My Honey Ardina

My Honey Ardina
Terungkap


__ADS_3

Selama Sebulan Ardina menjadi sekretarisnya, Damar lebih betah di kantor ketimbang pulang ke apartemennya. Apalagi Marsha selalu saja pulang larut dengan alasan lembur. Tapi nyatanya dia sedang asyik bercumbu panas dengan selingkuhannya di apartemen selingkuhannya itu.


“Baby ! kapan kamu akan berpisah dari suamimu ?” tanya Rendi setelah dia puas mencumbu Marsha selama 2 jam.


“Belum tau sayang, sabar ya ? tujuan kita belum sempat tercapai, aku masih mencari cara untuk menguras hartanya, kamu tau Damar kan ? dia itu orang yang sangat cerdas, ya meskipun dalam urusan wanita ia benar-benar bodoh,” ucap Marsha.


Kini mereka berdua sedang dalam keadaan polos di atas ranjang Rendi.


“Apa kamu sering tidur dengan suamimu Baby ?” tanya Rendi lagi.


“Selama dua bulan aku menikah, aku jarang di sentuhnya, dia selalu saja beralasan lelah, kalaupun dia menyentuhku, dia sama sekali tidak bisa memuaskanku, aku rasa dia mengalami ejakulasi dini, hahaha” tawa Marsha.


“Tenang saja Baby, kan ada aku yang mampu membuatmu puas !” Rendi memeluk tubuh polos Marsha dengan erat.


“Sayang, aku mau pulang dulu ya ? sudah jam 9 malam soalnya, kalau Damar mendapati aku belum ada di rumah sampai jam 10 malam, aku takut dia curiga, soalnya aku sudah bilang padanya kalau aku lembur paling lama sampai jam 9 sehingga jam 10 aku baru sampai rumah,”


“Padahal aku masih mau berduaan sama kamu, ya udah deh Baby, besok kesini lagi ya pagi-pagi !” pinta Rendi manja.


“Iya sayangku, pokoknya beres,” Marsha pun bangun dari tempat tidur, di pungutnya pakaiannya yang berserakan di lantai. Setelah memasang pakaian nya, ia lalu pulang.


Marsha pun sudah sampai di apartemen, saat ia membuka pintu, ternyata Damar sedang mengobrol santai dengan Candra di ruang tamu.


“Sayang ? ternyata ada Candra ya bertamu malam-malam begini ?” dengan senyum penuh kepalsuan, Marsha mencium pipi Damar.


“Dia sudah setengah jam di sini Marsha,” jawab Damar.


“Kalau begitu nikmati waktu kalian mengobrol, aku lelah sayang, aku mau mandi lalu tidur,” ucap Marsha lagi.


“Jaga kesehatanmu ya Marsha,” kata Damar.


“Terima kasih atas perhatiannya ya sayang,” Marsha pun meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.

__ADS_1


Candra memandang punggung Marsha sampai akhirnya Marsha masuk ke dalam kamar utama.


“Damar ? kok gue curiga ya sama Marsha ?” ucap Candra tiba-tiba.


“Curiga kenapa sih ?” ucap Damar santai.


“Apa lo selama ini nyuruh anak buah lo buat memata-matai Marsha ?”


“Ngawur banget sih lo ? masa istri sendiri mau di mata-matai, emang gue suami apaan ? gue percaya sama dia, dia itu udah 2 bulan jadi istri gue,” kata Damar.


“Lo tu ya kelewatan baik sama orang, ingat Damar, orang baik kaya lo kalo udah di khianati, gue yakin lebih serem dari harimau dan serigala,” ucap Candra serius.


“Udah lah ! dari pada lo ngomong gak jelas gini, mending lo pulang ! heran banget deh gue, kenapa sih lo selalu menjelek-jelekan istri gue, apa lo gak nyadar kalo lo kelihatan banget gak suka sama istri gue ?”


“Gak tau kenapa gue benar-benar gak suka sama Marsha sejak awal,” ucap Candra serius.


“Gue tau alasan lo gak suka sama Marsha Can ? bukan hanya dengan Marsha, lo juga gak suka sama semua cewek lain karena yang ada dalam hati lo cuma ada Talita ? gue mau liat reaksi lo kalo lo tau kalau Talita sebentar lagi akan balik ke Indonesia ? mau sampai kapan sih lo berhasil menyembunyikan perasaan lo ini ?” batin Damar.


“Iya iya bawel,” mau tidak mau Candra pulang.


Sepulang Candra dari rumah Damar, terlihat Damar masih betah duduk di ruang tamu.


