
Di sebuah rumah tempatnya di kampung halaman Laura, acara pernikahan yang di buat sederhana mungkin telah terlaksana pagi ini.
Seperti yang Fiona inginkan pernikahannya untuk sementara waktu harus di rahasiakan. Awalnya Arlon menolak namun atas bujukan Laura akhirnya Arlon menyetujui kemauan putrinya yang ingin mengadakan acara pernikahan di kampung halaman Laura.
Suasana tidak terlalu ramai karena hanya beberapa orang saja yang hadir itu pun hanya kerabat dekat Arlon. David sudah tidak mempunyai keluarga sebab itu tidak ada yang datang untuk menemaninya, karena pernikahan di rahasiakan David enggan untuk memberitahu sahabatnya sekalipun.
Janji suci sudah terucap dari bibir David itu berati Fiona sudah sah menjadi istrinya. Sebuah ciuman di dahi Fiona dapatkan dengan malas Fiona mencium punggung tangan David. Tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja namun dengan cepat ia menghapusnya. fiona tidak mau ada yang melihat dia sedang menagis.
“Selamat sayang, Momy sangat bahagia sekali, “ ucap Laura memeluk Fiona dengan erat.
“Makasih Mom,” Fiona tersenyum dengan manis. Sejujurnya dia sangat kesal.
“Dedy mana Mom? “ Laura menunjuk di mana Arlon berada dengan cepat Fion menghampirinya. Jangan tanyakan David berada di mana dia sedang sibuk dengan dunianya sendiri.
“Ded! “ panggil Fiona. Membuat arlon melihat ke arahnya. Arlon segera berpamitan dengan kerabatnya dia langsung menghampiri Fiona.
“Ada apa sayang? Selamat ya atas pernikahan kalian, “ sebuah pelukan Fiona dapatkan. “Suami kamu mana? “tanyanya lagi.
“Ded pokonya nanti aku tinggal di rumah, “ ujarnya pelan tanpa menjawab pertanyaan Arlon.
“Dedy tidak bisa memutuskan sayang, biarkan suami kamu yang memutuskannya, “ jawab Arlon merangkul Fiona. Walau bagai mana pun Fiona adalah anak satu satunya sebenarnya berat untuk melepaskannya namun keputusan yang sudah dia ambil adalah jalan satu satunya untuk menjaga putri semata wayangnya apalagi melihat kondisi dia yang sudah tua.
“Ded, plis. “ manik mata Fiona sudah berkaca kaca. fiona enggan tinggal satu rumah dengan David.
“Sory sayang, “ ucap Arlon memeluk erat tubuh Fiona. David yang baru saja dari kamar mandi melihatnya iya segera menghampiri istri dan mertuanya itu.
“Apa aku mengganggu? “ tanya David.
“Iya memang mengganggu, “jawab Fiona asal.
“Fiona coba kamu tanyakan pada David, “ suruh Arlon
“Tidak perlu bertanya padanya Ded, pokoknya setelah ini aku mau tinggal di rumah Dedy. “ renggek fiona.
“Kalau kita tinggal di rumah Dedy rumah aku kosong,” jawab David.
“Ikuti ke mana suami kamu pergi, walaupun itu ke ujung dunia sekalipun, “ ucap Laura yang tiba - tiba datang.
“Baik Mom, “ Dengan wajah cemberut Fiona mengiyakan ucapan laura. fiona engan ribut dengan monynya yang pada akhirnya dia juga yang mengalah.
Waktu sudah menjelang malam, tidak mau berlama lama akhirnya mereka kembali ke halaman mereka.
"Bu makasih sudah mau di repotkan dengan laura, Laura pikir ibu sebaiknya ikuti dengan Laura ke kota," ucap Laura memeluk ibu kandungnya.
"Ibu lebih nyaman di sini Laura, ibu juga bahagia tinggal di sini jadi kamu tidak perlu kawirin ibu, " ucap Ibu.
__ADS_1
"Baiklah kalau itu mau ibu tapi kalau terjadi sesuatu sama ibu langsung beri tahu Laura, " pesan Laura pada ibu kandungnya.
"Oma Fiona pamit, oma harus jaga kesehatan ya oma," ucap filna memeluk oma nya.
"Ubah sifat dan sikap buruk kamu ingat sekarang kamu sudah punya suami, " pesan oma mengelus rambut fiona sambil memeluknya. Sekarang giliran fiona berpamitan kepada Laura dan arlon.
“Sayang sering – sering datang ke rumah Momy, “Laura memeluk Fiona bergantian dengan Arlon.
“Jaga putri ku baik - baik, aku menitipkannya padamu, “ucap Arlon.
