
Lama tidak bertemu kamu semakin terlihat lebih dewasa," ucap amanda.
"Aku bukan sudah dewasa lagi namun sudah tua," ucap David asal. David ingin keluar dari ruangan itu dia takut ada yang melihat dia dengan seorang gadis di satu ruangan dia takut terjadi pitnah nantinya.
"Aku senang sekali bisa bertemu dengan mu lagi, menikmati secangkir kopi sambil mengobrol sepertinya lebih menyenangkan," ujar amanda.
"Yeah ide bagus, " berada di sana tidak lebih buruk di bandingkan berada di sini berdua.
"Selesai pekerjaan aku tunggu kamu di cafe depan sana," ucap amanda melangkah keluar, David melihatnya dengan mengela napas. Tidak ada salahnya mengobrol sebentar lagi pula dia sudah tidak ada perasaan sama sekali dengan amanda.
Amanda wanita berusia 27 tahun, dia mantan David selama kuliah dulu hubungannya dengan David terbilang cukup rumit tidak di restui dengan kedua orang tua nya membuat amanda meningalkan David untuk pergi ke luar negri mengikuti sang ayah.
Selama berada di sana amanda mengelola bisnis ayahnya hingga berjalan cukup pesat, mendengar perusahaan ternama di Indonesia begitu maju amanda mengajukan bisnis dengan perusahaan itu, namun siapa yang menyangka jika David lah orang yang akan menjalin bisnis dengannya, sungguh sangat kebetulan bukan.
Fiona melihat jam di pergelangan tanggan nya waktu sudah pukul sebelas siang sedikit lagi jam makan siang, fiona berniat ingin membawakan makanan untuk David namun rasa malas selalu datang di saat yang tidak tepat. Berdiam diri sambil menikmati tontonan yang begitu seru membuat fiona enggan untuk beranjak, lebih baik dia menghubungi David terlebih dahulu. Fonsel yang dia letakan di sisinya di ambil.
"Hallo mas," ucap fiona saat sudah Terhubung.
"Iya sayang, ada apa?" tanya David heran pasalnya fiona jarang sekali untuk menghubunginya.
"Apa mas sudah makan siang?"
__ADS_1
"Sebentar lagi, apa kamu mau kita makan bersama?" tanya David.
"Tidak, aku belum masak jadi mas makan di luar aja," ucap fiona sambil terkekeh.
David tersenyum membayangkan wajah istri kecilnya yang begitu mengemaskan.
"Lalu kamu makan apa jika tidak masak?"
"Mas tidak perlu memikirkan saya, sedari tadi saya sudah memakan apa pun yang ada di dalam kulkas, jika begitu mas makan yang banyak, aku mau melanjutkan acara nonton."
"Hai kamu nonton apa?"
Sungguh bahagia rasanya sekarang cinta dan kasih sayangnya sudah terbalas oleh fiona, perjuangannya tidak sia sia.
David menutup leptopnya di berjalan keluar, tujuannya saat ini adalah cafe walaupun tidak makan makan berat sepotong roti dan segelaa kopi pun sudah cukup untuk mengganjal perutnya.
Amanda tersenyum saat melihat David masuk dia melambaykan tangan ke arahnya, dia pikir David tidak akan menemuinya namun teryata salah.
"Kamu menunggu sedari tadi?" tanya David tidak enak hati. Setelah melihat beberapa minuman kosong di atas meja
"Yeah seperti yang kamu lihat, bagai mana kabar mu?"tanya amanda lagi sungguh dia sangat pemasaran dengan kehidupan David saat ini lama tidak bertemu memebuat amanda begitu ingin tahu.
__ADS_1
"Seperti yang kamu lihat, aku terlihat baik baik aja bukan? Lalu bagai mana dengan mu aku dengar kehidupan mu di luar sana sungguh sangat senang."
"Yah walau pun aku bahagia dengan kemewahan tapi tidak dengan hati dan perasaan aku," ucap amanda menatap David. David diam saja mendengarkan dia enggan mengomentari apa pun tentang hati dan perasaan.
"Dedy masih saja seperti dulu, selalu mengkang aku untuk berhubungan dengan pria mana pun," ucap amanda.
"Apa pun yang ayah kamu lakukan pasti untuk kebahagiaan kamu," ucap David,
"Kebahagiaan yang seperti apa David, jika orang yang aku sayangi saja dia rendahkan," ucap amanda mengingatnya dulu.
"Tidak perlu di bahas, aku sudah melupakan semuanya lagi pula aku sudah hidup bahagia sekarnang dengan istri ku," ucap David. Amanda begitu terkejut, apa dia tidak salah dengar.
"Kamu sudah menikah?" tanya amanda tidak percaya.
"Yah, beberapa bulan yang lalu,"
"Selamat ya aku turut bahagia," ucap amanda tersenyum.
"Lain kali jika adaa waktu pertemukan aku dengan istri kamu, aku ingin melihat wanita pandai mana yang bisa menjerat kamu," ucap amanda sambil terkekeh. Yah tidak ada salahnya mengenalkan fiona pada amanda.
Pelayan yang tadi dia pangil datang membawa makanan yang tadi dia pesan. Jangan ampai waktu makan siangnya sudah habis namun dia tidak makan apapun. Walau pun David salah satu orang peting di kantor itu namun tetap saja dia mengikuti aturan
__ADS_1