepuk kedua pipinya.


“Apakah ini mimpi ?” gumam Candra. Bahkan Candra sekarang tidak bisa memikirkan apapun, jujur saja ia masih menyukai Talita sampai sekarang.


“Aku akan datang kepadamu Talita nanti malam.” Keputusan Candra sudah bulat.


Candra membuktikan ucapannya. Dengan hati yang berbunga-bunga dia datang ke tempat yang Talita maksud. Sesampai disana, Talita menyambut Candra dengan penuh suka cita.


“Candra makasih kamu sudah mau datang !” Talita langsung memeluk Candra.

__ADS_1


“Aku masih mencintaimu karena itu aku datang,” balas Candra.


“Maafkan aku karena aku memerlukan waktu beberapa tahun untuk menyadari perasaan cintaku ?” kata Talita.


“Tidak papa Talita, kamu belum terlambat, cintaku masih besar seperti dulu,”


“Aku merindukanmu,”


“Aku juga merindukanmu Talita,”


“Candra aku mendengar kalau kamu sering tidur dengan mantan-mantanmu ?” kata-kata Talita membuat Candra salah tingkah.


“Itu… anu… aku…” Candra tidak tau harus menjawab apa.


“Aku iri pada mereka, pokoknya malam ini kamu harus tidur denganku ! dan aku tidak ingin lagi berbagi kamu dengan wanita siapapun,” ucapan Talita itu malah membuat Candra senang meskipun ia sempat bingung harus menjawab apa.


“Kamu wanita yang aku cintai Talita, gimana kalau kita menikah dulu baru tidur bareng ?” ajak Candra.


Tidak mampu menahan nafsunya maka terjadilah apa yang di inginkan Talita. Candra begitu bahagia mendapati Talita masih perawan. Di bayangan Candra selama ini aktris Hollywood kebanyakan yang tidak perawan dan tidak menutup kemungkinan Talita juga tidak perawan. Meskipun malam ini anggapannya itu patah.


“Talita sayang, maaf karena aku sudah tidak perjaka, maaf karena aku tidak menjadikanmu yang pertama untukku, padahal aku adalah yang pertama untukmu,” Candra memeluk Talita erat dengan tubuh yang masih polos setelah melakukan ritual malam pertama yang belum waktunya itu.


“Jika kamu menyesalinya, maka cintailah hanya aku seorang seumur hidupmu, itu sudah cukup bagiku,” kata Talita, Candra pun senang mendengar ucapan Talita. Akhirnya cinta mereka bersatu.


Setelah mendapatkan hati dan tubuh wanita yang ia cintai, pagi ini Candra berangkat ke kantor dengan senyum yang sangat merekah. Apalagi ia akan menikah dengan Talita secepatnya. Setiba di ruangannya Candra bahkan masih tersenyum lebar.


“Damar sahabatku,” ucap Candra saat melihat Damar sudah berada di ruangannya. “Apa kamu sudah baik-baik saja ? aku senang kamu masuk kantor lagi, jangan kwatir Damar, semua pekerjaan di sini aman terkendali selama kamu tidak ada !” ucap Candra lagi. melihat Candra yang begitu bahagia membuat Damar kesal.

__ADS_1


“Apa kamu mau pamer padaku kalau kamu sedang bahagia ? sesenang itukah kamu mengetahui Talita pulang ke Indonesia terlebih Talita memilih menjadi istrimu dibandingkan melanjutkan karirnya ?” nada bicara Damar sudah sinis namun Candra santai menanggapinya, mood Candra hari ini benar-benar bagus.


“Aku sudah dengar dari Talita kalau dia sudah memberitahumu semuanya, aku terharu dia lebih memilihku, ini adalah buah perjuangan dan kesabaranku selama ini,” Candra masih saja senyum-senyum sendiri.


“Menyebalkan, jangan pamer kebahagiaan padaku !” kesal Damar.


“Sahabatku, jangan buat hidupmu sendiri rumit ! Tuhan itu selalu tau yang terbaik untuk umatnya, siapa tau di balik musibah yang kamu dapat, sebentar lagi akan ada kebahagiaan yang tiada tara datang padamu ?” Candra berusaha menghibur Damar yang terlihat kesal.


“Jangan so bijak deh lo !” logat Jakarta Damar akhirnya keluar. Jika sudah begini maka mood Damar sudah di jamin membaik.


“Akhirnya lo ngomong santai juga sama gue, kemaren aja so jadi singa lo,” celetuk Damar.


“Jangan cari masalah ya lo sama atasan !” ucap Damar.


“Bodo, oh iya ternyata Ardina efektif juga ya berada di samping lo selama ini ! buktinya dia bisa nenangin lo, singa udah balik jadi kucing anggora lagi,” celetuh Candra lagi.


“Lo ngatain gue kucing ?”


“Maaf deh pak Presdir yang ganteng ?” Candra semakin menggoda Damar.


“Mulai hari ini lo jadi sekretaris gue ! jabatan manajer pemasaran udah gue ganti dengan orang lain ! itu hukuman buat lo karena berani-beraninya lo melawan bos lo !” Damar berharap mood Candra pagi ini akan hancur, dari tadi Damar iri dengan kesenangan Candra.


“Emangnya Ardina kemana ?”


“Udah gue pecat,” Jawab Damar singkat.


“Gue yakin sebentar lagi lo bakal bucin sama Ardina, secara lo sekarang berhasil tenang di buat oleh Ardina, gue kenal lo Damar, lo pasti sekarang lagi menjaga jarak ke Ardina makanya lo pecat dia, asal lo tau, tahapan cinta selanjutnya setelah penyangkalan adalah kesadaran, lama-lama lo yang gila, hehe, gue gak sabar liat lo bucin, secara lo gak pernah jatuh cinta, rasain lo ?” gumam Candra dalam hati.

__ADS_1


“Oke gue mau jadi sekretaris lo, gue juga udah malas jadi manajer, lebih top jabatan jadi tangan kanan Presdir,” Candra sangat senang atas tawaran Damar.


“Sialan, dia malah senang,” batin Damar. Damar semakin iri.


__ADS_2