
Matahari sudah mulai tengelap di gantikan dengan sinar rembulan yang akan datang, seharian berada di kantor sungguh sangat melelahkan rasanya ingin segera pulang dan memeluk istri kecilnya, rasanya begitu merindukan fiona.
Dengan langkah cepat David masuk begitu saja.
"Assalamu'alaikum," ucap David namun tidak ada yang menjawab membuat david begitu heran dia langsung menuju ke kamar, siapa tau fiona tertidur namun di sana pun tidak ada siapa siapa.
Ponsel adalah tujuannya saat ini, dengan cepat dia menghubunginya.
Melihat nama David berada di layar ponselnya fiona begitu terkejut, dia lupa ijin terlebih dahulu jika pergi bersama dua sahabatnya. Dengan rasa takut fiona mengangkatnya.
"Hallo," Jawab filma parau.
"Kamu di mana?" tanya David sambil membuka jasnya.
"Maaf mas, saya lagi di rumah clara, saya lupa ngabarin," ucap fiona sambil tersenyum seakan akan David melihatnya.
"Jika begitu segera kembali, aku mau mandi," ucap David asal.
__ADS_1
"Apaan si mas, biasanya juga apa apa sendiri, kenapa mau mandi aja sekarang harus ada saya,"ucap fiona kesal, kenapa sekarang malah terihat manja.
"Pulang sekarang!"
"Iya - iya saya pulang," ucap fiona, dia langsung mematikan telponnya.
"Kenapa sih?" tanya clara.
"Gue harus pulang sekarang, bay sampai jumpa besok," fiona menyambar tas nya lalu melangkah pergi.
Clara hanya diam memperhatikan fiona yang semakin melangkah keluar rumahnya.
"Apa tidak boleh manja dengan istri sendiri?"
"Bukan begitu."ucap fiona menghampiri.
"Bagai mana pekerjaan hari ini lancar?"tanya fiona. David menarik fiona agar duduk di pangkuannya fiona sama sekali tidak menolak.
__ADS_1
" Lancar, bagai mana bisa kamu sudah berada di rumah Clara, padahal tadi kamu bilang enggan untuk keluar?" tanya David sambil mencium pipi fiona sesekali.
Fiona tersenyum, saat film yang dia tonton sudah habis Clara secara kebetulan menghubunginya hal itu tidak dia sia siakan fiona apa lagi Clara berkata jika dia yang teraktir. David hanya tersenyum mendegar perkataan dari istrinya itu, dia tidak marah sama sekali jika fiona kumpul bersama temannya, selagi masih di batas kewajaran dia tidak akan melarang.
"Saya pikir, mas bener bener menunggu saya," ucap fioan sambil bersabar di dada suaminya.
"Aku hanya mengoda mu saja," ucap David terkekeh. Ciuman ringan kembali fiona dapatkan karena David tidak henti hentinya mencium dirinya.
"Ikh nyebelin," Mereka saling padang saat David mengangkat dagunya fiona langsung memejamkan mata membaut David terkekeh namain tidak lama dia langsung mencium bibir fiona tanda ragu.
Fiona di rebahkan di atas sofa. Dia pasrah apa yang hendak di lakukan dengan suami tuanya itu.
"Mas," ucap fiona dengan napas yang memburu akibat permainan lidah david yang sedang menyusuri dadanya itu. Napasnya semakin berat saat David memainkan lidahnya di ujung dadanya. David tersenyum puas, sekarng dia bisa menikmati tubuh istri tercinta nya kapan pun dia mau. Tidak ada yang bisa melarang atau menghentikannya.
"Mas, aku mau malam ini aku yang akan mengambil kendali," ucap fiona tanpa rasa malu, yang ada di pikiranya sekarang bagai mana cara memuaskan suaminya itu agar tidak berpaling dengan wanita lain.
"Seperti keinginan mu sayang," ucap David mencium bibir nya dengan penuh napsu.
__ADS_1
Malam panas pun terjadi lagi di antara mereka berdua, selagi masih muda jadi nikmati saja.