
Malam itu Amada terlihat luar biasa dia terlihat begitu cantik dan sexy, Manda terus berdiri di depan cermin memandagi tubuhnya yang begitu mengoda, sahabat baiknya ingin mengajak dia makan malam berdua, entah apa yang ingin Karan bicarakan yang penting dia sudah menuruti permintaan sahabatnya itu.
Suara ketukan pintu begitu tedengar itu karena Karan sudah berada di sana. Tidak mau membuat Karan menunggu dengan cepat amanda membuka pintunya. Mata Karan tidak berpaling dari wajah Amanda, itu karena Amanda begitu luar biasa.
"Kau terlihat luar biasa. Amanda," ucap karan memandahinya.
"Jangan mengoda,"ucal Amanda melangkah masuk.
" Apa kita jadi pergi?" Tanyanya setelah Karan masuk.
"Tentu, aku sudah tidak sabar melihat reaksi wanita itu," Jawab Karan.
"Apa perlu seperti ini,Karan. Bagai mana jika nanti dia malah membenci mu," ucap Amanda.
"Tidak perlu di pikirkan, aku harap kamu bisa menjalankan ekting mu nanti," ucap Karan.
"Tidak perlu kawatir," Jawab Amanda.
__ADS_1
"Sudah siap menjadi kekasihku?" ucap Karan sambil merangkul pinggul Amanda
"Wanita itu belum datang, jangan mengambil kesempatan," ucap Amanda memukul tangan Karan, Karan hanya terkekeh mendengarnya.
Meja yang berada di ujung tepatnya di dekat jendala menjadi tujuan mereka, wanita cantik sedang menunggu mereka di sana, senyum wanita itu hilang seketika saat melihat kenan mengegam tanggan Amanda.
"Apa kau sudah lama?" tanya kenan basa basi.
"Tidak," Jawabnya matanya menatap Amanda dengan tajam. Amanda berusaha tersenyum namun di abaikan.
"Dengar, Jelika. Wanita yang bersama aku ini kekasihku, dia bernama Amada, jadi aku harap kamu bisa menerima jika aku bukanlah jodohmu, sebentar lagi kami akan segera menikah, " Amanda melihat ke arah kenan, namun kenan cuek saja.
"Terserah kau saja, lagi pula mau kau percaya atau tidak, tidak penting bagi ku, aku harap setelah ini kau tidak menganggu ku lagi," ucap Kenan.
Jelika pergi tanpa berkata apa pun, Amanda jadi tidak enak hati, padahal dia hanya pura pura saja.
Di tempat lain Fiona sedang berada di rumah Clara, dia ingin cerita tentang David dengan mantan kekasihnya itu, entah siapa namanya di juga lupa. Yang jelas dia ingin cerita.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Clara, dia sahabat yang paham betul tentang fiona.
"Ra, kamu tahu enggak," ucal Fiona menunduk.
"Enggak," Jawab Clara membuat Fiona menatapnya dengan tajam.
"Sekarang gini fi, kamu belum cerita apa pun bagai mana aku bisa tahu apa yang sedang kamu rasakan saat ini, cerita pelan - pelan, ada apa?" ucap clara sambil megang kedua bahu fiona.
"Ternyata Mas David punya mantan Ra,"ucapnya.
" Lalu, masalahnya di mana?" ucap Clara sambil memandaginya.
"Aku enggak suka aja."
"Kenapa enggak suka, yang nama nya mantan itu masa lalu, jadi tidak perlu di pikirkan anggap aja enggak ada, lagi pula kamu juga pernah menjalin hubungan dengan pria lain, selagi David tidak macam macem, biarkan saja" ucap clara.
yang di katakan clara ada benarnya jadi buat apa dia pusing pusing memikirkan wanita lain selagi david tidak berbuat yang aneh aneh jadi biarkan saja.
__ADS_1
"Jadi tidak perlu pusing," ucap Clara menyerahkan segelaa air yang tadi dia ambil.