
Mobil sudah berhenti tempat di depan rumahnya, Fiona keluar begitu saja dia langsung masuk tanpa menunggu David, David menghela napas melihat Fiona masuk ke kamar dengan membanting pintu, sekarang apa yang mau dia lakukan bila sudah seperti ini.
"Sayang, buka pintunya," ucap David.
Fiona diam saja, biarkan malam ini dia tidur di sofa. Fiona berpikir dengan keras siapa wanita itu? Kenapa seperti mengenal david begitu dalam. Dia begitu kesal mengingat Amanda yang tahu semua tentang kesukaan David sedangkan dia makanan yang David suka saja dia tidak tahu. Sepertinya ada yang spesial di antara mereka dulu.
"Siapa wanita itu Mas," teriak Fiona dari arah dalam.
"Aku akan jelaskan, buka pintunya dulu," ucap David, rasa penasaran membuat dia membuka pintunya David tersenyum saat melihat wajah Fiona yang cemberut rasanya ingin dia gigit saja.
Fiona duduk di sisi ranjang David mendekatinya Fiona diam saja saat tangannya di gengam David dan sesekali di ciumnya.
"Amanda itu mantan kekasih aku dulu," ucap David membuat Fiona melotot ke arahnya.
__ADS_1
"Jangan seperti itu, aku takut melihatnya," goda David.
"Mas David!" ucap Fiona dengan kesal." Kalau dari awal Mas bilang jika rekan bisnisnya seorang wanita cantik saya tidak akan mau di ajak makan malam seperti itu."
"Dia yang memaksa inggin bertemu dengan mu,
awalnya aku enggak tahu jika perusahan Extar yang mengajukan kerja sama dengan perusahaan aku itu milik Amanda, aku ingin membatalkannya tapi,"
"Tapi apa Mas," ucap Fiona dengan cepat.
"Tapi, Mas. Saya lihat dia seperti masih mencintai kamu." ucap Fiona dengan nada kesal.
"Biarkan saja, lagi pula kita tidak bisa melarang seseorang untuk menyukai kita, yang terpenting aku hanya mencintai kamu hanya kamu tidak ada yang lainnya," ucap David, fiona memeluk David mengitu erat, jangan sampai dia sudah menyerahkan sepenuh hidupnya David pergi meninggalkannya, jika itu terjadi jangan harap dia akan memafakannya.
__ADS_1
"Kamu percaya padaku, bukan?"
"Saya percaya, tapi jika kepercayaan saya kamu hianati Mas, jangan harap kamu bisa bersama saya lagi,"
"Tidak akan," David mengusap wajah Fiona dia menciun bibir fiona dengan begitu lembut, tangan fiona sudah melingkar di lehernya kemesraan begitu terlihat tanpa tahu kehancuran rumah tangganya akan segera di mulai.
Tanpa fioan berkata seperti itu pun David sudah bisa menebak jika Amanda masih memiliki perasaan padanya, apa lagi berakhir hubungan mereka akibat ulah orang tuanya.
Selagi Amanda tidak melakukan apa - apa biarkan saja, lagi pula apa yang mau di lakukan wanita seperti Amanda?
Di tempat lain Amanda tersenyum dengan senang, walau pun hanya melihat David rasanya begitu bahagia. Dia tau perasaan ini tidak boleh terjadi rasa cinta yang dia punya untuk David seharusnya tidak ada, tapi kenapa rasa cinta itu tumbuh kembali setelah sekian lama terkubur. biarkan dia memendam nya lagi pula tidak ada niat sedikit pun untuk merebut David dari Fiona.
Apakah dengan berjalannya waktu Amanda akan tetap memendam perasaannya atau malah semakin ingin memiliki David, hanya waktu yang akan bisa menjawab nantinya sekarang biarkan berjalan dengan sendirinya.
__ADS_1
Amanda seperti orang tidak waras, dia senyum-senyum sendiri membuat sahabatnya menatapnya dengan heran.