“Tenang saja Ded, aku akan menjaga dan membahagiakan dirinya di atas segala kebahagiaan ku. “ jawab David dengan yakin membuat Fiona mantapnya.
Mobil di jalankan mereka berpisah dan menuju tempat masing – masing.
“Kenapa Bpk tidak mau tinggal di rumah saya, “ ucap Fiona dengan nada kesal.
“Aku punya tempat tinggal yang bisa kita tempati jadi untuk apa tinggal di rumah kamu, “ jawab David dengan cuek.
“Tapi saya... “ ucapan Fiona terhenti ketika David menambah kecepatannya.
Angin malam yang berembus membuat Fiona tidak bisa menahan rasa kantuknya David tersenyum ketika melihat Fiona sudah tertidur.
“Fiona ayo turun, “ ucap David setelah mobil berhenti.
“Ini rumah Bpk, “ David tidak menjawab ia sibuk menurunkan barang bawaannya. Mata Fiona sibuk melihat sana sini teryata rumahnya lumayan.
“Hay tunggu, “ Fiona lari mengejar David yang sudah masuk terlebih dahulu.
“Kenapa Bpk tinggal saya? " tanya fiona kesal tapi David hanya diam saja
“Kamar saya di mana, kita tidak mungkin tidur satu kamar kan, Bpk ingat aku sudah punya pacar, “ Fiona terus saja mengoceh namun David tetap saja diam sambil menaruh barang - barang bawaannya.
“Cepat bersihkan tubuh kamu, kamu tidak lupa kan ini malam pengantin kita, “goda David membuat Fiona melotot.
“Jangan coba – coba,” Fiona berlari masuk ke kamar mandi namun tidak lama kemudian ia keluar lagi.
“Pak handuk saya mana? “ David menunjuk handuk yang berada di pojok dengan cepat Fiona mengambilnya.
Senyum David semakin mengembang melihat tingkah Fiona yang menurut nya begitu lucu.
Dua piring nasi goreng sudah terhidang di atas meja dua gelas susu juga tidak luput dari David.
“Makan dulu, “ ucap David yang melihat Fiona ke luar dari kamar.
“enggak lapar. “
__ADS_1
“yakin, enggak usah malu, “ goda David.
“Memang enggak lapar, “ Fiona menutup pintu kamar. Di dalam sana Fiona hanya bisa mengusap perutnya yang sudah berdemo sedangkan David santai saja. Piring kotor di cuci, dengan santai David masuk ke ruang kerjanya.
Malam semakin larut namun Fiona belum juga bisa memejamkan matanya itu karena perutnya begitu lapar. Fiona ke luar diam - diam matanya menyusuri setiap ruangan ke mana pak tua itu? masa bodo yang penting perut dia ke isi.
“Jangan lupa piringnya di cuci, “ucap David membuat Fiona tersedak.” Pelan - pelan, “ ucapnya lagi.
“Pak ingat perjanjian kita? “
“perjanjian apa? “ ucap David.
“Jangan melarang saya untuk berhubungan dengan pacar saya, “ David diam. Biarkan dulu seperti ini lambat laun dia pasti bisa membuat Fiona menjadi istri yang baik.
“Tidur lah sudah larut. “
“Jangan coba – coba masuk ke kamar saya, “
“Jangan lupa pakai Linggerie, “ goda David membuat Fiona berteriak ia langsung masuk kamar. David tertawa melihat tingkah Fiona yang begitu lucu.
Ponsel di ambil karena saat itu benda mungil itu berdering. Nama Alex berada di sana, senyumnya mengembang melihat nama itu Menghubunginya namun senyum itu sirna begitu saja mengingat bila ia sudah menjadi istri orang tapi peduli apa toh dia juga udah pernah bilang bila dia sudah punya pacar.
“Halo, “ jawab Fiona dengan pelan. Fiona takut David mendengarnya.
“Sayang kamu ke mana aja, beberapa hari ini aku hubungi enggak bisa? “
“Maaf, kemarin ponsel aku rusak. “ dustanya.
“Ko bisa? “
“Panjangnya ceritanya. “ Dusta Fiona.
“Besok ketemu di Cafe biasa, jam sepuluh, “ ajak Alex.
“Aku pasti datang, “ terdengar suara David dari arah luar dengan buru - buru Fiona mematikan ponselnya. Berpura pura tidur adalah jalan satu satunya.
“Gadis ceroboh tidur pintu tidak di kunci, kalau aku hilaf bagai mana. “ pintu kembali di tutup Fiona menghela napas ia mengambil selimut menutupi seluruh tubuhnya
__ADS_1