“Can ? lo benar-benar sahabat gue, gue berharap Talita sadar kalau lo sangat mencintainya ! dengan begitu lo bakalan berhenti mempermainkan cewek lagi, kasian gue sama cewek-cewek yang udah lo bikin gak perawan,” Damar malam ini tiba-tiba teringat masa kuliah mereka dulu.


Dulu waktu mereka masih kuliah dan masih semester 7, Candra jatuh cinta pada pandangan pertama pada adik tingkat yang masih semester 1, namanya Talita Asmiranda. Orang-orang kampus memanggilnya Asmira, hanya Damar dan Candra yang memanggilnya Talita. Berbagai cara sudah Candra lakukan untuk menaklukan hati Talita namun pada kenyataannya Talita selalu menolak cinta Candra. Yang membuat Candra terkejut ternyata Talita malah jatuh cinta pada Damar sahabat Candra sendiri.


Candra dan Talita tidak tau saat mereka bicara serius di taman belakang kampus pembicaraan mereka tidak sengaja di dengar oleh Damar. Sampai sekarang Damar masih menyimpan rapat tentang dirinya yang sudah tau alasan Talita selalu menolak Candra. Lagipula Damar tidak pernah menyukai Talita. Saat Damar dan Candra dulu wisuda, sepulangnya Talita langsung menyatakan cinta pada Damar bahkan hal itu dilakukan Talita di depan Candra. Tentu saja Damar menolak cinta Talita. Talita yang patah hati memutuskan pergi ke Amerika, dan semenjak itu dia tidak pernah kembali lagi ke Indonesia, apalagi sekarang karir Talita tengah naik daun, ia sekarang adalah salah satu bintang Hollywood terkenal.


Pagi hari yang cerah kembali menyapa para penduduk bumi. Ardina mulai mengeryapkan matanya, kesadarannya mulai terkumpul. Dia lalu beranjak dari kasurnya untuk mandi. Pagi ini Ardina akan sarapan nasi goreng saja. Setelah kenyang dengan sarapannya, Ardina lalu berangkat ke kantor menggunakan angkot lagi.


Naik angkot sangat menyenangkan bagi Ardina, ia bahkan sangat menikmati angin pagi dari luar jendela angkot.

__ADS_1


“Semoga hari ini semuanya lancar-lancar saja,” gumam Ardina. Rambut Ardina terlihat merekah tersapu angin pagi. Para lelaki yang satu angkot dengan Ardina sangat kagum atas kecantikan Ardina, bahkan mereka dari tadi lupa cara berkedip saking kagumnya dengan Ardina namun Ardina tidak menyadari itu.


Mata Ardina tidak sengaja menangkap kejadian mengerikan di luar jendela angkot, terlihat di pinggir jalan seorang bapak-bapak tengah menyeret anak gadis remajanya, gadis itu begitu menyedihkan. Orang-orang yang melihat hanya diam saja.


“Keterlauan banget sih sama anak sendiri tuh bapak-bapak ? eh, anak nya atau bukan sih ? kasihan gadis itu,” gumam Ardina lagi. Setelah angkot itu lewat, Ardina berusaha mengusir pikirannya dari apa yang dia lihat tadi.


Ardina sudah sampai di kantor tepat waktu, saat ia lewat meja resepsionis, Ardina di panggil oleh petugas yang ada di sana.


“Mbak Ardina !”


“Ada apa mbak ?”


“Tadi pagi ada kurir yang mengantar paket ini untuk pak Damar, kebetulan sekali ada mbak Ardina lewat, saya titip ke mbak saja ya ?”


“Baiklah mbak Sisi,” Ardina lalu mengambil paket itu, di bawanya paket itu menuju lantai paling atas.


Ardina menunggu Damar yang akan datang sebentar lagi, paket itu ia taruh di meja kerjanya.


“Mas Damar kenapa belum datang ya ?” gumam Ardina.


“Ardina…” panggil Damar dari kejauhan, ia baru datang.


“Mas Damar ? selamat pagi…” ucap Ardina dengan girang.


“Pagi juga ? apa ini ?”


“Gak tau, ini untukmu, resepsionis tadi bilang ada kurir tadi yang mengirimnya,” jawab Ardina.


“Perasaan aku tidak menunggu kiriman apapun, aku bukan dulu ya ?” Damar mulai membuka paket itu.


Setelah paket itu terbuka, mata Damar langsung terbelalak melihat isinya. Ia sangat kaget.

__ADS_1


__ADS_2