
Cuaca hari ini tampak mendung Fiona yang berniat ingin pergi ke rumah Clara dia urungkan karena melihat cuaca yang tidak bersahabat.
Fiona mencari David yang sama sekali tidak terlihat. Ke mana perginya dia. Rasa kawatir menyelimuti hati cuaca buruk seperti ini ke mana perginya?
Ponsel di ambil Fiona berniat menghubungi David namun niat itu dia urungkan mengingat tidak punya nomor ponsel David.
Fiona berpikir positif siapa tahu David sedang pergi belanja atau membeli sesuatu. Lebih baik ia menunggu sambil menunggu Fiona berniat membuat sesuatu. Dari pada tidak mengerjakan apapun lebih baik dia membuat salad buah. Terdengar tidak buruk.
Cuaca semakin mendung ujan pun akan segera turun tapi David belum juga kembali dengan terpaksa Fiona menghubungi Laura namun niat itu dia urungkan bila Laura tahu bisa habis dia di marahi.
Pintu di ketuk Fiona langsung berlari membukanya filna terkejut melihat David yang sudah basah kuyup.
“Dari mana aja sih pak? “ dengan cepat Fiona mengambil handuk karena tubuh David sudah di basahi air hujan.
“membeli sesuatu, “ jawabnya sambil mengeringkan tubuhnya.
“Apa Bpk tidak melihat di luar hujan apa tidak bisa nanti saja, “ omel fiona.
“soalnya stok di kulkas sudah habis nanti kita makan apa. “
“Ya ampun pak kan bisa nanti. “ ucap Fiona mengambil handuk yang dia berikan.
“Lebih baik Bpk ganti baju dulu, saya tadi membuat salad, “
“Semoga rasa nya tidak buruk, “ ucap David menggoda Fiona.
“Di jamin enak, “ ucap Fiona penuh percaya diri.
David ingin segera duduk di meja makan namun dengan cepat Fiona melarangnya.
“Ganti baju nya dulu pak, masuk angin nanti saya yang repot. “ Ucap Fiona menarik semangkuk salad.
Dengan terpaksa David menuruti ucapan Fiona walaupun mereka tidur terpisah tapi semua barang mereka berada di satu tempat yaitu kamar.
“Apa enak? “ tanya David setelah melihat fiona yang sedang menikmati saladnya.
“Enak dong pak, “ jawabnya penuh percaya diri.
“Jangan panggil aku dengan sebutan itu, “ protes David. Jujur David sama sekali terganggu dengan panggilan itu walaupun usia dia lebih tua dari fiona tapi dia sama sekali terganggu dengan panggilan itu.
__ADS_1
“Lantas aku harus panggil apa? “ucap Fiona dengan wajah bingung “apa aku harus panggil om, “ celetuk Fiona membuat David membulatkan matanya.
“Bisa enggak panggilnya yang benaran dikit, “ protes David.
“Iya Om, “ jawab fio.
“Kenapa harus om? “
“Memang kamu itu om – om, “ jawab Fiona tanpa ragu membuat David menatapnya dengan tajam.
“Mulai sekarang kamu harus panggil aku dengan sebutan Mas, “ ucap David penuh penekanan.
“Kenapa saya harus panggil Bpk dengan sebutan Mas, “protes Fiona.
“Karena aku ini suami kamu bukan atasan kamu, “ ucap David sambil mengambil semangkuk saladnya
“Iya om, “ ucap Fiona sambil lari.
“Dasar anak kecil, “ gumam David.
“Siapa suruh mau nikah sama anak kecil, “ teriak Fiona membuat David geleng geleng kepala.
“Mas, Mas David, “ ucap Fiona mengguncang tubuh David yang terasa panas.
“ya ampun Mas badan nya panas, “ Fiona yang kawatir dengan David segera menghubungi dokter pribadi keluarganya.
“Ada apa nona Fiona, Tuan Arlon baik - baik saja? “ tanya dokter pribadi mereka.
“Baik Pak, Mas David yang kurang baik, “ ucap Fiona. Dokter Heru salah satu sahabat Arlon sebab itu Heru mengetahui pernikahan Fiona dan David.
“Aku segera ke sana, “ ucap Heru.
Ponsel di matikan dengan cepat Fiona mengambil selimut yang begitu tebal.
“Mas bangun Mas, pindah ke kamar di Luar sangat dingin, “ Fiona terus saja mengguncang tubuh David. Mau tidak mau David menuruti ke inginkan Fiona yang pindah ke kamar.
“Sebentar lagi dokter Heru datang, jadi Mas tunggu di sini saja dulu, sampai ke adan mas membaik, malam ini saya yang akan tidur di luar, “ ucap Fiona menarik selimut agar menutupi tubuh David.Tanpa menunggu lama Heru sudah tiba di sana.
“Mas David kenapa dok? “ tanya Fiona yang kawatir.
__ADS_1
“Dia hanya butuh istirahat sepertinya dia kurang tidur, “ jawab Heru sambil memberikan beberapa obat.
“Makasih dok, “ Fiona mengantar Heru sampai depan pintu.
“Jangan bergadang terus, mentang - mentang masih pengantin baru, “ goda Heru membuat Fiona salah tingkah.
Mengingat ucapan Heru membuat Fiona tersipu malu. Apa mereka akan melakukan malam pertama nanti?
“Mas bangun minum obatnya, “ Fiona membatu David untuk bersandar segelas air sudah berada di tangan dengan cepat Fiona memberikan nya.
“Kamu tidur di sini, “ suruh David menepuk kasur di sebelahnya
“Tapi Mas, saya di luar aja, “ tolak Fiona satu ranjang dengan orang yang sama sekali enggak di cinta terasa begitu aneh,
“Jika begitu aku saja yang tidur di luar, “ David hendak membuka selimut namun dengan cepat Fiona mencegahnya
“Apa yang mas lakukan? Ok saya akan tidur di sini, “ ucap Fiona mengalah. Walaupun tidur satu ranjang namun tetap saja mereka saling membelakangi.
Fiona yang sudah terbiasa tidur dengan gaya sesuka hatinya tanpa sengaja memeluk David hingga David membuka kedua matanya.
Apa dia tidak salah liat Fiona sedang memeluknya dengan begitu erat. Senyum David mengembang biarkan mereka seperti ini toh mereka sudah sah menjadi suami istri.
Momen seperti ini tidak boleh di lewat kan. Dengan satu tangannya David menyambar ponsel yang berada di sisi meja. Kamera ponsel sudah di nyalakan dengan gaya mereka yang seperti itu David Memotret nya.
Senyumnya semakin mengembangkan setelah Fiona semakin erat memekuknya.
Biarkan mereka seperti itu David begitu menikmatinya hingga tidak terasa dia juga terlelap kembali.
Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari karena tenggorokannya terasa kering Fiona bangun berniat mengambil air.
Namun ia begitu terkejut melihat dirinya tengah memeluk David. Dengan malu – malu Fiona menyingkirkan kakinya yang berada di tubuh David.
“Fiona apa yang lu lakuin, “ gerutunya sambil berjalan mengambil air.
Satu kali tegukan air yang berada di dalam gelas sudah tandas tidak tersisa. Baru saja Fiona ingin masuk ekor mata nya melihat sesuatu yang berada di atas meja.
Dengan perlahan Fiona berjalan menuju meja kerja David. Apa Fiona tidak salah liat ada foto wanita cantik berada di ruangan kerja suaminya.
“Siapa wanita itu? “ Fiona ingin mengambilnya namun niat itu iya urungkan biarkan saja David yang akan menjelaskan nya nanti.
__ADS_1